
.
.
kini Kevin dan Sya telah kembali ke rumah masing-masing.
Kevin di ruangan kerjanya duduk di depan komputernya sedang mencari tau tentang Haris lalu menatap tajam mobil mewah yang dibelakang haris.
"saatnya kau mendapatkan balasannya..! berani-beraninya kau bermain perempuan di mobil yang dibelikan Sya"
seringai Kevin dengan sinisnya, Kevin langsung menghubungi seseorang lalu berbicara serius sampai setengah jam lamanya.
Kevin mematikan panggilannya lalu menatap dingin ke arah potret Haris dengan mobil mewah kesayangan Haris.
"kau bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun dengan Sya dulu... aku heran kenapa Tuhan menciptakan pria brengs*k sepertimu..! Sya terlalu baik jadi dia tidak mau merebut mobilnya lagi, tapi sayang aku bukan orang baik..! aku akan hancurkan apa yang pernah Sya berikan padamu merebutnya pun aku enggan... "
"jijik... haha.. aku jijik menduduki mobil kotormu itu"
Kevin terus mengoceh melampiaskan rasa marahnya ke pria yang pernah menyakiti hati belahan jiwanya.
Kevin mematikan komputernya ia merasa mau muntah saja melihat Haris yang sangat menjijikkan baginya.
.
di kamar Sya.
Sya menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan datar,
"apa aku memang terlalu baik? jujur aku benci melihatnya.. aku jijik bertemu dengannya lagi..! aku tidak mau berurusan dengannya lagi.. "
"aku marah tapi bisa apa? balas dendam tidak akan ada puasnya sampai dia benar-benar hancur,, aku percaya hukum karma itu ada".
bayangan Kevin terlintas di benaknya.
"Vin? " gumam Sya tersenyum samar.
"jatuh cinta padamu mudah sekali Vin..! dasar pria tembokku ". gumam Sya menyeringai lebar.
entah kenapa ingatan saat Kevin tidak memakai baju hanya memakai handuk saja menutupi bagian bawahnya di kamar ini seketika muncul dan menari-nari di benak Sya.
glek...!
"kenapa aku malah teringat hal itu? " gumam Sya keheranan sendiri menepuk-nepuk pipinya.
"awhh..! panas.. pipiku kenapa panas? aku tidak membayangkan hal kotor". gerutu Sya mengibas-ngibasi tangannya ke udara seperti sedang mengusir ingatan yang menari-nari di otaknya itu.
Sya memejamkan matanya menepis semua pikiran-pikiran anehnya itu, Sya memutar tubuhnya ke arah lain berusaha mengosongkan pikiran nya yang tak menentu.
.
ke esokan harinya Sya bekerja seperti biasa menggunakan motor maticnya datang ke Perusahaan CW Group.
tak sengaja telinganya mendengar pembicaraan orang-orang mengenai Haris.
"tuan Haris? lulusan kampus terbaik bandung itu? "
"iya... mobilnya tiba-tiba saja terbakar di depan rumahnya sendiri"
"oh ya ampun..! padahal mobilnya itu mobil mahal".
"bukan mahal lagi tapi limited. "
__ADS_1
Sya mengerutkan keningnya dengan cepat ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam Lift.
Sya tiba di ruangannya langsung menghidupkan komputernya lalu melihat berita terkini dimana ada Haris yang tengah berlari pontang-panting berusaha memadamkan api yang membakar mobilnya.
"siapa yang merekam ini? " gumam Sya masih kebingungan.
Sya bisa lihat Haris tampak kewalahan di bantu Bela memadamkan mobil yang pernah Sya belikan Untuk Haris tapi si perekam seolah sengaja membiarkan mobil itu terbakar.
akun yang memposting vidio itu tak terlihat jejaknya hingga tidak ada yang tau siapa yang menyebarkan vidio Haris yang sedang trending dimana-mana.
tak berapa lama wiwin menghubungi Sya, Sya mengangkat panggilan Wiwin.
"hmm? " Sya menyapa.
"apa kamu nonton vidio yang sedang Viral? " tanya wiwin memekik gembira.
"iya.. aku tau.. apa kamu pelakunya win? " tanya Sya penasaran
"ckk..! kamu menuduhku ya? aku memang menyumpahi mobilnya itu meledak tapi aku mengatakan bom bukan dibakar.. "
"sama saja..! di bakar dan di bom tidak ada bedanya sama-sama menghancurkan mobil itu juga kan? " jelas Sya dengan malas.
"tidak... sungguh ini bukan aku..! haha.. aku tidak menyangka doa ku terkabulkan "
Sya mengerutkan keningnya tak mengerti. "ini seperti di sengaja win..! kalau bukan kamu pelakunya siapa lagi?? "
"mana aku tau Sya..! " balas wiwin disebrang sana.
