
Karmila yang tiba di tempat kakeknya, dia langsung membantu semua orang merawat kakeknya dan melakukan berbagai hal yang diserukan oleh ibunya maupun tantenya.
Kesibukannya merawat kakeknya membuatnya lupa akan segala sesuatu yang ada di sekolahnya, sampai kemudian sudah 3 hari berlalu dan Karmila baru menyadari bahwa dia telah sangat sibuk berada di tempat itu dan bahkan lupa mengecek ponselnya.
Maka Karmila kemudian mendekat ke arah tasnya untuk mendapatkan ponselnya ketika tiba-tiba saja Ibu Karmila mendekati Karmila lalu berkata, "Ibu sudah memperpanjang izinmu di sekolah, jadi kau tidak perlu khawatir. Wali kelasmu juga berkata bahwa dia akan mengirimkan materi pelajarannya padamu, Jadi kau bisa mengerjakan tugas-tugas sekolah dari rumah saja."
Karmila langsung menganggukkan kepalanya lalu dia yang hendak mengambil ponselnya menjadi lupa lagi ketika dia melihat kakeknya tiba-tiba saja mengeluh kesakitan.
Maka Karmila langsung mendekati kakeknya dan membantu pria itu menenangkan diri sampai akhirnya sang kakek merasa tenang lalu Karmila menatap kakeknya.
"Apakah kakek memerlukan sesuatu?" Tanya Karmila sembari memperhatikan kakeknya yang terlihat agak pucat dengan wajah yang sudah keriput di sana-sini.
__ADS_1
Sang kakek dengan mata buramnya melihat cucunya dan berusaha tersenyum sembari berkata, "kakek tidak butuh apa-apa, asalkan cucu kakekada di sini, kakek sudah merasa sangat senang."
Ucapan kakeknya langsung diangguki oleh Karmila, dan hal itu pulalah yang membuat Karmila sangat tidak ingin meninggalkan kakeknya sebab dia takut jika di kepergiannya akan membuat kakeknya semakin memikirkan tentang dirinya hingga penyakit pria itu mungkin akan lebih memburuk lagi.
"Ayah Tenang saja, semua cucu ayah berada di rumah sakit, mereka di sini menemani ayah dan berdoa supaya Ayah cepat sembuh," ucap Ibu Karmila.
Maka, selama 3 hari lagi Karmila terus berada di tempat itu sampai akhirnya pada hari yang keempat kondisi kakek Karmila tiba-tiba saja memburuk dan hari itu juga kakek Karmila menghembuskan nafas terakhirnya.
"Kakek!! Kakek!!" Karmila terisak-isak mah mandangi kakeknya yang kini dipindahkan oleh para perawat untuk dibawa ke ruangan jenazah.
"Kakek!!! Hikss hikss,," sembari menangis, Karmila memeluk ibunya dengan sedih.
__ADS_1
Mereka perlu beberapa waktu untuk mengurus surat-surat pengobatan kakek mereka telah sampai akhirnya kakek Mereka kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan di rumah duka selama beberapa hari sebelum dikremasi.
Ada banyak tamu yang datang ke rumah duka, jadi Karmila pun sibuk melayani tamu-tamu tersebut sembari menahan rasa sedihnya karena kehilangan kakeknya.
"Bawalah ini kemeja yang ada di pojok, dan setelah itu Kau boleh duduk di sana, biarlah yang lainnya Ibu saja yang menanganinya," ucap Ibu Karmila menyerahkan nampan berisi makanan pada Karmila.
Karmila hanya mengambil nampan itu dan merasa aneh dengan ibunya, Tetapi dia tetap membawa nampan itu ke tempat yang diberitahukan oleh ibunya.
Begitu tiba di meja yang dimaksud oleh ibunya, Karmila terkejut mendapati bahwa semua teman kelasnya ternyata datang ke tempat itu untuk melayat dan meski masih memang menggunakan seragam sekolah, tetapi hal itu membuat Karmila merasa begitu terharu.
"Duduklah di sini," ucap Sherina sembari mengambil alih bagi dari tangan Karmila lalu kemudian menarik Karmila duduk di sampingnya dan semua teman-teman Karmila yang ada di sana pun menghibur Karmila.
__ADS_1