
.
.
kini Kevin membawa Sya ke tepi pantai,,
"kenapa sepi? " tanya Sya mengedarkan pandangannya.
"memang sepi..! " jawab Kevin menarik tangan Sya membawanya duduk di ayunan.
Sya mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, "jangan bilang anda mereservasi tempat ini tuan? "
Kevin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,
"i.. iya. "
Sya melebarkan matanya, "kenapa? "
"bukankah kamu tau kondisi ku? lagian aku tidak mau kamu terganggu saat berfoto di tempat ini"
"siapa yang bilang aku akan berfoto disini? " tanya Sya dengan dengusannya.
"aku akan memotretmu"
Sya mengerjabkan matanya melihat camera canoon yang dibawa Kevin ternyata untuk memotretnya.
"ta... tapi aku seperti ini" Sya terlihat tidak percaya diri dengan penampilannya.
Sya tidak percaya diri di foto bukan karna ia merasa dirinya jelek tapi sikap nya yang tidak percaya diri itu sudah ada sejak Sya masih gendut.
"aku akan membuatmu terlihat seperti bidadari..! kamu tau kan aku seorang arsitek? " Kevin berkata dengan serius.
"apa hubungannya Arsitek dengan memotret? " gumam Sya dengan kikuk.
"diam saja disitu sayang" Kevin menjauh dari Sya dan memperhatikan Angel yang sempurna untuk Sya.
sementara Sya masih canggung saat dipotret padahal dirinya belum siap.
Sya terbelalak kaget melihat Kevin yang berpose aneh sedang memotretnya lalu dirinya tertawa seketika hal itu tertangkap oleh kamera Kevin.
lama kelamaan Sya tidak lagi gugup di potret Kevin, Kevin tercengang melihat hasil gambar Sya terlihat lebih baik dari seorang model,
Kevin memang bukan profesional di bidang memotret tapi Kevin tau cara menilai bagus dan tidaknya potret seorang model.
"bagaimana? " tanya Sya berlari ke arah Kevin dan tiba-tiba masuk ke rangkulan Kevin demi melihat hasil gambarnya di kamera Kevin.
Kevin terbuai dengan aroma tubuh Sya,
"kamu wangi sekali sayang!" Kevin mengendus-ngendus wangi rambut Sya yang tergerai tidak seperti biasanya di kepang.
jantung Sya berdetak 2 kali lipat dengan perlakuan Kevin yang sangat romantis seperti adegan drama-drama yang ia tonton.
Kevin meletakkan kameranya di bawah secara perlahan sambil menggenggam tangan Sya.
Sya mengerjab-ngerjabkan matanya menatap manik mata Kevin.
Kevin menyibakkan rambut Sya yang di terpa angin, Sya menatap ke atas dimana Kevin tengah meletakkan sesuatu disana.
"apa itu? " tanya Sya
"jepit rambut "jawab Kevin menyibakkan rambut Sya kebelakang,
"Sya..? "
__ADS_1
Sya langsung melihat ke arah mata Kevin,
"aku mungkin bukan pria romantis yang pandai berkata manis ! tapi aku akan berusaha mengungkapkan perasaanku lewat perbuatanku..! maukah kamu menikah denganku? "
Sya tertegun melihat Kevin dengan mulut terbuka,
"k.. kenapa cepat sekali? " tanya Sya tergagap.
"aku ingin kita menikah dan tinggal bersama..! aku janji tidak akan menuntut apapun, aku hanya ingin kamu ada disisiku.. selalu ada saat aku hendak memejamkan mata dan ada saat mataku terbuka"
"apa salah jika aku ingin menikahimu? aku tidak mau ada rumor buruk tentangmu "
"kata tuan tidak pandai berkata manis tapi sekarang sedang berbicara manis kan padaku?" Sya tersenyum berbicara ke Kevin.
"dalam hidupku kini aku tidak mau berpacaran seperti anak-anak remaja, bagaimanapun aku sudah mapan dan dewasa apa salah jika aku melamarmu setelah beberapa hari kita berpacaran? "
Sya tersenyum lagi,
"jika aku menjadi istrimu aku tidak mau dimadu"
"aku tidak bisa menyentuh perempuan lain kecuali kamu sayang..! jangan takutkan itu" jawab Kevin
"bagaimana jika kamu menyukai anak SMA? " celutuk Sya.
"aku tidak suka anak perempuan yang baru besar! emosinya belum stabil, pengalaman hidupnya tidak ada dan hanya tau cara bersenang-senang".
"anak SMP? " tanya Sya.
