Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
sebagai calon istri


__ADS_3

.


.


kini Kevin mengantarkan Sya ke rumahnya,


"kamu yakin tidak mau ke apartemenku Sya? " tanya Kevin memelas.


Sya membuka pintu mobil Kevin, "kalau begitu tuan tidur di rumahku saja bagaimana? " tanyanya mengejek.


Kevin langsung tersenyum lebar, "kamu mengizinkanku tidur disini? " tanya Kevin semangat.


"hmmm.. tapi harus izin sama ibu aku! dan juga kamar di rumahku itu cuma 2 ..kalau tuan tidak mau tidur disofa silahkan kembali ke rumah tuan"


"siapa bilang aku tidak mau tidur disofa? ayo.. ayo..aku. mau tidur di sofa" Kevin langsung keluar dari mobilnya menutup kaca mobilnya dan menekan remot mobilnya dan terkunci.


Sya mengulas senyum melihat raut wajah Kevin yang terlihat bersemangat padahal rumahnya tidaklah megah.


.


"ibu? " Sya memanggil Ida.


"iya nak? " saut Ida dan berlari kecil ke ruang tamu lalu terkejut melihat Kevin


"Eh.. nak Kevin..! " Ida melihat ke arah Sya.


"Kevin boleh tidur disini bu? " tanya Kevin dengan memelas seperti tidak mau di tolak.


"tidur disini? apa tidak masalah nak Kevin tidur di sofa? atau tidur dikamar Sya saja biar Sya tidur sama ibu"


"aah.. iya juga.. mending kamu tidur di kamarku aja..! nanti aku akan beri fasilitas hotel bintang 7 deh"


Kevin tertawa mendengarnya.


"terimakasih..! berapa bayaran penginapannya sayang? " tanya Kevin


Ida menahan senyum lalu izin meninggalkan Kevin dan Sya yang terlihat sangat romantis.


"kamu yakin mau bayar penginapan? " tanya Sya tertawa.


"kamu mau apa? aku akan bayar dengan apa yang kamu mau" tanya Kevin serius.


"tidak mau apapun..! kamu tidur aja sana" Sya mendorong tubuh Kevin menuju kamarnya.


Kevin tidak bisa berkata-kata karna ia tau Sya memang tidak suka meminta apapun, Sya berbeda dengan perempuan lain yang hanya mau uangnya saja.


Sya memiliki uang juga hanya saja lebih suka hidup di dalam kesederhanaan hingga dirinya bertemu Kevin yang memiliki segalanya.


"Eh..? " Sya terlanjur malu melihat kamarnya banyak baju berserakan.


"t. tunggu" Sya hendak menarik tangan Kevin keluar tapi Kevin menarik balik tangan Sya hingga membentur dada bidang Kevin.


"aku sudah melihatnya! untuk apa kamu mengusirku keluar hmm? " tanya Kevin dengan gemas.


"t.. tunggulah sebentar..! aku akan membereskan baju-bajuku" gagap Sya dengan wajah memerah malu.


Kevin mengikuti Sya lalu melihat-lihat foto Sya yang terpampang di dinding.


Sya dengan cepat membereskan kamarnya yang rapi hanya saja banyak bajunya yang berserakan.


.


"sudah.. tuan tinggal tidur saja" Sya menyibakkan rambutnya yang terasa gerah sehabis berolahraga kecil membereskan kamarnya.

__ADS_1


Sya tersenyum kikuk lalu melangkahkan kakinya ke luar kamarnya namun tiba-tiba Sya menoleh ke Kevin saat tangannya di cekal oleh pria tampan itu.


"aku akan melamarmu dengan benar di depan orangtuamu Sya..! "


Sya mengerjabkan matanya lalu mengangguk malu-malu.


"aku keluar" Sya perlahan memutar tangannya melepaskan diri dari tangan Kevin lalu berlari keluar kamarnya.


Kevin terkekeh gemas dengan wajah malu-malu Sya, ingin sekali Kevin memakan bib*r nya Sya tapi kekasihnya itu sudah terlanjur lari darinya.


.


.


pagi-pagi Sya mengetuk-ngetuk pintu kamar Kevin.


"tuan? apa tuan sudah bangun? " tanya Sya mengetuk-ngetuk pintu kamar Kevin.


Sya tak mendapat jawaban lalu langsung masuk ke kamar Kevin.


"Sya? " Kevin keluar dari kamar mandi Sya dengan rambutnya yang masih basah dan jangan lupa dada bidangnya yang terbuka dan juga perut Kevin yang kotak-kotak.


