
.
.
"sayang..?"
Sya terjingkat kaget sampai berdiri dari duduknya saat Kevin datang ke ruangannya.
"tuan? anda butuh sesuatu? kenapa datang keruangan saya? " tanya Sya berjalan cepat ke arah Kevin.
"aku sangat lapar..! apa kamu tidak membawa bekal makan siang sayang? " tanya Kevin mengusap perutnya.
Sya kembali ke meja kerjanya dan memberikan kotak bekal makan siangnya yang disiapkan memang 2 untuknya hari ini.
"kamu mau makan bersamaku Sya? " tanya Kevin menunjuk bekal makan siang yang diberikan Sya.
"tidak perlu tuan..! tadi ibu saya membawakan 2 bekal makan siang untuk saya" jawab Sya menunjuk kotak bekalnya dengan bentuk yang sama hanya berbeda warna saja.
"terimakasih" ucap Kevin mengecup kening Sya.
Sya tersenyum malu dan mengangguk
"ayo makan di ruanganku! " ajak Kevin menarik tangan Sya.
"tidak bisa tuan" tolak Sya serius.
"kenapa? " tanya Kevin
"pekerjaan saya makin menumpuk sejak munculnya gadis misterius menggemparkan dunia berita" jawab Sya.
Kevin menarik nafas panjang, "apa aku harus menekannya lagi? " gumam Kevin dengan pelan.
"menekan apa tuan? " tanya Sya tidak faham.
"rasa cemburu" jawab Kevin
Sya menahan senyumnya,
"kenapa tersenyum? " tanya Kevin memicingkan matanya.
"jujur baru kali ini saya dicemburui tuan..! sebelumnya tidak pernah" jawab Sya dengan jujur.
Kevin berubah serius lalu menangkup pipi Sya.
"cemburu tanda cinta.. marah tandanya sayang..! kalau curiga, itu karna ku takut kehilangan... kalau dekat bertengkar, kalau jauh kurindu..
jadi serba salah, buatku dilema.. tapi aku s'lalu Aisthiteru.. "
Kevin bernyanyi lagu Zivilia dengan suara beratnya yang sangat merdu didengar oleh Sya.
Sya menganga lebar mendengar pria tembok di depannya tengah bernyanyi untuknya dan juga entah mengapa membuat Sya merasa di cintai.
Kevin mengecup pipi Sya., "Aishiteru! "
Kevin berlari meninggalkan Kevin dengan muka merahnya sambil menjinjing bekal makan siang yang diberikan oleh Sya.
Sya masih menganga melihat ke arah Kevin yang sudah tidak terlihat lagi,
__ADS_1
"astagah...! kenapa pria tembok itu semakin manis saja? apa dia seorang playboy kelas kakap yang sedang menyamar jadi pria tembok? "
Sya menampar-nampar pipinya yang merona dan makin merah saja karna tamparan tangannya sendiri.
Sya benar-benar mulai baper dengan perlakuan pria yang dicap tembok olehnya itu, tidak disangka pria yang ia tebak tidak romantis itu kini malah begitu romantis padanya.
"suara bas nya aku suka..!" pekik Sya dengan dengan senyum lebarnya.
Sya bersenandung melangkahkan kakinya ke kursi kebesarannya, sambil senyam-senyum Sya membuka kotak bekal makan siangnya.
"kenapa aku tidak merekamnya tadi? " gerutu Sya.
"Eh.. tunggu kalau aku memintanya menyanyi lagi dia mau ngga ya? " gumam Sya tampak berpikir.
"bukankah dia menyanyi tanpa aku minta? berarti kalau aku memintanya dia mau dong nurutin permintaan aku..! hihi.. "
Sya sibuk dengan ocehannya sementara Kevin di ruangannya tengah serius membaca ulang lirik lagu yang ia hafal beberapa jam yang lalu.
"enggak salah kayaknya". gumam Kevin mengangguk-ngangguk lega dengan nyanyiannya tadi.
Kevin melihat bekal makan siang pemberian Sya, dengan bersemangat ia berlari ke arah kamar mandinya mencuci tangannya bahkan kakinya kini seakan sudah sembuh total saja saat ini.
.
.
ke esokan harinya adalah hari libur kerja di kantor.
Sya kini tengah berbelanja ke pasar membeli baju baru karna ia kemarin baru saja gajian hasil jeri payahnya sendiri tidak meminta pada orangtuanya.
"apa tuan mau pakai ya? " gumam Sya terlihat ragu mau membelinya tapi jujur Sya ingin sekali membelinya.
