
.
.
beberapa hari kemudian
.
Kevin tengah menghadiri acara penggelangan dana untuk sebuah panti asuhan atas nama perusahaan SYA Group.
Kevin sedang berfoto bersama ketua panti asuhan memegang bingkai cantik tertera jumlah nominal sumbangannya.
"terimakasih tuan...! " ucap ketua panti dengan ramah ke Kevin
mereka berjabat tangan sambil tersenyum ramah satu sama lain
Kevin memiliki asisten baru yang kutu buku dan sangat cermat bekerja
"Rayon". panggil Kevin
"saya tuan" jawab Rayon membenarkan kacamatanya.
"apalagi jadwal kerjaku ? " tanya Kevin
Rayon membuka tabletnya dan menjelaskan secara rinci jadwal Kevin selama 3 jam kedepan.
"siapa namanya? " tanya Kevin menghentikan langkah kakinya melihat ke arah Rayon.
"Nona Damayanti".jawab Rayon
"Damayanti? apa Damayanti yang aku kenal? ". batin Kevin
Kevin menggeleng kepalanya, "tidak mungkin"
"apanya tidak mungkin tuan". tanya Rayon
"tidak.. hanya kepikiran sesuatu". jawab Kevin melanjutkan langkah kakinya.
Rayon mengangguk mengerti sambil mengikuti Kevin yang akan pergi ke Panti asuhan yang di miliki oleh Damayanti itu.
.
.
"apa disini tempatnya? " tanya Kevin
"benar tuan " jawab Rayo melepas seatbeltnya
Rayon keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk tuannya sambil meletakkan tangannya di atas kepala Kevin saat keluar dari mobilnya, Kevin membenarkan jas formalnya dengan mata mengedar melihat sekeliling.
"ayo masuk". ajak Kevin
Rayon menutup pintu dan menekan remot mobil Kevin barulah ia berlari mengejar tuannya yang berjalan cepat memasuki panti asuhan Kasih Bunda di depannya.
Kevin masuk mengucapkan salam menghargai anutan agama anak-anak panti walau Kevin sendiri tidak kuat agama.
"apa saya sedang berhadapan dengan tuan Kevin? " tanya seorang gadis yang terlihat lebih dewasa dari banyaknya anak-anak panti yang sedang bermain saat ini.
bisa Kevin tebak anak itu juga berasal dari panti ini mungkin umurnya masih 22 tahunan dan bagi Kevin tidak mungkin gadis ini penjaga panti.
"ya.. saya Kevin.. bisa bicara dengan Nona Damayanti?" tanya Kevin dengan wajah datarnya.
"bisa tuan.. mari ikut saya". ajak gadis itu.
Kevin dan Rayon mengikuti gadis itu mereka dibawa ke sebuah ruangan dengan ukiran yang terasa tidak asing bagi Kevin
"tidak mungkin ada yang tau pola ini, pola ini ciptaanku siapa yang berani meniru pola ini? apa ini sebuah kebetulan? " batin Kevin
__ADS_1
"silahkan masuk tuan".
"hmm.. " balas Kevin menunduk sedikit.
Kevin dan Rayon masuk ke ruangan itu, mata Kevin mengedar melihat sekeliling yang memiliki ukiran yang sama dengan ukiran diluar tadi.
Kevin masih belum menyadarinya, dia masih bertanya-tanya kenapa dengan penjaga panti ini bisa sama dengannya yang tau bentuk ukiran indah itu.
Kevin sering menyebutnya Pola abstrak tapi anehnya Pola abstrak yang ada di dinding milik panti itu benar-benar pas sekali dengan detail miliknya.
"selamat siang". sapa Rayon
Kevin tersadar melihat Rayon lalu menoleh ke arah tatapan Rayon.
mata mereka bertemu pandang, wajah bingung Kevin tadi berubah dingin ia ingin sekali mencekik wanita di depannya tapi mengingat hadiah setelah di selingkuhi oleh wanita ini membuatnya bertemu dengan Sya yang 1000 kali lipat lebih baik darinya.
"lama tidak berjumpa tuan Kevin Candrawinata". sapa Damayanti dengan ramah mengulurkan tangannya ke Kevin.
Kevin menatap datar tangan itu malah menyimpan tangannya di dalam saku celananya.
"apa maumu sebenarnya? kau sengaja melakukan ini?" tanya Kevin dengan dingin
Rayon terdiam melihat tatapan tak biasa dimata tuannya itu terlebih lagi wanita di depannya tengah menatap penuh kerinduan pada tuannya.
"aku tidak merencanakan ini Kevin... aku sudah lama bekerja disini dan sejak dulu panti ini sudah bekerja sama dengan pimpinan SYA Group sebelumnya, kamu jadi pemimpin SYA group yang baru".