Sya menoleh ke Kevin dan tertegun melihat Kevin tidak memakai baju hanya handuk putih melilit menutupi bagian bawahnya.


wajah Sya merona langsung memutar tubuhnya membelakangi Kevin.


Kevin melihat tubuhnya sendiri lalu melangkahkan kakinya ke Sya memeluk tubuh Sya dari belakang.


jantung Sya berdetak 2 kali lebih cepat, aroma sampo nya tercium oleh Sya,,


Sya tau samponya sangat wangi tapi saat di pakai Kevin lebih wangi lagi.


"bersabarlah sayang..! apa yang ada di diriku ini akan menjadi milikmu" bisik Kevin menyibakkan rambut Sya kesamping lalu ia mengecup leher Sya.


"a.. aku hanya ingin bilang kamu harus sarapan..!" Sya berkata dengan gugup.


Kevin membalik tubuh Sya menghadap padanya hingga mata Sya melebar melihat tubuh Kevin yang ada di depan matanya.


Kevin tergelak melihat wajah Sya yang sudah merah seperti kepiting rebus,,


"a.. aku keluar.. permisi" Sya langsung berlari meninggalkan Kevin yang masih asik menertawainya.


Sya di luar kamar Kevin mengipas-ngipasi wajahnya yang panas


"kulkas! " gumam Sya berlari ke arah dapur lalu membuka kulkasnya dengan tergesa-gesa.


Sya memasukkan wajahnya ke kulkas bagian freazernya untuk mendinginkan wajahnya yang masih panas.


"Sya..? "


"Eeh..? " Sya terlonjak kaget saat Ida memanggilnya.


"kamu ngapain disitu nak? " tanya Ida heran


"tidak ada bu..! Sya kepanasan" jawab Sya menghadapkan wajahnya ke kulkas lagi


Ida melihat ke arah luar dimana sedang hujan deras sudah pasti cuaca dingin tapi Sya malah bilang panas hal itu membuatnya tidak mengerti.


.


.


Kevin menunggu Sya yang sedang bersiap-siap untuk bekerja.

__ADS_1


"ini payung nya nak" Ida memberikan payung hitamnya ke Kevin.


"nanti saya kembalikan ya bu" senyum ramah Kevin


"iya nak..! hati-hati dijalan ya? "


"iya bu..! " sahut Kevin sambil tersenyum


Sya kembali setelah mengambil tasnya lalu menyalami Ida,,


"nanti malam mungkin Sya bakal kerumah mama bu..! apa ibu mau kesana? " tanya Sya


"waah.. iya nak.. nanti sore ibu akan kesana! ibu juga kangen sama nyonya dan tuan"


.


Kevin membuka payungnya dan memayungkan Sya berjalan menuju mobilnya,


hujan deras sejak pagi tadi tidak membuat Sya malas bekerja,


Kevin berlari ke bangku kemudi setelah memastikan Sya masuk ke mobilnya dan tidak terkena air hujan.


.


"kenapa kesini tuan? " tanya Sya melihat Kevin malah membawanya ke Apartemen Kevin.


"aku ganti baju dulu.. apa kamu mau ikut sayang? " tanya Kevin membuat Sya menggeleng-geleng cepat kepalanya.


"t.. tidak. mau" tolak Sya cepat.


"kalau begitu tunggu aku ya? " Kevin menarik tengkuk Sya dan mengecup kening, pipi serta bibir kekasihnya itu.


Sya mengangguk patah-patah.


.


"kenapa cepat sekali ganti bajunya? " tanya Sya terkejut melihat Kevin kembali dengan cepat hanya berkisar 10 menit saja.


"hmm.. aku belum pasang dasi" Kevin menunjukkan dasinya yang belum terpasang di lehernya.


"tugasmu sebagai calon istriku sayang..! " Kevin memberikan dasinya ke Sya.


Sya tersenyum kikuk saja melihat ke Kevin,


"pasang di kantor aja ya? "


Kevin mengangguk langsung memasang seatbeltnya sambil tersenyum melihat ke arah Sya.


Sya melihat dasi Kevin yang kini ada di tangannya, bibirnya berkedut menahan senyum melihat benda itu,, ia sudah lama belajar memasang dasi bahkan sebelum Sya kuliah di luar negri.


Haris sering memintanya memasangkan dasi saat ia ada acara di kampusnya (Haris) , jadi itu keahliannya yang masih ia miliki sampai sekarang.


"calon istri? aku jadi ingin cepat menikah ". batin Sya dengan pipi mulai merona seperti warna jambu.


.


.


cie Sya yang udah ngebet pengen cepat menikah! siapa yang tidak sabar nih? Kevin atau Sya? haha..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2