"eeh.. maaf Sya.. aku dipanggil untuk pemotretan majalah! aku senang mobil itu hancur karna aku tau kamu tidak akan mengambil mobil itu lagi tapi sungguh bukan aku pelakunya..! aku ingin berterimakasih pada orang itu.. haha... byeee...! "
Wiwin mematikan panggilannya.
"Kevin? apa dia pelakunya? " gumam Sya menebak.
"tidak.. tidak.. Kevin tidak tau mobil itu pembelianku dari mana dia tau..! aku sangat mengenalnya, dia cemburuan jika dia tau aku yakin dia akan...? "
Sya mengoceh lalu menyadari sesuatu, Sya dan Wiwin pernah menceritakan mobil itu di acara Awards ,
"apa Kevin mendengarnya? " gumam Sya.
Sya segera menyiapkan berkas laporannya lalu melangkahkan kakinya ke ruangan Kevin.
"Tuan? " Sya menongolkan kepalanya seperti biasa saat masuk ke ruangan Kevin.
"masuklah sayang..! tidak ada siapapun" sahut Kevin.
Sya menutup pintu ruangan kerja Kevin dan menguncinya dari dalam.
Sya melangkahkan kakinya ke meja kerja Kevin.
"Vin? "
"iya.. " saut Kevin langsung mengalihkan pandangannya ke Sya dan menutup berkas nya.
Kevin berdiri membenarkan dasinya lalu mengitari meja nya mengambil alih berkas yang Sya bawa meletakkannya di mejanya, barulah kedua tangan Kevin menggenggam kedua tangan Sya.
"jawab jujur pertanyaanku vin"
"hmmm" Kevin mengangguk lalu mengangkat tubuh Sya mendudukkannya di meja kerjanya yang panjang.
Kevin melepaskan kaca mata tebal Sya, Sya membiarkan saja apa yang Kevin lakukan.
__ADS_1
"apa kamu pelakunya? " tanya Sya serius.
Kevin menarik nafas panjang, "apa kamu marah? "
"jadi memang kamu pelakunya Vin? " tanya Sya tak percaya.
"kenapa emangnya? " tanya Kevin
"bukankah kamu sibuk melawan Manohara itu? " tanya Sya mengejek abang Kevin dengan sebutan Manohan jadi Manohara
Kevin tergelak mendengar nama ejekan Sya.
"katakan Vin..! bukannya kamu sibuk melawannya? kamu bekerja keras untuk melawannya kan? " cecar Sya.
"iya sayang..! aku memang sedang berusaha melawan kakakku, tapi aku tidak suka saat tau kamu membelikan brengs*k itu mobil sementara kamu tidak pernah membelikan aku apapun itu, aku cemburu jadi membakarnya"
Sya menepuk jidatnya mendengar alasan Kevin,
"kamu memiliki segalanya! apa yang kamu mau vin?" tanya Sya.
"beli mobil dan pakai mobil ke kantor mulai sekarang sayang..! apa kamu mau aku belikan mobil? "
"kenapa aku harus beli mobil? " tanya Sya
"sayang...! sekarang ramalan cuaca sedang tidak beraturan.. hujan akan terus melanda kota ini selama 2 sampai 3 bulan dan jamnya tidak menentu.. aku mau kamu bawa mobil supaya tidak kehujanan"
"tapi aku punya mobil sendiri di rumah mami dan papi" jawab Sya.
"kalau begitu aku akan minta seseorang untuk mengambil mobilmu dan mengantarnya ke rumahmu"
Sya mengangguk pasrah jadinya,
Kevin memeluk Sya dengan mesra, "aku tidak mau kamu sakit sayang..! sementara aku tau kamu bukan pekerja yang suka bolos karna hujan.. aku minta kamu harus menjaga kesehatanmu sampai aku bisa mengatasi bang Mano ya? "
"hmm.. jatuhkan saja Manohara itu,, buktikan padanya kamu bukan orang yang mudah di tindas"
"lalu kamu membiarkan dirimu di tindas kan? " goda Kevin.
"aku perempuan sedangkan kamu laki-laki harus lebih kuat dari aku dong"
Kevin tersenyum mendengarnya, "hmmm.. setelah masalah bang Mano selesai aku akan menikahimu"
"iya.. lalu bagaimana dengan Bian? " tanya Sya.
"aku mengirimnya ke luar kota mengurus bisnis yang aku alibi kan"
"maksudmu bisnis itu hanya pengalihan saja? " tanya Sya.
"hmm.. mereka sudah terlanjur tau data inti kami jadi aku memilih membocorkannya saja"
"lalu bagaimana nasib perusahaan? " tanya Sya.
"aku ada rencana lain"
Sya mengangguk mengerti jadinya, Sya tau Kevin sangat pintar mengelola perusahaan.
.
.
.
__ADS_1