Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
kerja ke luar kota


__ADS_3

.


.


kini Sya dan Wiwin ada dikamarnya Sya


"nak? " Bu Ida membawakan banyak cemilan untuk Wiwin dan Sya makan


"makasih bu..! " ucap Sya tersenyum lebar


"makasih bi". ucap Wiwin juga.


Ida tersenyum hangat lalu keluar dari kamar Sya tak lupa ia menutup pintu kamar Sya.


"syukurlah..! aku lega kalau memang kamu Sya yang ganti pakaianku". lega Wiwin


"lagian kamu tidak tau Bayu? dia itu seorang anak pemilik hotel keluarga Dirgantara, mana mungkin dia melecehkan perempuan? kecuali dia mau reputasinya hancur".


"mau siapa kek dia, namanya pria mana bisa di percaya". gerutu Wiwin


"ck.. umurmu itu sudah pantas menikah, apa kamu tidak akan mau menikah? " ledek Sya


"apa hubungannya dengan umurku?" tanya Wiwin


Sya tertawa,


"tentu saja berhubungan,, saat aku hamil dan punya anak umurku dengan anakku aja udah beda 20 tahunan lah kamu kalau tidak mau nikah mau beda umur berapa dengan anakmu? 30 tahun? saat dia berumur 20 tahun kamu udah nenek-nenek.. hhahaha"


Wiwin melebarkan matanya, sungguh ia tidak pernah berpikiran seperti itu.


pembicaraan mereka begitu lama hingga tanpa sadar langit sudah gelap.


"sayang? " panggil Laila


"iya mi? " saut Sya


"Kevin dibawah nak"


Sya bangkit dari tidurannya,


"sorry ya? aku sudah bersuami jadi aku harus kembali.. kamu tidur disini aja jangan sampai hilang barang-barangku ok? "


Wiwin memutar bola matanya dengan jengah,


Sya berlari keluar dari kamarnya menuruni tangga, Kevin yang khawatir Sya jatuh segera mendekat ke anak tangga.


hap..!


Sya melompat memeluk Kevin yang dengan gemas memeluk istrinya.


Laila dan Noman tersenyum melihat sepasang suami istri itu seperti tidak bertemu berhari-hari saja lamanya


"sayang? "


"hmm? apa mas? " tanya Sya melepaskan pelukannya dari Kevin


"mau ikut aku? " tanya Kevin lembut mengelus pipi Sya


"ikut kemana mas? " tanya balik Sya yang tidak mengerti.


"aku ada urusan kerjaan di Bandung.. kamu mau ikut? " tanya Kevin


"berapa hari? " tanya Sya

__ADS_1


"hmm.. mungkin 5 hari!" jawab Kevin


"kenapa lama sekali? " tanya Sya tak terima


"itu sebabnya aku mau membawa kekasih hatiku ini". Kevin mencubit pipi Sya dengan gemas.


Sya tampak berpikir lalu menggeleng-geleng kepalanya.


"maksudnya apa sayang? " tanya Kevin tidak mengerti gelengan kepala Sya


"aku tidak mau ikut" jawab Sya


"kenapa? " tanya Kevin


"mas..? aku pengen ngerasain hubungan jarak jauh.. hehe...mas harus menghubungiku kalau ada waktu ya? aku akan meletakkan hp ku di telingaku dimanapun aku berada"


Noman dan Laila tertawa mendengarnya,


Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, alhasil ia tidak bisa apa-apa saat sang istri ingin tetap tinggal di jakarta


Sya menemani suaminya ke Apartemen menyusun barang-barang yang akan dibawa suaminya,


"mana jatah aku sayang? " Kevin memeluk Sya dari belakang.


Sya tersenyum hangat lalu membalik tubuhnya menghadap Kevin,


Sya melingkarkan tangannya dileher Kevin dan mencium bibir suaminya,


terjadilah hubungan suami istri itu untuk kesekian kalinya, mereka saling memupuk rindu karna akan berpisah selama 5 hari kedepannya.


.


Bayu hanya diam dengan wajah datarnya menyetir mobil Kevin, sedangkan si bos bermesraan dengan istrinya dibelakang.


Kevin mencium sepuas-puasnya tangan Sya seakan tidak ada bosannya sama sekali.


.


.


"kamu jangan nakal disini sayang? aku tidak mau kamu bertemu dengan brengs*k itu mengerti? " peringatan Kevin menangkup pipi Sya.


