
.
.
.
ke esokan harinya di ruangan Bayu.
Bayu tersenyum tipis nan remeh melihat hasil CCTV yang ia dapatkan.
"akhirnya aku menemukan tempat persembunyianmu". gumam Bayu pelan sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya.
Bayu menghubungi seseorang,
.
.
"kau salah telah mengganggu orang yang seharusnya tidak kau ganggu..! aku tidak akan melepaskanmu Raldo,,"
Bayu menyeringai sambil memejamkan matanya merasa bangga akan kemampuannya sendiri sebagai Bayu asisten kepercayaan Kevin sekaligus penguasa dirgantara.
di tempat lain
Raldo di kepung oleh para mafia suruhan Bayu,
"si.. siapa kalian? " teriak Raldo waspada.
"hancurkan tempat tinggalnya". titah salah satu dari mereka.
"baik bos".
"jangaaan... jangaaannn". teriak Raldo tak terima sambil berdiri di tengah-tengah pintu kamar rahasianya.
dan para Mafia bayaran Bayu itu tidak ada hatinya sama sekali, tugas mereka memberantaki tempat tinggal Raldo.
Raldo di tarik paksa oleh para Mafia itu dan yang lainnya masuk ke ruangan rahasia Raldo itu.
"apa isinya? " tanya ketua Mafia
"isinya hanya laptop dan foto-foto wanita, majalah perempuan bos".
"dasar laki-laki mesum gila.. hancurkan tempat itu bawa laptop itu dan berikan pada tuan kita".
"baik bos".
"siapa tuan Kalian? aku akan bayar kalian jadi jangan hancurkan tempatku.. jangan dihancurkan". teriak Raldo.
Raldo dipegang di lengan kanan dan kirinya menyaksikan ruangan spesialnya itu hancur seketika diobrak-abrik oleh mereka.
"tidak.. berikan laptopku... berikan... ". teriak Raldo dengan marah menggebu-gebu
"mau marah? haha? kau bisa melawan kami? "
Raldo dilepaskan langsung menyerang ke arah ketua Mafia bayaran itu dengan mudahnya Raldo jatuh tanpa bisa menyentuh Ketua Mafia itu sedikitpun.
"suntik dia cepat..! " titah Ketua Mafia
Raldo berteriak histeris meminta tolong pada siapapun yang bisa membantunya bebas dari para Mafia bayaran itu.
"apa yang kau berikan padaku? hah? suntik apa itu? jangaaaan..! sialan kalian.. jangaaaann" teriak Raldo meronta-ronta
dengan cepat cairan aneh itu masuk ke tubuh Raldo.
__ADS_1
Raldo mengumpat, memaki mereka semua yang malah terbahak tanpa beban sama sekali telah membuat Raldo lemas.
tak berapa lama kemudian Raldo pingsan ditempat,
semua Mafia bayaran itu pergi dari sana, beberapa saat kemudian ambulance datang ke tempat itu dan membawa Raldo pergi.
Raldo akan berada di rumah sakit jiwa seumur hidupnya, itulah hukuman terberat Bayu padanya.
.
.
Raldo terbangun dari tidur panjangnya dan melihat sekeliling.
"dimana aku? " batin Raldo
Raldo ingin bersuara tapi tidak bisa seakan lidahnya kaku saat ini, tangannya digerakkan juga tidak bisa.
"ada apa ini sebenarnya? apa yang terjadi padaku sebenarnya? sialan... brengs*k.. siapa yang melakukan hal ini padaku? ". batin Raldo memaki-maki
Raldo seperti lumpuh dan bisu saat ini, ia benar-benar tidak bisa berbicara selama berhari-hari di ruangan isolasi dan kini Raldo benar-benar sudah sakit jiwa berkat setiap obat yang diberikan padanya.
Raldo terus saja memeluk patung perempuan di tempat tidurnya, ia bercint* dengan patung memainkan dad* keras patung itu dan juga memainkan rambutnya.
selama 1 bulan penuh akhirnya Raldo tidak mengingat apapun selain mesumnya itu saja, begitu juga dengan Haris yang ada di ruang isolasi sebelah Raldo.
Haris tak kalah menyedihkan, dia suka mengoleksi barang-barang aneh dan disembunyikan olehnya kalau perawat datang ke tempatnya.