"silahkan masuk nona.. di lihat-lihat dulu terlebih dahulu tidak masalah"
Sya gelagapan saat tangannya di tarik-tarik masuk ke toko baju itu.
"baju Couple nya ada keluaran baru loh nona" bujuk si sales baju.
panjang cerita penjual baju akhirnya Sya membeli baju Couple nya juga dengan warna Lilac kesukaannya.
Sya menggigit bibir bawahnya melihat kantong plastik yang isinya baju Couple.
Sya dengan ragu-ragu melihat nomor hp pria yang sudah di resmi menjadi kekasihnya itu.
"nanti aja deh..! yang ada dia bakal ke GR-an apalagi dia memang raja narsis" gerutu Sya menggeleng kepalanya.
Sya memilih beli baju lainnya di toko berbeda-beda hingga tangannya sudah penuh kiri dan kanannya.
"aah.. udah ah.. bisa habis uangku nanti" kikik Sya melihat banyaknya belanjaannya
padahal gajinya Sya belum habis separuh, bahkan sepertiga pun belum habis, belanja di pasar lebih hemat dibanding belanja di mol.
Sya mengendarai motornya keluar dari pasar, tanpa ia sadari ada beberapa preman pasar mengikuti motornya,
Sya bernyanyi dan terus bernyanyi lagu yang Kevin nyanyikan sebelumnya.
Sya melihat ke arah kaca spion lalu mengerutkan keningnya, "apa perasaanku aja ya? mobil itu sejak tadi mengikutiku? "
__ADS_1
Sya menggeleng-geleng kepalanya menepis pikiran buruknya,, lama kelamaan Sya makin curiga mobil di belakangnya memang mengikutinya bahkan Sya sengaja berputar-putar di jalan besar memastikan mobil itu mengikutinya atau tidak dan ternyata mobil itu memang mengikutinya.
"dasar bedeb*h !! mobil itu memang mengikutiku" geram Sya menarik tali gas motornya
mobil dibelakang Sya masih terus mengikuti bahkan bisa mengejar laju motor Sya.
Sya melajukan motornya ke arah jalan Apartemen Kevin yang ramai sudah pasti mobil itu tidak akan bisa menyalipnya kecuali ingin mati ditangan masa.
jalan menuju rumah Sya cukup sepi dan bisa ia pastikan mobil itu akan menghadangnya di jalanan sepi.
tidak ada yang mencegah Sya masuk kekawasan Apartemen elit itu karna satpam yang berjaga tau Sya adalah gadis yang sering dibawa oleh Kevin.
.
.
Sya menarik nafas lega melihat ke belakang dimana mobil yang mengikutinya tidak bisa masuk ke kawasan Apartemen.
Sya mengedarkan pandangannya seperti menyadari sesuatu.
"kenapa aku masuk ke apartemennya? " gumam Sya terkejut hatinya menuntunnya masuk ke kawasan Apartemen Kevin.
plak..!
Sya menepuk jidatnya sendiri untuk menghilangkan Kevin dari otaknya yang seperti sudah dicuci oleh Kevin.
"Sya..? " Kevin berlari ke arah Sya.
tadinya Kevin mau keluar dan tak sengaja melihat Sya yang tengah mendumel pelan seperti merutuki sesuatu.
Sya terlonjak kaget
"hmm.. itu.. itu.. hm.. ada mobil aneh mengikutiku.. aku tidak sengaja masuk kesini.. maaf..! " Sya tergugu gagap berbicara.
"mobil aneh? " Kevin menangkup pipi Sya hingga Sya mengerjab-ngerjabkan matanya dengan lucu.
"apa kamu baik-baik saja sayang? " tanya Kevin
"baik.. ak.. aku numpang parkir disini ya? aku akan keluar setelah mobil itu pergi"
Kevin melihat ke arah tunjuk Sya, Kevin memegang kedua bahu Sya.
"kamu mau pulang sayang? " tanya Kevin melihat banyaknya belanjaan Sya
Sya mengangguk-ngangguk.
"tinggalkan motormu disini bagaimana? aku akan mengantarmu ke rumahmu? " tawar Kevin dengan lembut menyibakkan rambut kepangan Sya dan membenarkan kaca mata gadis culunnya itu.
Sya mengangguk patah-patah hingga Kevin menebarkan senyumnya.
"ayo aku bantu! " Kevin mengambil alih semua belanjaan Sya yang sangat banyak di depan motor Sya.
.
.
.
__ADS_1