Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
keputusan


__ADS_3

.


.


bukannya menemui Sya di dalam rumah, Kevin malah meringkuk di dapur memakan mangga mudanya dengan nikmat.


"mas? " panggil Sya dengan mata mengedar.


Sya yakin tadi mendengar suara mobil tapi kenapa suaminya tidak juga muncul hal itu membuat Sya bertanya-tanya keheranan.


Sya mencari suaminya demi memastikan pendengarannya tidak salah.


"mas? " Sya menganga lebar melihat Kevin tengah makan mangga muda dengan garam di dapur..


"apa kamu hamil sayang? " tanya Kevin dengan gamblangnya.


"hah? kok mas tau? " tanya Sya melotot tak percaya


"aku tadi mual-mual terus tiba-tiba pengen makan mangga muda". jawab Kevin sambil mendekat ke arah Sya dan mencium kening istrinya begitu lama.


Sya tersenyum lebar seketika, "tadinya aku mau kasih kejutan tapi mas udah tau duluan".


Kevin tersenyum mengucapkan syukur lalu memeluk Sya begitu mesra.


"apa mas tidak kesulitan nanti? " tanya Sya penasaran


"kesulitan bagaimana sayang? " tanya Kevin balik.


"mas seharusnya bisa bekerja dengan baik tapi malah mas yang merasakan mual dan ngidamnya".


"tidak masalah bagiku sayang, justru aku senang bisa merasakan kehamilanmu". jawab Kevin dengan serius.


Sya memeluk manja Kevin, "aku senang sekali akhirnya bisa memberi mas anak".


Kevin tersenyum tipis membalas pelukan Sya,


"tapi aku tidak suka Bayu yang duluan bisa membuat Wiwin hamil duluan dari ku". keluh Kevin


Sya tergelak mendengarnya, "biarkan saja mas..! lagian tidak berapa lama dari Wiwin hamil aku sekarang hamil juga".


Kevin mengangguk-ngangguk mendengarnya sambil memeluk Sya lagi.


senang sekali Kevin saat tau Sya hamil, ia lebih senang lagi saat dirinya lah yang tengah merasakan kehamilan Sya.


kebahagiaan mereka makin lengkap saat Sya hamil, Kevin makin memanjakan istrinya walau Kevin lah yang merasa mual dan ngidamnya juga.


Kevin malah menikmati itu tidak peduli apa kata orang lain nanti melihatnya mual-mual.


"kita ke dokter sayang! " pinta Kevin memelas.


detik itu juga Kevin membawa istrinya ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter kandungan.


"bagaimana keadaan anak saya dok? " tanya Kevin semangat.

__ADS_1


"bagus tuan.. apa tuan mau melihat anak tuan? " tanya dokter kandungan sopan.


Kevin dan Sya saling pandang tidak mengerti bagaimana cara melihat anak di dalam perutnya.


.


.


Kevin berkaca-kaca haru melihat pemandangan di layar monitor, ia terharu melihat anaknya di dalam perut Sya.


berkat penjelasan dokter, Kevin mengerti tahap kehamilan Sya yang saat ini masih sangat muda dan rentan keguguran.


Sya tersenyum haru melihat layar monitor dimana ia bisa melihat betapa kecilnya anaknya sekarang.


Sya berjanji akan menjaga anaknya dengan baik dan tidak akan membiarkan terjadi sesuatu dengan anaknya.


.


.


Kevin mendatangi keluarga Sya terlebih dahulu, alangkah tidak sopannya bagi Kevin kalau memberi tau kabar bahagia itu lewat telfon.


"syukurlah..! mami senang sayang". Laila memeluk Sya dengan gemas.


Ida juga tersenyum lebar di samping Laila, berkat permintaan Kevin yang ingin memberi kabar baik jadi Ida harus hadir karna bagian dari keluarga Sya juga.


Noman tak kalah bahagia mendengarnya.


"papi ada permintaan padamu nak". pinta Noman serius menatap Kevin


"Iya pi". jawab Kevin yang kini sudah terbiasa memanggil Noman dan Laila Papi Mami sama seperti Sya.


"ambil alih SYA Group".


Kevin terhenyak mendengarnya, "tapi Pi..."


"kamu suami Sya, kami tidak punya anak laki-laki tapi tidak mungkin memaksa Sya menjadi Presdir SYA Group..! Papi mohon relakan CW Group berikan saja pada kakakmu yang kini ada di penjara"


"kalian kakak beradik harus bisa saling mengandalkan satu sama lain, apalagi Sya sedang hamil tanamkan kebaikan sebanyak-banyaknya, maafkan kesalahan abangmu itu supaya hidupmu bahagia".


