Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
32


__ADS_3

"Ah,, kau tidak boleh berkata seperti itu, karena lagi pula kalian belum resmi menjadi sepasang kekasih, Siapa tahu saja Karmila menyukai pria lain." Ucap Sherina sembari tersenyum ke arah Karmila langsung membuat Karmila menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Anggukan kepala itu benar-benar membuat Gabriel merasa sangat marah sehingga dia mengepal kuat tangannya dan menggertakan giginya sembari berkata, "kau menyukai pria lain? Siapa?!"


🏜️🏜️🏜️


Sherina yang melihat kelakuan sepupunya hanya bisa menahan tawanya dan menutupi bibirnya dengan satu tangannya agar sepupunya tidak marah padanya.


Sementara Karmila yang ada di sana, gadis itu terdiam di tempatnya menatap Gabriel dengan rasa tercengang.


Tatapan itu membuat Gabriel semakin merasa cemas hingga Dia dengan nafas yang agak sesak kembali lagi berkata, "kau,, kau benar-benar menyukai pria lain selain aku?"


Pertanyaan kedua Gabriel benar-benar membuat Sherina tidak bisa lagi menahan tawanya hingga gadis itu akhirnya tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Ha ha ha..!!!" Tawa Sherina langsung membuat Karmila menatap gadis itu dan dia bisa mengetahui apa yang ditertawakan oleh gadis itu hingga dia pun ikut tersenyum.


Melihat tingkah kedua gadis di depannya, maka Gabriel menjadi semakin kesal sehingga dia menggertakan giginya dan mengambil air putih yang ada di atas meja lalu meneguknya sampai habis.


Sherina yang melihat itu benar-benar merasa konyol melihat sepupunya yang biasanya selalu bersikap acuh kini sedang panas dingin hanya karena sesuatu yang biasanya tak diperdulikan oleh pria itu.


"Dia benar-benar konyol bukan?" Ucap Sherina pada Karmila langsung membuat Karmila menganggukkan kepalanya dan dia kini merasa begitu santai bersama-sama dengan Sherina dan Gabriel.


"Jangan khawatir, tadi aku sudah memesannya untuk kita bertiga, ahh,,, aku memesan stek untukmu, tidak tahu apakah nanti kau akan menyukainya." Ucap Sherina yang merasa cemas kalau apa yang ia pesan mungkin tidak akan disukai oleh Karmila.


Tetapi Karmila mengukir sebuah senyuman di bibirnya, "aku pasti suka, kau tau betul bahwa aku menyukai steik. Tapi, kau menggunakan jepit rambut yang sangat bagus, itu terlihat cocok denganmu. Melihatmu memakai jepit rambut pembuat ku jadi ingin membeli juga satu untuk diriku sendiri," ucap Karmila benar-benar membuat Sherina merasa sangat senang karena tentunya tidak ada satupun perempuan yang tidak menyukai sebuah sanjungan.


"Hm,, Ini hadiah dari ibuku, tapi akan cocok juga kalau kau mendelik satu. Bagaimana kalau besok saya pulang sekolah kita pergi berjalan-jalan dan membeli beberapa barang?" Tanya Sherina.

__ADS_1


Karmila dengan antusias mengganggukan kepalanya lalu mereka kemudian membahas berbagai hal mengabaikan seorang pria yang sedari tadi menatap marah pada kedua gadis itu.


'Dia benar-benar mengabaikanku, apakah ini artinya bahwa dia memang menyukai seorang pria lain? Tapi siapa pria yang berani-beraninya disukai oleh gadis yang ku sukai?' kesal Gabriel dalam hati.


Pria itu berada dalam rasa penasaran dan rasa kesalnya serta rasa kemarahan yang tak bisa diluapkan pada siapapun.


Apalagi sekarang dua gadis yang ada di depannya kini tampak sibuk berbicara satu sama lain mengabaikan Gabriel yang sebenarnya membutuhkan penghiburan dari kedua gadis itu, terutama dari Karmila.


"Permisi, Ini pesanan kalian," tiba-tiba ucap seorang pelayan yang datang membawakan makanan untuk mereka.


Karmila mengunggulkan kepalanya begitupun dengan Sherina, lalu keduanya membiarkan para pelayan meletakkan makanan di atas meja dengan keduanya yang lanjut lagi bercerita.


Sementara Gabriel yang ada di sana, dia masih dalam kekesalannya melihat kedua gadis itu mengabaikan makanan yang ada di atas meja dan hanya fokus pada cerita mereka, padahal dia ingin memanfaatkan waktu makan untuk kembali bertanya tentang pria lain yang disukai oleh Karmila.

__ADS_1


__ADS_2