
.
.
ke esokan malamnya.
.
Sya berpenampilan biasa kali ini tidak mengepang rambut hanya mengikatnya tinggi seperti ekor kuda, bajunya juga tidak terlalu mahal, Sya tetap memakai kacamata besarnya.
"ibu Sya pergi ya? " Sya berlari ke dapur mencari Ida.
"iya nak..! kan tuan Kevin sudah bilang kalau malam ini kamu akan dijemput olehnya"
Sya tersenyum lebar,,
"nah.. itu udah jemput orangnya" Ida menunjuk pintu dengan ekor matanya.
tak berapa lama Kevin masuk di bukakan pintu oleh Sya, sebelum membawa Sya pergi Kevin pamit terlebih dahulu pada Ida.
Ida mengenal Kevin semalam saat Sya diantar pulang setelah jalan berdua ke pantai.
.
.
Sya membeli beberapa buah segar dan jenis roti enak untuk keluarga Kevin,,
Sya menarik nafas dalam-dalam melihat rumah megah di sampingnya, Sya hendak keluar Kevin menahan tangannya.
Sya melihat ke arah tangannya saat Kevin memasangkan jam tangan di pergelangan tangannya.
"jam Couple! " Kevin menunjukkan pergelangan tangannya juga.
Sya tersenyum melihat itu,,
"hadiah baju Couple yang kamu belikan kemarin untukku.. " jelas Kevin
"ayo keluar..! " ajak Kevin menggenggam tangan Sya lalu menyemangati Sya kalau semua akan baik-baik saja.
perkataan Kevin membuat Sya merasa jauh lebih tenang.
kini Kevin menggenggam tangan Sya memasuki rumah besar Candrawinata,, Sya tidak melihat keindahan rumah itu karna rumah orangtuanya juga tidak berbeda jauh dengan rumah Candrawinata sekarang.
"mama? " Kevin mendekati Ratih.
"siapa ini nak? " tanya Ratih mengulurkan kedua tangannya ke Sya.
Sya menyambut tangan Ratih,,
"calon istriku mah" jawab Kevin tersenyum mengusap kepala Sya.
Ratih memperhatikan wajah Sya, "cantik ya pilihanmu Kevin.. "
"kenalkan nama saya Syamita tante..! " ucap Sya menyalami tangan Ratih dengan sopan.
"oh.. halo Syamita..! kamu perempuan yang bisa disentuh Kevin sudah pasti kamu gadis istimewa kan?"
Sya tersenyum malu,
Manohan Candrawinata datang merangkul adiknya Reyhan Candrawinata.
"siapa gadis norak ini? " tanya Mano memiringkan kepalanya melihat penampilan Sya.
"bukan urusan abang ! dia milikku dan pilihanku" Kevin merangkul pinggang Sya dengan posesif.
__ADS_1
Sya memperhatikan penampilan Mano dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"jam tangan anda palsu tuan " celutuk Sya.
"apa maksudmu jam tanganku palsu? aku beli ini dari temanku.. berani sekali kau bilang ini palsu" marah Mano memainkan jam tangannya.
Sya tersenyum tipis, lalu ia membuka kacamatanya hingga Reyhan tertegun melihat paras cantik dibalik kacamata tebal itu
Mano juga tak kalah terkejut, Sya melangkahkan kakinya ke Mano lalu menunjuk jam tangan Mano.
"jam tangan ini palsu..!" tegas Sya lagi.
"aku mungkin tidak memiliki barang mahal tapi aku sangat teliti dengan barang mahal, milikmu ini KW bukan asli" sambung Sya lagi.
Mano hendak berbicara.
"kalau tidak percaya uji saja sendiri..!" Sya berbalik hingga rambut Sya mengenai wajah Mano.
Kevin tercengang dengan perkataan Sya,
"aku akan memberimu pelajaran jika benda ini asli" tukas Mano dengan geram.
"hmm..! jika saya benar anda harus meminta maaf pada saya..! anda berpendidikan jadi jangan menilai buku dari sampulnya.. saya lulusan universitas terbaik Amerika dengan nilai tertinggi lalu apa anda fikir saya akan bertindak bodoh saat di tatap seperti itu? apalagi saat penilaian saya di remehkan"
Ratih mendengarnya terkejut lalu melihat ke arah Kevin yang mengangguk membenarkan.
Reyhan menepuk-nepuk pundak Mano. "bukankah kakak ingin punya kekasih lulusan Amerika? "
Mano menoleh tajam ke Reyhan,
"aku masih punya mata menilai" Mano melirik sinis ke Sya.
Sya tersenyum miring saja ke arah Mano.
