
Gabriel melayani sebuah meja yang berisi orang-orang dengan usia yang sudah rentan.
"Anak muda yang tampan, Suandi pasti bangga memiliki cucu sepertimu kau bahkan tidak mau melayani kami yang sudah tua-tua ini," ucap sala seorang perempuan tua yang duduk di meja itu.
"Ah benar, Suandi pada masa mudanya juga sangat tampan, sangat mirip dengan anak muda ini."
"Ah, tapi aku dengar Suwandi hanya memiliki dua orang cucu laki-laki saja, yang satunya sudah menikah, dan yang satu lagi masih sangat kecil, kau anak siapa?" Tanya salah seorang perempuan tua pada Gabriel.
Gabriel yang mendengarkan itu tersenyum, dan dia hendak menjawab ketika tiba-tiba saja bahunya ditepuk oleh seseorang yang membuat Gabriel kemudian menoleh dan melihat Karmila.
"Ini namanya Gabriel, dia adalah temanku di sekolah," ucap Karmila pada semua orang tua yang ada di sana.
"Ahh,, ternyata temannya Karmila, Apakah kalian berdua sepasang kekasih?" Ucap salah seorang perempuan tua dengan raut wajah yang begitu dipenuhi rasa ingin tahunya tentang hubungan Gabriel dan Karmila.
__ADS_1
Pertanyaan itu langsung membuat jantung Gabriel dan Karmila serentak berdegup amat kencang dan terlebih Karmila yang sedari tadi merasa gugup untuk menemui Gabriel, Dia merasakan gejolak perasaan Aneh dalam hatinya.
"Kami hanya teman," ucap Karmila setelah beberapa saat terdiam.
Sementara Gabriel yang mendengarkan jawaban Karmila, dia dengan antusias menatap Sang Perempuan yang tua yang baru saja bertanya padanya lalu berkata, "kami hanya teman, tapi saya sangat menyukai Karmila."
Sesaat, semua orang terdiam mendengarkan pengakuan Gabriel yang terlalu terang-terangan, lalu sang perempuan yang tadi bertanya pada Gabriel kemudian tertawa, "ha ha ha... Pria ini menyukai cucu Suandi. Memang kalian terlihat cocok, masa muda yang menyenagkan!"
"Ha ha ha...!"
Para orang tua itu tertawa membuat Karmila merasa semakin canggung, oleh sebab itu dia cepat-cepat berkata, "kalian berbincang-bincanglah, Kami akan pergi."
Tanpa menunggu jawaban dari para orang tua itu, maka Karmila cepat-cepat menarik Gabriel kembali ke belakang hingga dia berhenti saat mereka tiba di tempat yang lebih sepi.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Karmila dengan kesal sembari mengambil alih bagi dari tangan Gabriel.
Tetapi Gabriel yang ada di sana hanya tersenyum, "Aku senang bisa membantu kamu. Oh ya tadi ada seseorang yang menyuruhku membawakan mereka air putih aku akan mengambilkannya dulu." Ucap Gabriel hendak pergi untuk mengambil air putih ketika tangannya kembali lagi ditahan oleh Karmila.
"Kau duduk saja bersama teman-teman di sana, biar aku yang melayani mereka," ucap Karmila segera pergi mengambil air putih untuk dibawakan pada orang yang dimaksud oleh Gabriel meski saat itu dia belum tahu siapa yang dimaksud oleh Gabriel.
Setelah mendapatkan air putih, Karmila kemudian hendak keluar lagi ketika tiba-tiba saja nampan yang ada di tangannya diambil alih oleh Gabriel dengan pria itu berkata, "ibumu memanggil mu."
Tanpa menunggu jawaban dari Karmila, maka Gabriel cepat-cepat pergi membawa nampan berisi air putih itu pada sebuah meja yang tadi memintanya.
Sementara Karmila, ia pergi pada ibunya yang saat itu tengah memperbaiki pakaian adik Karmila.
"Ada apa Bu?" Tanya karmila pada ibunya.
__ADS_1
"Teman-temanmu sudah datang jauh-jauh kemari, jadi kau harus memperhatikan mereka dengan baik. Ambil minuman yang Ibu racik 2 hari yang lalu dan berikan pada semua teman-temanmu yang datang. Ahh,, satu kotak yang ada di situ, berikan pada Gabriel supaya dia membawanya pulang untuk diberikan pada orang tuanya." Ucap Ibu Karmila langsung membuat Karmila yang ada di sana pergi mengambil minuman yang dimaksud oleh ibunya.