"iya nak.. kalaupun abang mu bebas dari penjara dia tidak akan bisa diterima di bekerja dimanapun karna sudah pernah masuk penjara.. apa kamu tidak kasihan masa depan abangmu nak? " sambung Laila juga.


Kevin tampak berpikir lalu melihat ke arah Sya yang tersenyum lembut padanya.


"tidurlah disini satu malam, papi memberimu waktu untuk berpikir semalaman ini". titah Noman.


.


"kenapa mas? " tanya Sya mengelus punggung Kevin


"apa aku bisa sayang? aku kasihan sama abang tapi dia tidak juga meminta maaf padaku sampai sekarang".


"mas.. terkadang meminta maaf itu hal yang sangat sulit sangat sulit apalagi saat ada rasa penyesalan, awalnya aku benci sama Manohara itu tapi kalau dipikir-pikir dia itu hanya iri saja dengan apa yang kamu miliki mas"

__ADS_1


"harga dirinya itu terlalu tinggi untuk meminta maaf padamu mas". kekeh Sya.


"apa aku maafkan saja sayang? " tanya Kevin


"iya mas.. sebenarnya aku percaya kamu bisa menggabungkan SYA Group dan CW Group tapi ada masa depan seseorang yang akan hancur karna keegoisan kita.. aku harap kamu bisa bijak dalam mengambil keputusan mas".


Kevin merentangkan tangannya dan Sya memeluk Kevin dengan gemas.


Kevin mencium kening Sya dengan raut wajah serius, ia sedang berpikir keras saat ini.


Kevin tidak bisa tidur semalaman memikirkannya dan mengingat lagi apa yang pernah Mano korbankan untuknya.


"yaa... aku harus maafkan abang! aku bisa mengajarinya kan? aku harus memaafkannya". batin Kevin mengangguk pelan.


Kevin yakin abang tirinya itu baik hanya saja karna rasa iri nya itulah yang membuatnya merasa terhina, Kevin hanya anak angkat tapi dirinya yang dipercaya jadi Presdir CW Group sementara Mano anak kandung malah di sampingkan.


.


.


"kamu yakin Nak? " tanya Bama serius.


"iya pa.. maafkan Kevin! sebenarnya abang yang pantas menduduki posisi Presdir utama CW Group, Kevin hanya mau abang meminta maaf dan memulai semuanya dari awal tapi sampai sekarang abang tidak meminta maaf".


Bama menepuk-nepuk pundaknya Kevin.


"kamu pantas karna ini nak.. Papa suka jiwa mu yang tidak haus kekuasaan itu hanya ingin melakukan yang terbaik dengan tugas yang papa berikan".


Ratih berkaca-kaca mendengarnya.


"mama? " Kevin kaget melihat Ratih ada di ruangan ini juga.


Ratih memeluk Kevin dengan erat,


"mama minta maaf mewakili abangmu nak.. maafkan mama".


"mama tidak perlu meminta maaf.. tidak perlu". Kevin mengelus-ngelus punggung Ratih.


Bama bangga memiliki putra seperti Kevin, walau bukan anak kandung nya tapi rasanya bangga sekali Bama punya anak seperti Kevin.


sebenarnya Kevin bisa saja menggabungkan SYA Group dan CW Group hingga menjadi Perusahaan raksasa yang akan disegani banyak negara.


Reyhan mendengar pembicaraan mereka dan merekamnya, Reyhan langsung pergi dari sana menemui Manohan Candrawinata di dalam penjara.


"abang Kevin berencana akan mengeluarkan abang dari penjara, bahkan dia mengatakan pada papa kalau dia akan memberikan posisi Presdir utama pada abang, apa abang tidak mau meminta maaf sama Bang Kevin?"


Mano terdiam mendengar cerita Reyhan, sebenarnya Mano menyesal bahkan sangat menyesal tapi ia merasa terlalu mudah baginya bebas karna meminta maaf pada Kevin.


Mano tidak mau meminta maaf pada Kevin sebab ingin berada di penjara, karna rasa bersalahnya itu terlalu malu bagi Mano hanya untuk sekedar meminta maaf pada adiknya itu.


Mano melakukan kesalahan fatal mencoba membunuh adiknya sendiri bagaimana bisa Kevin memaafkannya dengan hanya mengucapkan kata Maaf dan memulainya dari awal, mana mungkin Mano punya keberanian meminta maaf lebih baik baginya di penjara saja sebagai hukuman atas perbuatannya itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2