Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
kebahagiaan


__ADS_3

.


.


.


kebahagian mereka kian berlanjut saat Tarkan mulai menangis kelaparan.


Sya dibuat geli bercampur haru saat bibir mungil Tarkan begitu lahap menyedot put*ngnya, ia mencium gemas kening putra kecilnya.


"anak mama...? uuh.. sayang mama.. lapar sekali nak?" ujarnya Sya dengan nada lucu dibuat-buat


Kevin tersenyum memperhatikan Tarkan makan,


"mas..! jangan diliatin begitu kenapa sih? " protes Sya.


Kevin menyeringai lebar saja seperti anak kecil yang ingin tau.


"aku mau lihat sayang".


"ngapain dilihatin coba? nanti tarkan yang malu". Sya menangkup rahang Kevin sebelah tangannya.


"kenapa Tarkan harus malu sayang? seharusnya aku yang cemburu biasanya aku yang melakukannya tapi aku mengizinkan anak kita menyedot itu".


Sya menepuk jidatnya tak mengerti suami mesumnya itu.


"sama anak sendiri juga cemburu mas? mas pikir cemburu mas ini lucu? "


"tidak lucu sayang, aku serius". jawab Kevin


Sya lebih baik diam menikmati wajah damai Tarkan dibanding melihat Kevin.


.


.


.


waktu terus berlalu hingga tidak terasa usia Tarkan sudah menginjak 5 bulan.


kini Tarkan sedang merangkak bersama Fahri di kamar hotel.


Bayu dan Kevin bekerja sama membuat acara syukuran anak mereka dihari yang sama.


"bagaimana gaunku Sya? " tanya Wiwin dengan pose anggunnya.


"hmm.. bagus ! apa kamu bakal kembali jadi model lagi Win? " tanya Sya penasaran.


"hm.. aku mau jadi model lagi tapi belum saatnya karna Fahri masih butuh aku". jawab Wiwin melihat putra kesayangannya sedang bermain dengan Tarkan.


"iya,, aku juga bingung mau ambil pekerjaan apa? tapi mas Kevin memintaku untuk tidak perlu bekerja". jawab Sya dengan lemas.


"kamu sih bisa Sya.. aku mana bisa diam di dalam rumah terus, kamu kan tau aku !"


Sya mengangguk mengerti jadinya


"sayang.. ayo keluar.. acara sudah dimulai". Kevin masuk ke kamar Sya yang sedang bersama Wiwin


"apa kamu udah siap Sayang? " tanya Bayu juga tiba-tiba masuk.


"kalian duluan aja dulu". titah Sya bangkit berjalan menuju kaca.


Kevin berjongkok keren saat Tarkan merangkak ke arahnya.


Tarkan sudah bisa berjalan tapi masih lancar merangkak.


Bayu melihat Tarkan bersama Kevin, ia tak mau kalah juga mendekati Fahri.


"kita keluar duluan ya nak? mama sedang berdandan" bisik Kevin membawa pergi Tarkan

__ADS_1


Bayu dan Kevin masuk ke acara pesta syukuran menggendong anak mereka yang sangat gagah di usia kecilnya itu.


banyak orang yang iri dan takjub akan pemandangan kedua pria tampan itu, mereka berdua seperti seorang suami idaman saja sedang menggendong anak.


.


"menurutmu aku sudah langsing kan Sya? " tanya Wiwin memegang perutnya.


"ya iyalah Win.. memang kenapa? " tanya Sya


"tidak.. aku harus percaya diri muncul di depan publik setelah sekian lama menghilang karna aku sedang mengandung".


"salahmu sendiri yang memilih karir jadi model, udah tau model itu sangat menjaga bentuk tubuh". kekeh Sya


"aku sama sekali tidak menyesal telah mengandung Fahri Sya.. dia sangat ku cintai".


"ya.. ya.. ya... udah kan? ayo kita masuk ke acara pesta". ajak Sya


Wiwin dan Sya akhirnya muncul juga,


selama 5 bulan terakhir ini mereka berdua mengembalikan bentuk tubuh mereka jadi kembali langsing dan indah, hingga tidak akan ada yang percaya kalau Fahri dan Tarkan lahir dari rahim kedua wanita cantik itu.


Wiwin menyalami mertuanya dan orangtuanya begitu juga Sya melakukan hal yang sama.


semua orang begitu menikmati acara syukuran itu dengan sangat baik sebab tidak terlalu mencolok atau berlebihan.


.


.


"selamat ya Kevin...! " ucap seorang wanita dibelakang Kevin yang tengah sibuk berbicara dengan Bama dan Ratih.


Kevin menoleh ke wanita itu langsung saja wajahnya berubah datar.


