
.
.
Ke esokan harinya.
Kevin benar-benar membawa Sya ke rumah pak penghulu dan pergi ke Mushola
Laila, Noman dan Ida juga datang ke mushola itu,
"sebentar lagi papa dan mama Kevin akan datang pa.." ujar Kevin merasa tidak enak ke Noman dan Laila
"tidak apa..! kami tau apa yang sedang menimpa keluargamu tadi malam" jawab Laila
"tidak perlu semendadak ini juga kan? apa kamu tidak lelah nak? " tanya Noman.
"tidak pa..! Kevin tidak tau apa saja kesibukan Kevin kedepannya jadi sekarang Kevin tidak pernah mau menyia-nyiakan waktu" jelas Kevin
Noman mengangguk mengerti mendengarnya, tak lama kemudian Bama Candrawinata dan ratih datang ke mushola.
Bama dan ratih meminta maaf pada besannya telah membuat lama menunggu, Sya masuk ke mushola dengan balutan kebaya nan indah di tubuhnya, betapa cantiknya Sya saat ini.
"cantik sekali menantu mama ya pa? " Ratih memegang lengan Bama dengan gemas.
Bama melihat ke arah Kevin yang tampak tercengang melihat Sya, sebelumnya Sya memang sangat cantik tapi kali ini entah apa yang berbeda dari wajah Sya hingga Kevin begitu takjub melihatnya.
Ida tersenyum lebar melihat Sya yang terlihat begitu bersinar karna hatinya bahagia saat ini begitu juga Laila dan Noman.
"bisa kita mulai acaranya? " tanya pak penghulu.
"eeh.. bisa pak.. bisa" Kevin beralih ke pak penghulu dengan kikuk.
Ijab kabul digelar saat itu juga, Noman menjabat tangan Kevin melantunkan kata-kata yang di ajarkan pak penghulu tadinya.
"bagaimana sah? "
"sah... " jawab semua yang ada di mushola dianggap sebagai saksi.
akhirnya Kevin dan Sya telah menikah walau belum resepsi, itu belakangan pun tidak masalah, Kevin hanya mau mengikat gadis culunnya itu menjadi miliknya seutuhnya supaya tidak ada yang mengambil Sya lagi darinya.
Kevin dan Sya saling pandang, Kevin mengecup kening Sya dengan lama lalu Sya mengecup punggung tangan Kevin.
"selamat kalian telah sah menjadi sepasang suami istri..! " ucap pak penghulu dengan senyuman ikut merasakan kebahagiaan kedua pasangan itu.
Ratih mengeluarkan cincin pernikahan yang di titipkan Kevin tadi sebelum berangkat ke mushola padanya, lalu Kevin dan Sya tukar cincin.
"silahkan tanda tangani buku nikah kalian nak" pinta pak penghulu.
Sya dan Kevin kembali duduk dan menandatangi buku nikah lalu dapat arahan dari pak penghulu mengenai bina rumah tangga yang sakinah.
.
.
kini 2 keluarga yang telah bersatu itu makan bersama di restaurant dan pasti makan di ruangan privat,
"Kevin benar alergi sentuhan perempuan jeng? " tanya Laila yang memang sudah akrab dengan Ratih.
Ratih termasuk pelanggan setianya di toko butiknya jadi tidak butuh waktu lama untuk lebih akrab
__ADS_1
"iya jeng Laila.. dr. Rangga mengatakan otaknya merespon tubuhnya yang terkena mental akibat perbuatan mantannya dulu" jelas Ratih.
"sudah.. sudah.. kenapa ibu-ibu ini malah gosip nih? " potong Noman
"istriku memang begitu" sambung Bama.
Kevin menggenggam tangan Sya dibawah meja, sedangkan Sya hanya tersenyum cerah di samping Kevin.
impian besar Sya adalah bisa menikah dengan pria yang mencintainya dengan tulus entah kenapa ia merasakan hati Kevin yang memang tulus padanya apalagi Kevin punya kekurangan tersendiri walau semua orang men cap Kevin sebagai pria sempurna.
.
.
setelah makan siang Kevin membawa Sya ke apartemennya.
"kenapa buru-buru pulang sih? " tanya Sya merasa heran.
Kevin menyeringai licik langsung menggendong Sya yang terpekik seketika.
"mau apa mas? " tanya Sya kebingungan.
"minta hak ku sebagai seorang suami" jawab Kevin mengecup singkat bibir Sya.
Sya membatu mendengarnya, "siang-siang begini? " protes Sya.
"iya.. lagian kamar kita AC sayang.. jadi jangan khawatir akan kepanasan " jawab Kevin menyeringai.
Sya tak bisa apa-apa hanya bisa mengalungkan tangannya di leher Kevin dan pastinya pasrah dengan apa yang akan dilakukan Kevin nantinya.