"percayalah padaku Sya...! aku bukan pria murahan yang suka berhubungan dengan perempuan lain".
Sya diam berpikir sejenak, jujur Sya memang menaruh hati dengan Kevin tapi ia masih takut masa lalunya akan terulang kembali.
"sssst...! jangan bahas masa lalu ! aku juga punya masa lalu, kenapa kamu begitu merendah Sya.. tidak semua laki-laki itu brengs*k seperti mantanmu itu"
"mau menikah denganku? " tanya Kevin mengeluarkan sebuah kotak dan saat di buka ada cincin berlian disana.
Sya menutup mulutnya dengan raut wajah tak percaya,
"tuan.. anda sudah mempersiapkan segalanya? " tanya Sya
"hmm..! aku sudah merencanakan ini semua" jawab Kevin.
"bagaimana jika saya menolak? " tanya Sya.
"aku akan terus melamarmu sampai kamu siap menerimaku " jawab Kevin
Sya menarik nafas dalam-dalam lalu memejamkan matanya sedang berdoa.
"ya Tuhanku..! bantu hambamu ini untuk memberi jawaban atas lamaran nya.., ! tolong beri hamba petunjuk". batin Sya begitu serius berdoa dalam hati.
Sya mengosongkan fikirannya dan mencoba berpikir jernih saat semua sudah tenang perlahan bayangan wajah Kevin muncul dibenaknya dan Sya langsung membuka matanya.
Kevin menatap lekat Sya yang baru saja membuka matanya.
"bagaimana sayang? " tanya Kevin
Sya memberikan tangan kirinya ke Kevin, Kevin berteriak seketika sambil menebarkan senyum bahagianya,
Sya tertawa mendengar teriakan Kevin, Kevin memasangkan cincin berlian di tangan Sya lalu Kevin berdiri dan menggendong Sya memutar tubuhnya sambil memeluk Sya.
"terimakasih sayang..! " Kevin melepaskan pelukannya mengecup kening Sya lalu memeluk Sya dengan erat.
Sya tersenyum lebar, "impian ku tercapai lagi..! menikah " . batin Sya.
.
__ADS_1
.
.
Kevin dan Sya melanjutkan piknik malam mereka berdua, suara deburan ombak mengalun-ngalun indah diselingi angin laut malam yang mulai terasa dingin di badan.
Kevin membuka jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Sya.
Sya melirik ke jaket Kevin yang menghangatkan tubuhnya saat ini, Sya begitu menyukai perhatian kecil Kevin yang malah terlihat manis.
"kamu mau menemui keluargaku kan? " tanya Kevin
Sya menoleh ke Kevin dan akhirnya mengangguk sekali.
"setelah itu bawa aku menemui keluargamu" Kevin merangkul bahu Sya masuk ke pelukannya.
"iya" jawab Sya patuh.
Kevin melihat ke arah Sya. "kenapa ini? kok jadi penurut? " tanya Kevin dengan gemas.
Sya menggeleng-geleng kepalanya hingga Kevin tertawa kembali memeluk Sya.
"ayo kita cari tempat makan.., !" ajak Kevin
"iya.. aku traktir" saut Sya.
"hmm.. ! pasti dong.. aku akan menagih traktiranmu" Kevin menoel-noel pipi Sya.
.
.
kini Sya dan Kevin makan berdua di restaurant dekat bibir pantai.
makan berdua dengan baju couple yang sama membuat mereka jadi pusat perhatian beberapa orang yang makan di tempat itu juga.
"bukannya itu presdir CW Group ya? "
"iya.. kayaknya iya.. kenapa bisa disini ya? "
"lihat perempuannya pakai baju yang sama dengan presdir kaya itu? "
"sudah.. sudah.. mereka pacaran itu, apalagi coba? jangan di liatin terus nanti tuan kaya itu marah besar".
"iya ya.. aku dengar dia memiliki kepribadian buruk"
bisik-bisik beberapa orang yang melewati Sya dan Kevin.
"Tuan? " Sya memegang tangan Kevin
"tidak apa..! aku tau kata-kata mereka memang benar..! aku memang dikenal sebagai presdir berkepribadian buruk" bisik Kevin.
"tidak.. tuan tidak seburuk yang mereka pikirkan.. " elak Sya.
"lalu kamu menilaiku bagaimana sayang? " kekeh Kevin
"aku hanya mengatakan kalau tuan itu adalah tuan tembok "
Kevin menggeleng gemas kepalanya sambil mencubit pipi Sya.
.
.
.
__ADS_1