
.
.
Kevin merangkul punggung Sya ke mobilnya, Sya lagi-lagi tertegun saat Kevin membukakannya pintu mobil untuknya padahal bukan pertama kalinya Kevin melakukan itu.
"kenapa aku baru merasakan Tuan Kevin sudah banyak bersikap manis padaku" . batin Sya.
Kevin berlari ke sisi kemudi dan masuk ke mobilnya lalu tersenyum ke arah Sya mengusap kepala kekasihnya kini.
"k.. kenapa? " tanya Sya memegang kedua pipinya.
Kevin mendekat hingga Sya terbelalak, senyum tipis Kevin malah begitu sexy di mata Sya.
"aku pasang ini sayang" gemas Kevin mengetuk puncak hidung Sya.
Sya gelagapan mengalihkan pandangannya ke arah depan, Kevin mengusap kepala Sya sambil tersenyum.
Sya hanya diam dengan perlakuan Kevin, disaat dirinya mulai menerima Kevin baru ia sadari betapa manisnya perlakuan Kevin selama ini padanya,,
selama ini Sya merasa telah dibutakan dengan rasa sakit dimasa lalunya hingga tidak berani membuka hati dengan pria tampan yang terlihat sempurna, seolah hal itu hanya membuatnya berpikir yang tidak-tidak tentang masa depannya,, Sya takut akan tersakiti lagi.
Kevin menjalankan mobilnya dan melihat ada sebuah mobil berhenti ditepi jalan kawasan Apartemen nya.
"apa mobil itu yang mengikutimu sayang? " tanya Kevin
"iya " jawab Sya mengangguk-ngangguk membenarkan
"apa perlu aku beri mereka pelajaran? " tanya Kevin
"tidak usah..! kakimu baru saja sembuh jadi tidak usah adu otot didepanku"
Kevin mengulum senyum mendengarnya,
Kevin mengantarkan Sya pulang ke rumahnya dan tiba-tiba Sya menoleh ke Kevin saat mobil Kevin berhenti di toko kue.
"k.. kenapa kesini? ini bukan rumahku " Sya melihat toko kue di samping nya kini.
Kevin memarkirkan mobilnya dibahu jalan dan membuka seatbeltnya.
"aku ingin membeli sesuatu untuk orang di rumahmu"
"tapi dirumahku hanya ibu ku.. dia sedang ada urusan hari ini jadi tidak ada di rumah" jawab Sya.
"tapi ibumu nanti pulang kan? " tanya Kevin dan Sya mengangguk
"ya sudah lalu dimana masalahnya? lagian kue yang aku beli tidak akan kadaluarsa sampai nanti malam" gemas Kevin mencubit pipi Sya.
Kevin keluar dari mobilnya dan Sya memperhatikan Kevin sampai Kevin membukakan pintu mobil di sampingnya.
"ayo keluar..!" ajak Kevin sambil tersenyum mengulurkan tangannya.
Sya keluar sendiri tanpa menyambut tangan Kevin tapi Kevin tidak marah malah langsung menggenggam tangan Sya tanpa minta izin ke si pemilik tangan.
Sya melengkungkan senyumnya melihat tangan menuruni mereka yang bertautan mesra,
"aku akhirnya mengalaminya juga..! " batin Sya memekik heboh.
Sya memiliki banyak impian yang sangat ingin ia penuhi, tanpa di duga Kevin selalu bisa memenuhi semuanya tanpa Sya meminta apapun.
__ADS_1
pacar menyanyikan lagu romantis (✔)
di genggam pacar (✔)
di bukakan pintu mobil oleh pacar (✔ )
First kiss (✔)
dipasangkan seatbelt oleh pacar (✔)
dan banyak hal yang ingin Sya penuhi,,
Kevin membawa masuk Sya masuk ke toko kue,,
"kamu suka kue apa sayang? " tanya Kevin menunjuk kue tar di depannya.
Sya melihat banyaknya kue di depannya,, matanya seakan sedang berbinar memperhatikan betapa cantiknya bentuk kue itu.
"mau yang mana? " tanya Kevin mengusap kepala Sya.
"mau semuanya? " tanya Kevin lagi.
Sya menggeleng-geleng kepalanya,
"nanti aku gendut! " balas Sya dibalas kekehan oleh Kevin.
"terus mau yang mana? " tanya Kevin.
Sya menunjuk kue berwarna Lilac dengan banyaknya taburan coklat di sekelilingnya.
Kevin mengangguk ke pekerja kue nya, dengan sigap mereka membungkuskan kue yang Sya mau,
"Ibuku suka donat" jawab Sya
"bungkuskan kue donat yang paling mahal untukku" pinta Kevin.