"aku ingin bicara denganmu, apa bisa? " tanya Amma


Bama membawa pergi istri dan cucunya dari Kevin dan Amma, ia memberi waktu untuk mantan pacar Kevin menyelesaikan masalahnya.


.


"bicara apa? " tanya Kevin dengan dingin.


"aku tidak akan banyak mengambil waktumu.. aku hanya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya aku harap kamu tidak akan mencabut donasi panti asuhan kasih Bunda, mereka tidak tau apa-apa tentang masa laluku.. kasihan anak-anak panti Kevin".


"hmm.. aku tidak akan mencabutnya, puas? " jawab Kevin


Sya melihat Kevin yang sedang berbicara dengan Amma.


"mau apa lagi sih dia? " gumam Sya dengan kesal.


"puas... terimakasih atas waktunya". ucap Amma menahan tangis lalu segera pergi dari sana.


Sya mengerutkan keningnya melihat Amma langsung keluar dari acara pesta.


"mas? " Sya merangkul lengan Kevin


"hmm..? kamu melihatnya? " tanya Kevin merangkul pinggang Sya.


"iya lah mas aku melihatnya, apa yang dia katakan? " tanya Sya penasaran.


"dia cuma mau minta maaf dan memohon untuk tidak memutus donasi perusahaan SYA group ke panti asuhannya".


"iya sih.. pasti dia takut kamu akan memutus dana itu karna masalah pribadi kalian". Sya mengangguk membenarkan.


jika Sya dan keluarga kecilnya sedang bahagia bersama Keluarga kecil Wiwin juga bahagia.


maka di tempat lain Bela malah kebalikannya, Bela sibuk mencari uang dengan menjadi penjual gorengan,


"gorengan bu... gorengan". teriak Bela sambil mengelap keringatnya.

__ADS_1


malam-malam begini ia mencari uang demi menyambung hidupnya yang kini serba kekurangan.


.


Bela kembali ke kontrakan kecilnya sambil menatap nanar gorengannya yang tidak habis total.


"besok aku makan apa lagi coba? " lirihnya dengan berkaca-kaca.


Bela tau berita Haris masuk rumah sakit jiwa, Bela tidak mau kembali ke kota karna ia hanya akan membuat diri sendiri masuk penjara.


kulit Bela menghitam rambutnya yang biasanya lurus sudah keriting seperti tidak pernah disisir saja berhari-hari.


menyesal? sudah pasti, itu sebabnya ia menjalani saja hidupnya kini menjadi penjual gorengan untuk menyambung hidup.


Bela kembali ke jati dirinya sebelum mengenal Sya, ia menghela nafas berat di kursinya.


biasanya Bela duduk di sofa tapi sekarang malah duduk di kursi plastik yang membuat bokongnya sakit kalau duduk terlalu lama.


.


.


.


Sya dan Kevin tengah menggendong Tarkan dan berfoto ke arah juru kamera.


"kami ikut...! " teriak Laila


"mau juga kalau begitu". timpal Ratih.


alhasil Sya dan Kevin berfoto bersama dengan keluarga besarnya


sedangkan Wiwin dan Bayu juga sama berfoto dengan kedua orangtuanya juga mertuanya mengabadikan moment berharga saat ini, mereka menyewa juru kamera masing-masing.


Perjuangan hidup Sya sejak di khianati seolah sedang memanen buah manis dari kesabarannya.


Sya hidup bahagia dengan pria yang sangat mencintainya, kebahagiaanya makin saja bertambah dengan hadirnya Tarkan si buah cintanya dengan sang suami.


sama seperti Sya, Kevin juga bahagia hidup bersama Sya. penghianatan masa lalunya membuat Kevin trauma hingga alergi terhadap perempuan.


untuk pertama kalinya Kevin merasa Tuhan yang maha Esa memberinya hadiah yang begitu istimewa dengan memberi Sya dan Tarkan padanya.


The End...


.


.


.


terimakasih atas dukungan semua pembaca setia Sigadis culun milik Othor, masih banyak kekurangan tapi Nae senang kalian mau menerima kekurangan Nae sebagai Othor abal dalam penulisan.. hehe..


terimakasih bentuk dukungan Readers lewat Vote, Like, komentar, kritik berbaikan kata yang terkadang Nae salah ketik, dan banyak dukungan lainnya yang Nae sendiri tidak bisa balas dengan apapun.


Ya ampun.. terimakasih juga buat yang selalu menyemangati Nae, doa tulus kalian benar-benar membuat Nae terharu... hehe...


jangan pernah bosan ya? jelang memasuki bulan puasa ini Nae ingin rehat aja dulu ya..? fokus sama ibadah bulan ramadan, tapi kalau ada waktu luang Nae janji bakal buat Ekstra part nya...


terimakasih...


sampai jumpa di Novel selanjutnya...


Love You All..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2