"lalu? "
"aku sama sekali tidak merencanakan ini, aku kaget melihat di TV kamu jadi Presdir utama SYA Group.."
"kita langsung to the point saja". Kevin melirik ke arah Rayon.
"kau selesaikan dengannya Ray..! aku tidak mau berbicara dengannya". titah Kevin langsung keluar dari ruangan Amma.
"Kevin? " Amma hendak mengejar Kevin tapi Rayon menghalanginya.
Rayon tidak tau masalah tuannya dengan wanita didepannya tapi yang pasti Rayon tau kalau hubungan Kevin dengan Amma tidaklah baik hingga Kevin memilih menjauhinya.
Amma tidak bisa apa-apa hanya bisa mengangguk pasrah.
menyesal? sudah pasti tapi ia tidak punya keberanian menunjukkan diri ke Kevin setelah umur pernikahannya dengan pria pilihannya tidaklah panjang.
Amma menikah dengan pria pilihannya hingga memiliki anak tapi meninggal di umur 3 tahun, suaminya memilih menikah dengan perempuan lain saat Amma tidak bisa lagi memiliki anak karna rahimnya harus diangkat saat kelahiran anak pertamanya.
Amma sangat terpukul hingga ia memilih bergabung dengan panti asuhan karna Amma ingin membesarkan anak-anak panti yang tidak memiliki orangtua.
.
.
"bagaimana? " tanya Kevin dengan mata terpejam.
"sudah selesai tuan". jawab Rayon menunjukkan berkas pentingnya.
"ayo jalan". ajak Kevin
Rayon tidak berkata-kata lagi hanya menuruti perkataan Kevin.
setibanya di rumah
Kevin yang tadinya dingin berubah seketika melihat wanita hamil tengah menunggunya ditengah terik matahari.
Kevin terkekeh gemas melihat tingkah Sya yang berpayung di siang hari padahal tidak hujan.
Kevin melupakan Amma karna melihat Sya.
"mas? " Sya datang memayungi suaminya.
__ADS_1
Kevin mengambil alih payungnya dan merangkul bahu Sya untuk masuk ke rumahnya sedangkan Rayon memarkirkan mobil tuannya dan pulang naik taksi.
.
.
di meja makan
"mas tau saat mas bilang mau pulang cepat aku senang sekali.. aku masak banyak untuk mas loh".
Kevin terus saja tersenyum memperhatikan Sya yang makin lama makin bawel saja dimatanya.
"mas kenapa sih? kok dari tadi diam aja? " tanya Sya keheranan.
"apa hubungan SYA Group dengan panti asuhan Kasih Bunda sudah lama? " tanya Kevin serius.
"Kasih bunda? " beo Sya tampak berpikir.
"panti asuhan? " sambungnya lagi
Kevin mengangguk.
"aaah... iya.. mami pernah bilang kalau dia buat banyak baju untuk anak-anak panti asuhan Kasih bunda, tapi apa hubungannya dengan pertanyaan mas? "
"wanita itu Amma, wanita yang pernah ada dimasa laluku".
"hah? mas bertemu dengannya? " tanya Sya kaget.
"kamu tau dia? " tanya Kevin.
"sebenarnya aku melihatnya beberapa hari yang lalu saat kita ke acara pesta pernikahan rekan kerjamu, tapi saat itu aku berusaha melindungimu supaya dia tidak mendekatimu".
Kevin serius mendengarkannya.
"apa dia ada disana malam itu? " tanya Kevin dibalas anggukan oleh Sya
"ck..! aku tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi".
"itu sebabnya mas diam aja sejak tadi? dia membuat mood mas hancur? " tanya Sya bangkit dan duduk di pangkuan Kevin
Kevin memeluk Sya dengan mesra walau harus terganjal dengan perut Sya.
"terimakasih saat itu kamu melindungiku sayang".
"kamu tidak marah kan? " tanya Sya
"kenapa aku marah? malah aku yang marah tadi bertemu dengannya tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karna kerja sama perusahaan papi sudah lama membantu panti asuhan itu, aku tidak mungkin memberhentikannya hanya karna masalah pribadiku".
"mas tidak perlu membuat keputusan itu, cukup hindari saja itu sudah cukup untukku mas".
Kevin tersenyum kembali memeluk Sya sambil memejamkan matanya.
"mas.. udah ya.. mas harus makan demi anak kita". Sya melepaskan pelukannya dengan Kevin lalu mengambil piring makan Kevin.
Sya masih duduk di pangkuan Kevin ia dengan sigap menyuapi suaminya makan sambil tersenyum hangat.
betapa beruntungnya Kevin memiliki Sya.
.
.
.
selamat beraktifitas...!
.
__ADS_1
.