Haris juga suka menyimpan uang palsu di balik bantalnya, ia bilang akan membeli apartemen besar nanti di kota ini.
situasi keduanya sangat menyedihkan dan hal itu adalah hukuman dari Kevin dan Bayu karna telah berani menyinggung istri-istri mereka.
.
.
"apa aku benar hamil? tapi kenapa aku tidak mual-mual ya? " gumam Sya keheranan sendiri.
Sya mengoceh sendiri hingga tanpa terasa waktu telah berlalu.
"eeh.. kelamaan". Sya mengangkat tespek itu dan mengibas-ngibaskannya dengan mata terpejam.
Sya mengintip dengan sebelah matanya, seketika matanya melebar sempurna melihat hasil tespek itu akhirnya menunjukkan garis 2.
"hah? aku hamil? " pekik Sya dengan girangnya.
setelah beberapa bulan menikah dengan Kevin akhirnya ia diberi keturunan oleh yang maha kuasa, betapa senangnya Sya saat ini.
kedua orangtua Kevin dan orangtua Sya selalu bertanya kapan Sya terakhir datang bulan dan beberapa hari ini Sya teringat kalau dirinya belum juga datang bulan alias terlambat.
"maaasss... " Sya memekik senang merentangkan tangannya tumbang di ranjang empuknya.
"mas cepat pulang". teriak Sya dengan heboh.
sementara di ruangan kerja Kevin.
Kevin tiba-tiba mual seketika ia berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah di kloset.
"kenapa aku? " keluh Kevin mengusap dahinya yang berkeringat.
"tuan? anda kenapa? " tanya Bayu yang baru aja masuk tidak sengaja melihat Kevin berlari ke kamar mandi.
"buang pewangi itu Bayu". titah Kevin.
__ADS_1
"pewangi mana tuan? " tanya Bayu
"pewangi ruanganku lah.. ganti yang lebih segar, perutku malah mual saking bau nya".
"bau? tapi wangi jeruk itu yang anda minta kan tuan? anda sendiri yang memilihnya" . Bayu
"kau patuhi saja perintahku.. cepat singkirkan pewangi ruangan itu, ganti jadi aroma Lavender saja". perintah Kevin
"baik tuan". jawab Bayu pasrah sambil menggaruk kepalanya sendiri.
.
.
Bayu mengganti aroma ruangan Kevin jadi lavender tidak lagi aroma jeruk.
"kenapa tiba-tiba aku ingin mangga muda ya? " gumam Kevin pelan
"ma.. mangga muda tuan? apa anda wanita yang suka ngidam? " ejek Bayu
Kevin tersentak mendengarnya
"kau bilang apa? aku hamil begitu? hah? " bentak Kevin tersinggung.
"bisa jadi Sya yang hamil dan kamu yang ngidam". jawab Bayu asal.
lagi-lagi Kevin membatu mendengarnya.
"Sya hamil? aku yang ngidam begitu? " tanya Kevin sekali lagi.
"pulanglah cepat tuan.. pekerjaan kita sudah selesai hari ini, anda cari tau sendiri apa Nona Sya memang hamil atau tidak".
Kevin manggut-manggut langsung bangkit dari duduknya dan mengambil jas kerjanya.
detik itu juga Kevin pulang dalam perjalanan pulang ia melihat pohon mangga di depan rumah ibu miskin yang punya 2 anak.
"Tuan mau mangga mudanya? " tanya Ibu pemilik pohon mangga dengan sopan.
"iya bu... sa.. saya hmm.. itu.. hm.. boleh saya bayar bu? " tanya Kevin berusaha untuk sopan dan tidak terlihat laki-laki gila.
"silahkan diambil tuan". senyum ibu itu dengan ramah.
"bagaimana cara ambilnya? " gumam Kevin menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
kedua anak Ibu pemilik pohon mangga pun malah menawarkan diri akan memanjat, .
.
.
Kevin begitu berselera melihat banyaknya mangga muda di dalam kantong kreseknya saat ini.
tanpa ragu Kevin mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan diberikan pada anak-anak itu dan ibunya juga.
"tapi tuan...? saya ikhlas memberikannya". protes si ibu berusaha untuk mengejar Kevin yang terlihat bahagia berlari dengan langkah lebar ke mobilnya.
"tuan? "
"ibu tidak usah dikejar, kita butuh uang juga bu". bujuk anak sulung.
"lumayan bisa beli sepatu baru bu". sambung si anak bungsu
.
__ADS_1
.
.