
.
.
sejak saat itu Amma tidak pernah muncul lagi didepan Kevin atau Sya.
kini mereka tengah berada di rumah sakit gejala kelahiran Sya telah tiba, Kevin memilih tinggal di rumah sakit karna kalau gejala sebenarnya muncul Kevin tinggal panggil dokter saja.
"bagaimana sayang? apa masih sakit? " tanya Kevin
sebenarnya Kevin merasakan rasa sakitnya Sya tapi ia memilih pura-pura kuat tidak mungkin ia menunjukkan kesakitannya pada Sya, yang ada istrinya malah mengusirnya dan minta dijaga oleh mami nya Sya.
sekitar jam 4 pagi
"aaakh... sakit... aaa".
Kevin terbangun dari tidurnya dan langsung menekan tombol bantuan di belakang Sya.
tak berapa lama dokter perempuan tiba dengan ketiga suster,
"cepat dok..! " teriak Kevin panik.
"apa anda baik-baik saja tuan? kenapa wajah anda terlihat pucat? " tanya dokter kandungan sambil menyibukkan diri melihat jalan kelahiran anaknya Sya dan Kevin
Kevin tidak menjawabnya malah mengelus kening Sya yang basah, tak lupa pula Kevin menghadiahkan ciuman lembut di kening Sya.
para suster langsung mengerjakan yang lain seperti memasang selang infus dan hal lainnya lagi
"belum buka sepenuhnya lebih baik dibawa ke ruang persalinan". titah dokter Ris dengan serius
Kevin membantu para suster mendorong brankar ke ruang persalinan,
"anda yakin bisa masuk tuan? " tanya Ris serius
Ris seorang dokter tentu tau apa yang Kevin rasakan saat ini, Kevin pasti terhubung dengan rasa sakit kelahiran istrinya dilihat dari wajah pucat Kevin seperti menahan rasa sakit saja.
"sangat yakin dokter, dia butuh saya". jawab Kevin menguatkan diri.
Kevin menghubungi keluarganya juga keluarga Sya detik itu juga.
Kevin kini sedang memegang tangan Sya sambil berkata-kata hal baik supaya Sya tetap tenang, Kevin saja berkeringat dingin saat ini wajahnya kian memucat seolah dirinya memang merasakan rasa sakit Sya saat ini.
Kevin tidak mau mengatakannya karna ia malah suka berbagi rasa sakit dengan Sya hingga ia bisa tau betapa menyakitkannya seorang ibu melahirkan anaknya.
cukup lama mereka berada di ruang persalinan akhirnya bayi Sya dan Kevin lahir juga,
Kevin menangis haru, ia merasakan rasa sakit Sya saat mengejan tadi berkali-kali tadi, tapi ajaibnya kemana rasa sakit itu setelah melihat seorang bayi mungil sudah ada di pangkuannya.
Kevin melakukan tugasnya sebagai seorang ayah yaitu mengadzan kan anaknya.
dokter dan suster keluar dan memberi tau kalau anak Sya sudah lahir dengan jenis kelamin laki-laki hingga keluarga Kevin dan keluarga Sya lega dan bahagia mendengarnya.
.
.
"dimana anak kita mas? " tanya Sya dengan nada pelan
"lagi di dalam ruangan steril sayang, kamu tidak perlu mengkhawatirkan anak kita". Kevin bangkit dan mencium lama kening Sya.
"laki-laki atau perempuan mas? " tanya Sya memastikan
__ADS_1
"bukannya kamu sudah tau jenis kelamin anak kita? " gemas Kevin
"aku ingin memastikannya lagi". jawab Sya
"anak kita laki-laki sayang..! terimakasih telah memberiku anak laki-laki". ucap Kevin mencium punggung tangan Sya berkali-kali.
Sya tersenyum manis menghiasi wajah lelahnya,
"apa wiwin sudah keluar dari rumah sakit mas? " tanya Sya
"hm... kamu mengerti kan dia tidak bisa datang? katanya dia ingin merayakan kelahiran anak nya juga anak kita kalau sudah sehat".
"dengan senang hati". jawab Sya tersenyum
"mau tidur lagi? " tanya Kevin dibalas gelengan oleh Sya.
"kenapa? " tanya Kevin.
"aku mau melihat anak kita, kamu bahkan belum memberi tauku nama anak kita".
Kevin terkekeh mendengarnya.
.
.
malam harinya seluruh keluarga Kevin datang di ruangan inap Sya begitu juga keluarga Sya.