"baik tuan"
"t.. tidak perlu yang mahal juga" Sya memegang tangan Kevin.
"tidak apa! aku harus beli yang bagus untuk ibumu kan? " Kevin menurunkan tangan Sya dan menggenggam tangan Sya sambil tersenyum lebar ke Sya.
Kevin tau Sya adalah bagian dari keluarga Noman dan Laila tapi tidak akan mengungkitnya didepan Sya hanya memilih diam mengikuti kesenangan Sya, membiarkan Sya yang sedang bahagia menyamar menjadi gadis culun padahal Kevin tau Rahasia gadis culunnya itu.
.
.
"terimakasih atas tumpangannya tuan" ucap Sya dengan senyuman.
"tunggu...! "
Sya menoleh ke Kevin dengan tatapan bingung,,
Kevin menarik tengkuk Sya dan sekali lagi Sya terbelalak saat bibir Kevin kembali menyatu di bibirnya,
"selamat malam" bisik Kevin lalu sekali lagi mengecup bibir Sya.
Sya hendak berlari masuk ke rumahnya tapi panggilan Kevin menghentikan langkah kakinya, Sya membalik tubuhnya ke arah Kevin.
__ADS_1
"belanjaanmu bagaimana? " tanya Kevin dengan gemas yang tau Sya tengah gugup sampai melupakan belanjaannya.
"mau aku bantu? " tawar Kevin.
Sya melihat ke perumahannya dan menggeleng kepalanya, "dirumahku tidak ada siapa-siapa ! takutnya akan terjadi kesalahfahaman oleh warga sini yang masih kental hukumannya,, tidak boleh ada pria asing bersama perempuan muda di dalam rumah terutama di malam hari.. "
Kevin mengangguk mengerti jadinya, "aku akan melihatmu masuk duluan"
Sya mengangguk sambil mengambil semua belanjaannya dan Kevin tersenyum melihat Sya yang sangat kuat membawa belanjaannya ditambah ada 2 kotak kue tar pembeliannya.
"Hmm.. ini.. untukmu" Sya meninggalkan baju kaus Couple untuk Kevin.
"apa ini sayang? " tanya Kevin mengambil bungkusan plastik itu.
"baju Couple..! kalau kamu tidak keberatan apa kamu mau memakainya? aku akan traktir kamu makan anggap saja aku sedang mentraktir bos ku makan "
"heii.. aku kekasihmu sayang..! tapi yaa... baiklah aku akan menjemputmu jam 4 sore nanti"
Sya mengangguk sambil berjalan meninggalkan Kevin lalu tersenyum di depan pintu dan Kevin melihat pintu rumah Sya tertutup sempurna.
.
sore harinya Kevin datang ke perumahan rumah Sya dengan pakaian santainya ditambah baju dalaman kaus Couple pemberian Sya, Kevin memakai jaket seperti biasa.
Sya keluar dari rumahnya dengan rambut digerai tapi kacamata besar tetap menutupi wajah cantik Sya.
"bawa apa sayang? " tanya Kevin berlari ke arah Sya mengambil alih makanan yang dibawa Sya.
"buat piknik dipantai" jawab Sya sambil tersenyum melihat baju kaus didalam jaket Kevin.
"tapi kamu bilang bakal traktir? " tanya Kevin keheranan..
"iya.. ini buat cemilan di pantai" jawab Sya dengan enteng.
Kevin tersenyum jadinya akan jawaban Sya yang kurang dicabein tapi sangat manis di dengar oleh Kevin.
kalau jatuh cinta apapun terlihat manis dimata mereka walau sedang jungkir balik satu sama lain, atau bahkan ngorek hidung dan telinga pun akan terlihat menawan.
Cinta itu buta begitulah pepatah yang menjadi pedoman banyak manusia di muka bumi ini.
Kevin melihat ke arah Sya yang tengah memakai baju yang sama dengannya.
"kenapa aku seorang presdir CW Group harus memakai pakaian ini hmm, ?" protes Kevin memelas.
"itu sama denganku..! jika kamu tidak mau berikan padaku... aku akan mencari pria lain memakai pakaian yang sama denganku..! aah.. iya ya.. bukankah John? dia pasti mau memakainya denganku"
"apaa..? aku tidak akan membiarkanmu memberikan baju milikku ke orang lain"
" mau pakai atau tidak? " tanya Sya dengan serius.
"pakai " jawab Kevin antara terpaksa dan tidak.
"ya udah.. jangan bawel lagi" titah Sya dibalas anggukan oleh Kevin.
.
.
.
__ADS_1