"iya mas". jawab Sya menyeringai lebar.


Kevin mencium seluruh wajah Sya hingga si empunya tertawa kegelian.


Kevin berpamitan dengan keluarga Sya, Kevin tidak bisa meninggalkan Sya di apartemennya sendirian lebih baik baginya menitipkan sang istri di rumah mertuanya dibanding rumah Orangtua Kevin.


walaupun Sya disayang disana tetap saja Kevin lebih mementingkan keluarga Sya sebab Kevin mau Sya merasa nyaman itu lah yang lebih utama bagi Kevin, tidak ada rasa nyaman yang lebih penting selain berada di lingkungan keluarga Sya sendiri.


Sya melambai-lambai ke Kevin yang juga melambai-lambai ke arah nya.


Noman dan Laila saling berpelukan betapa beruntungnya putri kesayangan mereka mendapatkan suami seperti Kevin yang terlihat begitu mencintai Sya.


"ayo masuk sayang". ajak Laila


Noman merangkul bahu putri kesayangannya.


di meja makan


"bagaimana nak? apa kamu udah positif hamil? " tanya Laila antusias


Sya yang sedang minum tersedak seketika, Wiwin menoleh ke Sya yang tampak memerah.

__ADS_1


"mami kenapa bicaranya disaat Sya makan sih? kan jadi batuk anak kita Mi". ujar Noman menggeleng kepalanya melihat Laila


Noman mengambilkan air minum lagi dan memberikannya ke Sya


Sya meneguknya sampai tandas.


"kenapa mami yang salah sih pi? kan wajar mami nanya begitu". dumel Laila


"tapi waktunya tidak tepat Mi". jelas Noman


"belum ada tanda-tanda Sya hamil Mi..". jawab Sya jujur


"datang bulan? kamu udah datang bulan? " tanya Laila lagi.


"hmm.. bulan ini belum mi" jawab Sya


"tuh kan.. coba tes! "


"apanya yang tes sih mi? kemarin Sya udah di periksa sama paman Rangga yang bilang tidak ada apa-apa di perut Sya.. masa iya udah ada anak sih padahal baru kemari diperiksa"


Laila menyayangkan hal itu jadinya, Noman menenangkan Laila dan memberi tau Laila kalau anak itu juga butuh proses tidak bisa langsung dapat anak tiba-tiba.


.


.


kini Sya dan Wiwin tidur bersama sambil menatap langit-langit kamar Sya.


"bagaimana keadaanmu Win? " tanya Sya


"baik.. " jawab Wiwin tersenyum lebar.


"apa yang dilakukan Bayu dan Kevin pada Chika? " tanya Wiwin


"entahlah..! percayakan semuanya pada mas Kevin ya? aku yakin dia akan membalas Chiki-chiki itu"


"Chiki-chiki? " beo Wiwin


"iya.. Chiki-chiki yang menyakitimu itu " jawab Sya


Wiwin menarik nafas panjang, "kenapa kamu juga ketularan suamimu coba? dia sering memanggil nama orang dengan sebutan aneh"


Sya tersenyum lebar, "tentu saja! dia suamiku sekaligus guruku"


Wiwin menepuk jidatnya lagi,


"tapi kenapa kamu tiba-tiba keluar dari apartemenmu Win? " tanya Sya penasaran


"ck.. Raldo, dia ada di apartemenku padahal dia tau aku tidak ada di rumah".


"APA?? " kaget Sya sampai bangkit dari tidurannya


"kamu juga kaget kan? emang sih kita biasa aja waktu tinggal di amerika tapi aku tidak nyaman kalau di Indonesia, kan kamu tau sendiri negara ini sangat kental dengan namanya gosip, kalau menyebar berita yang tidak-tidak bagaimana? dia pria lajang dan aku perempuan lajang kan? mana normal tinggal satu atap padahal kami tidak ada hubungan apapun melainkan partner kerja"


"ha? bisa hancur karirku dicap perempuan murah belum lagi si pria sayko itu, selalu saja mencoba mendekatiku bahkan ngebet banget deh minta aku jadi pacarnya. "


"astagah Win.. kamu sangat menakjubkan! banyak pria yang antri kalau kamu bilang mau menikah" decak kagum Sya melupakan rasa kesalnya sejenak


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2