
Beberapa saat terdiam memandangi Gabriel ketika tiba-tiba Karmila merasakan hembusan nafas di dekat telinganya yang mana saat itu sherinala yang mendekatkan bibirnya ke telinga Karmila.
Gadis itu pun berbisik, katanya, "dia bersikeras tetap tinggal di dalam negeri Karena dia takut kau mungkin akan melirik pria lain selain dirinya," ucap Sherina yang jelas tahu bahwa Gabriel terus memperhatikan Karmila meski Gabriel melakukannya secara diam-diam.
Sementara Karmila yang mendengarkan ucapan gadis itu, dia benar-benar tak menyangka akan menemukan hal seperti itu.
Dia terdiam di tempatnya selama beberapa saatdia terdiam di tempatnya selama beberapa saat sampai akhirnya Gabriel kini terduduk di depan mereka.
"Kalian sedang membisikan aku?" Tanya Gabriel benar-benar membuat jantung Karmila kembali berpacu dengan kuat hingga perempuan itu merasakan mulai panas dan geregetan berada di depan Gabriel.
"Aku juga mau ke toilet!" Ucap Karmila secara tiba-tiba berdiri lalu tanpa menunggu persetujuan kedua orang itu dia kemudian cepat-cepat meninggalkan meja makan dan pergi ke toilet.
__ADS_1
Gabriel yang melihat kepergian Karmila yang terburu-buru langsung menatap Sherina dengan tetapan tajamnya sebagai pertanda agar perempuan itu tidak macam-macam apalagi jika mengatakan hal-hal yang tidak perlu diketahui oleh Karmila.
Tetapi Sherina yang ada di sana hanya mengangkat bahunya sembari mengambil satu suapan dari piringnya lalu memakannya dengan tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
Gabriel yang melihat tingkah Sherina menjadi semakin kesal sehingga dia kemudian memukul meja dengan pelan untuk memberi peringatan pada Sherina.
Setelah Sherina menoleh ke arahnya, Gabriel langsung berkata, "Aku akan membuatmu menyesal kalau kau berani mengganggu--"
"Kapan aku mengganggu?!!" Sela Sherina, "justru aku berusaha membuatmu supaya lebih cepat dekat dengan Karmila! Ahh,,, aku tahu kalau caramu mendekatinya itu benar-benar buruk, awalnya kau bersikap seperti tak peduli padanya lalu sekarang kau terlihat seperti seorang suami yang cemas diselingkuhi oleh istrinya. Ahh,, Apa kau pikir dia akan mau denganmu kalau kau bersikap sangat keras seperti itu? Kalian bahkan belum jadian, tapi sekarang kau terlihat seperti posesif sedang sangat kaku padanya!"
Maka setelah berpikir beberapa saat Gabriel kembali menatap Sherina dan berkata, "Kalau begitu kamu apa yang bagus menurutmu?"
__ADS_1
Mendengar dan melihat pria di depannya kini mulai mengandalkannya, maka Sherina tersenyum dan menatap Karmila yang sudah selesai dari toilet dan kini berjalan ke arah mereka.
"Aku akan mengajarimu nanti, Tunggu aku malam ini di rumahmu!" Ucap Sherina pada pria di depannya lalu gadis itu berbalik menatap Karmila.
"Apa kau masih mau lanjut maka" tanya Sherina ketika Karmila sudah kembali duduk di kursinya.
Karmila menggelengkan kepalanya, "hm, Aku sudah kenyang, karena di rumah sebelum berangkat ke mari juga aku makan siang." Jawab Karmila tanpa berani menatap pria yang ada di depannya, sebab tentunya ia merasa nervous dan geregetan karena tak menyangka bahwa ternyata pria yang ada di depannya ini benar-benar menyukainya.
Mendengar ucapan Karmila, maka Sherina tersenyum dan mengambil tasnya sembari berkata, "kalau begitu, ayo kita pergi."
Karmila mengangkat mobil juga tasnya sembari menunggukan kepalanya lalu dia kemudian keluar dari restoran itu bersama-sama dengan Sherina dan dia menoleh ke belakang melihat Gabriel yang tidak beranjak dari kursinya.
__ADS_1
"Apakah Gabriel tidak pergi lagi bersama kita?" Tanya Karmila.
Sherina menggelengkan kepalanya sembari tersenyum menatap keluar restoran, "betapa menyebalkannya pergi bersama dengannya, dia begitu kaku dan sangat positif apalagi ketika aku sudah menggodanya sedikit. Jadi biarkan dia tinggal saja dan kita berdua bersenang-senang hari ini," ucap Sherina langsung membuat Karmila menganggukkan kepalanya dan Karmila hanya menurut saja pada gadis yang sedang bersama-sama dengannya.