Sya kan telah sah menjadi istri Kevin Candrawinata, tubuhnya memang haknya kan? tidak ada alasan buat Sya menolak seperti biasa.
Kevin menidurkan Sya secara perlahan di ranjangnya, Sya mengedarkan pandangannya.
"kenapa? " tanya Kevin yang tau Sya sangat gugup saat ini.
"panas.. " elas Sya mengipas-ngipasi wajahnya yang berkeringat.
Kevin menambah AC kamarnya menjadi lebih dingin,
"jangan tegang sayang..! aku akan lakukan secara perlahan" bisik Kevin.
Sya mengangguk patah-patah, Sya terbelalak melihat Kevin melepaskan jasnya, dasi serta kemejanya hingga mata Sya tak lepas memandang tubuh gagah Kevin itu.
glek..
"pegang saja sayang! jangan ragu ! aku milikmu mulai detik ini" senyum lebar Kevin
dengan tangan gemetar Sya meraba tubuh Kevin yang sangat keras hingga Sya menilai Kevin sangat sexy.
"sudah bermain-mainnya? " tanya Kevin dengan senyum nakalnya.
Sya merona menatap wajah Kevin, perlahan Kevin mencium kening Sya memberi ketenangan supaya gadis yang telah menjadi istrinya tak lagi tegang seperti sekarang.
saat Kevin membuka satu persatu kancing kebaya Sya, tubuh Sya kembali gemetar pelan,
cerita-cerita saat di kampusnya di Amerika memberi tau bagaimana rasa sakitnya malam pertama terngiang-ngiang di kepalanya, tapi kali ini bukan malam pertama melainkan siang pertama.
Kevin seakan sengaja melakukannya lebih cepat tanpa menunggu lama.
__ADS_1
persekian detiknya kebaya Sya telah lepas dari tubuhnya lalu Kevin melepas korset yang mengikat pinggang Sya menjadi lebih ramping.
"apa kamu tidak sesak tadi pas makan? " tanya Kevin cukup heran benda yang mengikat perut Sya.
"iya.. tapi sekarang udah jauh lebih baik karna mas udah bukain nya untukku" jawab Sya merona malu.
"Mas? kenapa jantungku berdebar ya? " gumam Kevin melirik posisi jantungnya berada.
Sya tersenyum lebar, pipinya yang merah benar-benar menggemaskan.
Kevin mengecup wajah Sya lalu mengecup lama leher Sya hingga Kevin mulai menyed*t, mengem*t leher Sya tanpa sadar bibir Sya mengeluarkan des*h*n lembut.
Kevin makin terbakar gairah ia mengangkat tubuh Sya dan melepas pengait bra Sya hingga terpampanglah benda kenyal nan menantang itu.
Sya memalingkan wajahnya dan Sya terpekik pelan saat Kevin begitu buas menyergab bu*h dad*nya itu yang di permainkan oleh Kevin hingga tubuh Sya menggelinjang membentuk tali busur tanpa sadar tangannya mencengkram rambut Kevin.
cukup lama pemanasan suara telfon mengganggu mereka hingga Kevin menggeram kesal dengan si penelfon.
Sya menutupi tubuhnya yang kini sudah setengah polos, wajahnya merah seperti kepiting rebus saat ini.
Kevin ingin memaki si penelfon dan matanya seakan mau keluar dari sarangnya saat sang mertuanya lah yang menelfonnya.
"siapa mas? " tanya Sya
"papa" jawab Kevin
"sebentar sayang..! aku angkat ini ya?" izin Kevin dibalas anggukan oleh Sya.
Kevin mengangkatnya di samping Sya yang tengah malu menutupi sebagian tubuhnya.
Kevin bahkan tak nyaman dengan celananya saat ini tapi saat melihat di layar HPnya sang mertua yang menelfon bisa apa dirinya?
"halo pa? " sapa Kevin dengan suara beratnya masih ada sisa kabut gairahnya tadi bersama Sya.
"kemana Sya Vin? kenapa telfonnya tidak diangkat? " tanya Noman.
"Sya sama Kevin Pa..! " jawab Kevin.
"kamu ya? jangan macam-macam pada Sya Kevin..! kalian harus melakukannya di malam hari.. " perintah Noman.
Kevin menjambak rambutnya frustasi.
"kenapa harus malam hari pa? " tanya Kevin sebagai bentuk protesnya.
"mau protes? kemari kalian...! " perintah Noman menggema lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
Sya menatap kasihan ke arah Kevin, walaupun tubuhnya panas saat ini tapi ia tau Kevin lah yang paling menderita saat ini.
.
.
.
besok lagi ya..! semoga Othor dapat secercah ide untuk membuat MP nya yang manis tapi tidak terlalu mencolok.. gimana ya bilangnya? hehe.. pokoknya mudah-mudahan othor dapat bala tentara bantuan... haha..
.
.
__ADS_1
.