Reyhan dan Mano datang membawa hadiah masing-masing tidak bisa berlama-lama karna harus bekerja lembur di rumah masing-masing lagi, Sya dan Kevin tidak mempermasalahkan hal itu.
"siapa nama anak kita mas? " tanya Sya mengelus hidung mancung putranya yang tengah terlelap di sampingnya.
"siapa nama cucu mama nak? " tanya Ratih semangat.
"Kevin akan beri nama dia Tarkan Syakev Candrawinata".
"tarkan? " beo semua orang
"Syakev? " gumam Sya
"kenapa sayang? kamu tidak suka? " tanya Kevin duduk di samping Sya memegang tangan Sya
Sya menggeleng kepalanya, "suka malahan.. sangat suka.. apa Syakev itu gabungan dari nama kita mas? "
"hmm.. Syamita Kevin". jawab Kevin mengakui mengetuk hidung Sya.
"waah.. haii.. baby tarkan? " sapa Bama
"Tarkan? " sapa Noman.
"hei.. baby Tarkan...? selamat datang di dunia ini? kamu adalah cucu pertama Candrawinata" kata Ratih dengan senyum bangga nya.
"Cucu pertama SYA Group juga". sambung Noman tak kalah bangga
Sya dan Kevin saling bersitatap penuh cinta lalu Kevin menangkup pipi Sya.
"terimakasih sayang..! aku sangat menyukai hadiahmu yang tidak akan bisa aku beli dengan uang". ucap Kevin setengah berbisik
Sya tersenyum lembut mencium gemas pipi Kevin
"terimakasih telah memberi nama yang sangat bagus untuk anak kita". ucap Sya juga dengan senyum lebarnya.
__ADS_1
Kevin memeluk Sya dengan mesra meluapkan rasa bahagia nya saat ini sedangkan keluarga mereka sibuk menggendong Baby Tarkan yang tidak terusik sedikitpun di gendong oleh mereka semua secara bergantian.
.
.
kini Sya tengah bersantai dan tak lama Kevin datang memberi ponselnya dimana Sya bisa melihat ada Wiwin disana
"hai.. wiwin? " sapa Sya tersenyum lebar melihat wajah Wiwin di layar ponselnya.
"oh.. hai.. Nyonya Candrawinata? " goda Wiwin
"bagaimana keadaanmu? " tanya Wiwin penasaran
"aku baik-baik aja! kamu? " tanya Sya balik.
"huh.. rasanya kakiku belum kuat berjalan masih juga berdarah". gerutu Wiwin
Sya tergelak mendengarnya padahal ia juga sama hanya saja Wiwin lebih duluan melahirkan darinya,
"tapi kenapa pakaianmu begitu? " tanya Sya keheranan.
Wiwin memakai daster hamil nya yang pasti tidak memperlihatkan bentuk tubuh Wiwin.
"aku harus berpakaian jelek biar tidak dimakan mas Bayu". jawab Wiwin dengan santainya.
"haha.. iya juga.. ide bagus itu karna selama 1 bulan lebih kita tidak boleh disentuh suami". gelak tawa Sya melirik suaminya yang tengah berwajah masam.
ya benar sekali, masa sehabis kelahiran mereka tidak boleh berhubungan selama 1 bulan lebih lamanya. jadi Wiwin memberi ide bagus untuk Sya biar suami nya tidak tergoda ya harus berpakaian besar.
"siapa nama anakmu Sya? " tanya Wiwin semangat.
"Tarkan Syakev Candrawinata". jawab Sya dengan bangga.
"waah... cantik sekali Tarkan? " decak kagum Wiwin dengan senang.
"nama anakmu win? " tanya Sya semangat.
"Elfahri Dirgantara". jawab Wiwin
"Fahri? wow... bagus juga namanya simpel tapi keren" puji Sya
"terimakasih.. kalau kita udah pulih kita rayakan pesta syukuran untuk anak kita ya? "
"sip..! untuk itu kita harus istirahat total biar cepat pulih". Sya
Kevin melihat ponselnya ada panggilan masuk ia pun mengangkatnya dengan jarak cukup jauh dari Sya sebab tidak mau mengganggu istrinya itu.
Kevin memberi tau pilihannya saat Mano bertanya ide mana yang harus ia kembangkan, Mano masih sering belajar dari Kevin seperti memberi ide bagus untuk kebaikan perusahaannya.
hubungan mereka makin dekat saja saat ini,
.
.
.
selamat beraktifitas!!
.
__ADS_1
.