Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
29


__ADS_3

Setelah kejadian di pinggir jalan, maka tidak ada satupun dari mereka yang jadi pergi untuk berbelanja semuanya kembali ke rumah masing-masing dan mendapat peringatan dari pihak sekolah supaya tidak mengulangi perbuatan Mereka lagi.


Karmila yang tiba di rumah juga merasa agak kesal dengan rafaela, karena perempuan itu datang mengacaukan segalanya sehingga membuat mereka harus mendapat surat peringatan dari sekolah.


"Ada apa anak ibu tampak sangat lesu?" Tanya ibu Karmila ketika dia melihat putrinya yang kembali bukannya terlihat bahagia malah terlihat begitu murung dan lesu.


Karmila menghilangkan sembari membuka tasnya lalu dia kemudian menyerahkan sebuah surat peringatan dari sekolah pada ibunya.


"Teman-temanku berkelahi di jalanan, Jadi kami semua mendapat surat peringatan." Ucap Karmila sembari terduduk di sofa dengan ibunya yang mengambil surat dari Karmila juga ikut duduk di depan Karmila.


Perempuan itu membuka surat yang ada di tangannya lalu membacanya secara perlahan sebelum tertawa kecil.


ketawa kecil ibunya langsung membuat Karmila menatap ibunya dengan bingung, karena dia berpikir ibunya mungkin akan memarahinya karena itu pertama kalinya Ia mendapat sebuah masalah di sekolah yang membuatnya harus memberikan surat peringatan untuk orang tuanya.


Tetapi sekarang, Ibunya malah tertawa setelah membaca surat peringatan itu?


"Ibu tidak marah?" Tanya Karmila dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


Ibu Karmila menghentikan tawa kecilnya lalu dia kemudian meletakkan surat itu di atas meja sembari berkata, "ibu senang kau mulai melakukan hal-hal yang kau sukai. Mulai sekarang jangan menahan diri, kau bisa melakukan apapun yang kau sukai, dan Ibu tidak akan memarahimu selama segala yang kau lakukan itu belum melebihi batas wajar."


Karmila yang mendengarkan ucapan ibunya benar-benar tercengang dengan ibunya, tetapi pada akhirnya gadis itu tetap menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, aku ke kamar dulu." Ucap Karmila sembari berdiri lalu dia kemudian meninggalkan ibunya sendirian.


Baru saja tiba di kamarnya, Karmila terkejut Ketika saat itu ponselnya tiba-tiba saja bergetar terus-menerus hingga membuatnya mengambil ponselnya dan kebingungan melihat sebuah grup yang mana dirinya telah ditambahkan ke dalam grup tersebut.


Karmila kemudian membaca satu persatu pesan teks sebagai ucapan selamat datang untuknya di dalam grup para gadis yang ada di kelasnya.


'Dibuat satu tahun yang lalu itu artinya hanya aku saja yang tidak berada di dalam grup ini yang sudah dibuat selama 1 tahun?' ucap Karmila yang merasa bahwa selama ini dia memang terlalu menutup diri dan kurang bersosialisasi di dalam kelas.


Karmila lalu memperhatikan pembahasan yang ada di sana dan melihat bahwa mereka semua membahas tentang rafaela yang lebih anehnya lagi, Dia melihat semua gadis-gadis di dalam grup itu membahas keburukan rafaela.


"Hm,, tidak buruk juga memiliki teman-teman seperti ini, tapi apakah mereka benar-benar berteman denganku?" Ucap Karmila yang merasa penasaran Mengapa semuanya tiba-tiba sangat akrab terhadap lingkungan padahal bahkan jika dia tidak menjadi calon lagi, maka seharusnya masih ada rasa canggung di antara mereka.


Tetapi kemudian gadis itu mengalihkan perhatiannya saat sebuah pesan dari Gabriel masuk ke ponselnya.


*Bolehkah aku mengajakmu keluar rumah?* Isi pesan itu langsung membuat Karmila mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Tetapi karena dia ingin mencari ke jarak dengan pria itu supaya tidak mendapat banyak masalah, maka Karmila menolak ajakan itu lalu mematikan ponselnya dan dia kemudian turun ke lantai bawah untuk makan siang.


Tetapi, baru saja turun, gadis itu terkejut saat ia melihat bahwa ternyata Gabriel sudah berada di ruang tamu sedang bercakap-cakap dengan ibunya.


"Ahh itu dia," ucap Ibu Karmila sembari tersenyum pada Karmila.


Karmila yang melihat itu hanya kebingungan saja apalagi saat ia melihat kedua orang itu kemudian berdiri lalu berjalan menghampiri nya.


"Ayo makan siang dulu sebelum kau keluar bersama dengan Gabriel," ucap Ibu Karmila benar-benar membuat Karmila terkejut karena tidak menyangka bahwa ibunya akan berkata seperti itu.


"Tidak akan ibu tanya dulu padaku apa Kakak aku mau pergi bersama dengannya atau tidak?" Tanya Karmila yang kini merasakan jantungnya berdegup amat kencang dan dia tahu bahwa dia selalu merasakan hal itu setiap kali ada sesuatu yang berhubungan dengan Gabriel.


"Hm,, bukankah kau menyukai Gabriel? Jadi Ibu tidak akan menghalangi Kalian pergi yang penting kalian tahu menjaga batasan antara pria dan wanita!" Ucap Ibu Karmila benar-benar membuat wajah Karmila langsung berubah menjadi merah padam dan tak berani lagi melihat ke arah Gabriel.


Ibunya setiap hari cara terang-terangan mengatakan bahwa dia menyukai Gabriel!!! Sangat memalukan!!!


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2