Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
memberitau


__ADS_3

.


.


berhari-hari Kevin membuat ide baru dan mengerjakannya hari itu juga bersama orang-orang kepercayaannya saja.


Karyawan di perusahaan Kevin mulai berkurang karna banyak yang keluar berpihak pada Mano, kini Mano ada di depan Kevin saat ini memperhatikan ruangan Kevin sebagai Presdir utama CW Group.


"serahkan saja CW Group padaku adik angkat..! " seru Mano dengan sombongnya.


Kevin tersenyum miring, "kenapa aku harus menyerahkan perusahaan pada orang yang mencuri data inti perusahaan demi ingin menguasainya..? "


"apa taumu hah? kau jangan sok mengira Perusahaan ini adalah milikmu! Perusahaan CW Group adalah milik keluarga Candrawinata sedangkan kau...? Ck.. ck.. ck.. hanya anak angkat " cibir Mano.


"lalu kenapa papa lebih percaya aku ketimbang kau abangku..? jika CW Group bisa jauh lebih baik ditanganmu, aku dengan senang hati melepaskannya! tapi apa? kau terlalu serakah bang..! dan itu hanya membuat kehancuran buat dirimu sendiri"


"kehancuran diriku sendiri? " ulang mano menunjuk dirinya tak percaya.


"keserakahanmu hanya akan menelan dirimu sendiri bang..! kali ini aku tidak akan mengalah lagi padamu.. aku tidak akan berbelas kasih lagi padamu " ujar Kevin dengan serius.


"berbelas kasih? siapa yang butuh belas kasihan mu hah? aku hanya butuh posisi presdir di sini dan untuk itu aku akan mendepakmu" tantang Mano dengan seringai jahatnya.


Kevin tersenyum tipis,


"untuk mendepakku abang harus bisa membuat perusahaan ini jauh lebih baik dengan belajar merebut dengan cara yang benar bukan dengan cara yang salah.. "


"apa taumu tentang benar dan salah? kau hanya perlu bersiap saja saat aku menjatuhkanmu nantinya". ujar Mano memperhatikan lagi ruangan Presdir yang akan menjadi miliknya itu.


cukup lama mereka berbicara kini situasi mulai memanas, adu mulut diantara mereka seakan tidak ada yang bisa menghentikan mereka.


"kau tidak cukup jerah karna kecelakaan itu ya? " sinis Mano meregangkan dasi di lehernya yang kini terasa mencekik.


"kecelakaan itu ulahmu? " tanya Kevin datar.


"yaa...! itu ulahku.. aku berharap kau mati detik itu juga tapi kenapa kau masih hidup? wahh.. wah.. wah.. kau benar-benar di berkati padahal disitu hujan lebat dan aku yakin polisi tidak akan sampai tepat waktu"


"kau bisa saja mati kehilangan banyak darah ! entah siapa yang menolongmu tanpa menunggu polisi datang.. "


Kevin teringat sosok gadis berkacamata dan kepangan rambutnya, Sya dialah gadis yang menyelamatkan Kevin saat kecelakaan menimpa Kevin malam itu.


"kalau pun kau selamat? aku yakin kau sudah mati karna alergimu itu di sentuh perempuan bukan? " sindir Mano.


Kevin menatap dingin Manohan yang sedang berusaha memancing amarahnya.


"tidak perlu dijelaskan bukan? Tuhan berpihak padaku karna aku menyelamatkan banyak orang sedangkan abang hanya menghancurkan banyak orang"


"apa maksudmu aku menghancurkan banyak orang hah?? " bentak Mano mulai tersulut emosi.

__ADS_1


"abang mengambil perusahaan tanpa memikirkan mereka yang sangat butuh pekerjaan? apa abang pikir Perusahaan akan jauh lebih baik di tanganmu? bisa menyuap pemegang saham? coba saja..! aku tidak akan menghalangimu menyuap mereka! "


Mano yang merasa kalah langsung keluar dari ruangan Kevin membanting pintunya dengan keras.


Sya baru tiba di ruangan Kevin terlonjak kaget melihat Mano.


Mano tentu tidak mengenali Sya yang memakai kacamata tebal dan rambut kepangan 2 nya itu,


Mano melenggang pergi begitu saja dengan raut wajah marah, Sya berlari ke arah ruangan Kevin dan masuk seperti biasa.


Sya mengunci pintu ruangan Kevin,


"Vin? " Sya berjalan cepat ke arah meja kerja Kevin


"Kevin? " Sya mengedarkan pandangannya mencari Kevin tapi tidak menemukan Kevin di dalam ruangannya.