"kenapa calon istrimu memiliki temperamen buruk?" tanya Mano mengejek ke Kevin.
Sya tersenyum kecil melihat Kevin,
"sudah.. sudah.. jangan berdebat" Ratih menengahi perdebatan kakak adik yang jarang akur itu.
Mano menatap datar ke Kevin dan hal itu dapat di lihat Sya kalau hubungan Kevin dan Mano tidak baik,,
"udah tembok sekarang nabrak triplek jelek! begilah jadinya.. " batin Sya melihat ke arah Mano dan Kevin bergantian.
(maksud Jelek kata Sya itu kelakuannya jelek)
"apa yang sedang kalian bicarakan? " tanya Bama Candrawinata melangkahkan kakinya mendekati keluarganya.
"Pa.. " Kevin menggenggam tangan Sya dan menunjukkannya ke Bama.
"apa dia gadis yang menolakmu? " tanya Bama tersenyum tipis ke Sya
Reyhan dan Mano menoleh ke Kevin, Sya beralih ke Kevin dengan tatapan tak percaya kalau pria tembok nya ini juga ember alias membocorkan rahasia menurutnya.
"iya pa..! " jawab Kevin tersenyum kikuk ke Sya.
"waah.. kakak ipar menolak kakak kedua? " tanya Reyhan dengan heboh mendekati Sya.
"kenalkan nama aku Reyhan Candrawinata kak" Reyhan mengulurkan tangannya dan Sya ingin menyambutnya tapi sudah keduluan Kevin menjabat tangan Reyhan
Mano mengerutkan keningnya melihat itu,
Sya menatap bingung ke Kevin yang malah menjabat tangan adiknya.
"sudah posesif saja kamu Vin..! adikmu tidak akan merebut kakak iparmu" ejek Bama.
__ADS_1
"ayo kita makan..! kasihan Sya udah terlihat canggung begitu" goda Ratih membuat Sya makin malu saja.
Kevin mengusap kepala Sya lalu merangkul lengan Sya ke sisinya
Mano melihat ke arah Sya yang tampak cuek tidak melihatnya atau bahkan tidak sedikitpun meliriknya.
Mano melihat jam tangannya yang dibilang palsu oleh Sya, kalau benar Sya memang lulusan universitas Amerika sudah jelas penilaian Sya terhadap barang asli sangat jeli.
di meja makan keluarga
"Kevin memang menyayangimu Sya..! kamu harus percaya padanya kalau sampai dia melukai hatimu katakan pada papa.. papa akan membantumu membunuhnya"
Sya tersenyum mendengarnya.
"papa tenang saja..! " ujar Kevin
"panggil mama juga boleh Sya..! " Ratih bersuara.
"iya ma.. pa.. " jawab Sya masih sedikit kikuk.
"kapan kalian akan menikah? " tanya Reyhan penasaran.
"kami akan menikah secepatnya.. " jawab Kevin menunjukkan cincin lamaran di tangan Sya ke Reyhan.
"waah.. hubungan mereka sangat serius pa! " Reyhan beralih ke Bama.
"bagaimana keluargamu nak? kapan bisa bertemu dengan kami? " tanya Bama
"Keluarga? memangnya gadis norak ini punya Keluarga besar pa? " tanya Mano
"Sya Group...! Syamita Colection itu milik keluarganya" jelas Bama membuat Mano yang sedang minum tersedak dan Reyhan juga terkejut mendengarnya tapi masih bisa menepuk-nepuk pundak Mano.
"Sya Group? " beo Mano
dibalas anggukan oleh Bama,
Ratih menoleh ke Sya .. "Syamita? desaigner Laila adalah ibumu Sya? "
"iya ma..! " jawab Sya tersenyum malu.
"waaah... mama penggemar desaign baju mamamu Sya.. "
Kevin tersenyum ke arah Sya yang sudah akrab dengan mamanya.
Mano melihat Kevin yang tengah tersenyum,
"apa bagusnya dia? jika Kevin menikah dengan penerus SYA Group.. aku.. aku tidak akan bisa menjadi presdir" batin Mano mengepalkan tangannya di bawah meja.
"kalau perempuan sudah bergosip tidak akan ada habisnya! lebih baik kita makan saja". potong Bama pembicaraan Sya dan Ratih
Kevin mengambilkan sayur kesukaan Sya, dan Sya mengambilkan Kevin minuman.
Sya tersenyum dan Kevin mengecup punggung tangan Sya,
.
.
.
hihi... Othor sudah mulai bekerja di dunia Nyata.. jadi hanya bisa Update 1 satu hari. harap maklum ya? terimakasih..!
.
.
__ADS_1
.