Sya hendak keluar lalu melihat pintu balkon terbuka, ia melangkahkan kakinya ke sana dan melihat Kevin tengah duduk sambil memejamkan matanya menyandar di pagar beton dibelakangnya.


"Kevin? " Sya duduk di depan Kevin.


Kevin membuka matanya lalu mendekati Sya dan memeluk kekasihnya itu.


"apa semua berjalan dengan baik? " tanya Sya mengelus punggung Kevin.


"tidak terlalu.. " jawab Kevin


"hmm.. aku merekamnya, aku akan bertanya pada papa terlebih dahulu ! aku tidak bisa mengambil keputusan menghancurkan abangku dengan rekaman itu"


Sya mengelus punggung Kevin memberinya ketenangan


"hidupmu jauh lebih rumit dariku Vin..! aku di khianati oleh sahabatku dan pacarku sedangkan kamu sibuk akan kekuasaan.. aku tidak mengerti kenapa Mano itu begitu jahat padamu.. apa dia benar-benar tidak punya pikiran sedikitpun? hanya karna tahta dia tega menyakitimu? " geram Sya


"aku juga tidak menginginkan posisi Presdir ini Sya..! aku tidak mau.. tapi papa yang mengangkatku karna aku lulusan terbaik di universitas Jerman dalam waktu singkat.. aku tidak sempat untuk sekedar protes..! dimana letak kesalahanku? "


"kamu tidak salah Vin.. kamu tidak salah..! hmm.. ayo kita bertemu papamu.. aku akan menemanimu meminta saran padanya"


Kevin mengangguk lalu Sya membantu Kevin berdiri.


.


.


kini Bama menggebrak meja mendengar rekaman Kevin dengan Mano persekian detiknya ia melihat ke arah Kevin.


"maafkan papa nak..! maafkan papa" Bama malah berucap maaf ke Kevin.


Kevin bangkit dan memeluk Bama, Sya hanya diam dengan mata ikut berkaca-kaca melihat Bama dan Kevin seperti seorang ayah kandung dan anak kandung.

__ADS_1


Sya jadi sadar betapa sayangnya Bama pada Kevin yang sangat bisa diandalkan dalam mengurus perusahaannya.


.


"lakukan saja nak..! papa tidak akan melarangmu menjatuhkannya! dia sudah keterlaluan dan jangan beri toleransi hanya karna dia abangmu nak..!"tutur Bama dengan serius.


jujur Bama malu pada Kevin dimana anak kandungnya sendiri mengatakan Kevin adalah anak angkat padahal Bama sendiri tidak pernah memanggil Kevin dengan sebutan anak angkat.


"lalu bagaimana nasib abang Pa? " tanya Kevin


"biar dia memikirkannya sendiri supaya dia bisa merenungkan kesalahannya sendiri..! papa tidak memberinya posisi Presdir karna apa? dia emosian, tidak tau cara menangani masalah, semua serba terburu-buru tanpa memikirkan akibatnya.. "


.


.


Bama mengusap kepala Sya yang tengah tertunduk ke arahnya.


"terimakasih kamu selalu ada untuk anak papa Sya..! " ucap Bama dengan tulus ke Sya


Bama tau itu Sya karna Kevin yang memberitaunya.


"sama-sama pa..! " balas Sya tersenyum lebar.


"tetap berada di sisinya apapun yang terjadi nak..! bantu dia mengatasi perusahaan saat ini, dia tipikal anak yang keras kepala dan tidak akan mau meminta bantuan pada papanya sendiri.. "


"papa..? " protes Kevin


Sya mengangguk membenarkan sambil tersenyum lebar,


"sama Pa..! dia juga tidak pernah meminta bantuan Sya padahal Sya sangat bisa diandalkan" jawab Sya.


Kevin merasa tersudutkan disini,


"aku hanya tidak mau kamu kelelahan sayang..! " bela Kevin


Sya hanya mencibir dan Bama tersenyum melihatnya setidaknya ia cukup senang Kevin memiliki seseorang yang bisa berada disisi Kevin baik susah maupun senang.


"lakukan saja nak..! papa mendukungmu bagaimanapun abangmu sudah keterlaluan dan tidak bisa di beri kelonggaran lagi.. sudah cukup kebaikanmu selama ini.. jangan beri dia ampunan lagi"


"baik pa..! " jawab Kevin.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2