
"Ayo makan," ucap Sherina ke setrika Sudah beberapa saat para pelayan meninggalkan mereka dan makanan sudah tertata di atas meja.
Karmila menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua pun makan bersama sembari terus berbincang dengan Gabriel yang ada di sana terus berada dalam kekesalannya menatap kedua gadis di depannya.
"Tidakkah kalian menghentikan cerita kalian karena tidak baik berbicara di depan makanan," ucap Gabriel ketika dia sudah tidak tahan lagi melihat tingkah kedua gadis itu.
Tetapi kemudian Sherina hanya menatap sekilas pada Gabriel lalu kembali menatap Karmila sambil berkata, "aku juga dengar kalau ada barang keluaran baru di sana, kita bisa pergi ke toko itu di hari sabtu, saat itu sekolah sedang libur Jadi kita bisa seharian baru berbelanja sana."
"Ah ya, hari Sabtu itu Aku tidak ada kegiatan, jadi kita bisa pergi bersama-sama. Nanti kita bicarakan juga di dalam grup untuk mengajak semua teman-teman yang lain," ucap Karmila langsung diangguki Sherina dengan sangat antusias.
Sementara dia Gabriel yang melihat itu, dia menjadi semakin kesal sehingga pria itu hanya bisa berdiri dan berkata, "aku ke toilet dulu."
__ADS_1
Ketika Gabriel berpikir bahwa kedua gadis itu mungkin akan mengganggukan kepalanya atau mengatakan sesuatu untuk menyekolah Tetapi dia melihat bahwa keduanya tidak memperdulikannya hingga membuat Gabriel semakin kesal dan berjalan ke arah toilet.
Baru saja pria itu pergi ke rumah Sherina langsung tertawa, "ha ha ha.. dia pasti sangat kesal, karena kita tidak memperdulikannya sedari tadi padahal dia sudah dua kali bertanya tentang kau yang menyukai pria lain. Dia benar-benar bodoh," ucap Sherina membuat Karmila juga ikut tertawa kecil bersama dengan gadis itu.
"Hm,, iya benar-benar lucu, tapi aku tidak menyangka kalau kalian berdua benar-benar sepupuan. Kau sangat cantik dan sangat berbakat dalam matematika, jadi aku pikir kau tidak mungkin memiliki hubungan dengan pria seperti Gabriel." Ucap Karmila yang memang sangat terkejut mengetahui hubungan kedua orang itu, padahal dia melihat di dalam kelas bahwa keduanya bahkan tidak pernah saling berbicara tapi ternyata di luar sekolah keduanya cukuplah akrab.
"Hm,," Sherina melebarkan senyumnya, "ya, Kami memang sangat berbeda, tapi itu sangat jelas karena kami berdua hanyalah sepupuan. Bahkan bukan sepupu dekat, kakek dan nenek kami lah yang merupakan saudara. Tapi, aku dan orang tua Gabriel itu sangat dekat juga karena dulu waktu kecil aku pernah tinggal di rumah mereka selama 2 tahun." Ucap Sherina kembali mengingat masa-masa ketika dia tinggal bersama Gabriel dan kelakuan mereka setiap hari ialah bertengkar.
Sherina menganggukkan kepalanya, "kau akan terkejut kalau aku memberitahumu alasan kenapa dia tidak ingin ikut bersama orang tuanya ke luar negeri." Ucap Sherina benar-benar membuat Karmila penasaran sehingga dia menatap Sherina dengan raut wajah penasarannya.
"Memangnya Apa alasannya?" Tanya Karmila.
__ADS_1
"Kau harus tahu, kalau orang tua ga pria sudah berada di luar negeri selama 1 tahun lebih, sejak kami masuk SMA. Saat itu, baru satu bulan di SMA dan orang tua Gabriel sudah harus pergi ke luar negeri, tetapi Gabriel menentang kepergian orang tuanya ke luar negeri. Namun karena itu urusan yang tidak dapat ditinggalkan, maka kedua orang tua Gabriel bersikeras untuk pergi ke luar negeri. Namun Gabriel tetap tinggal di dalam negeri hanya dengan satu alasan,,,, karena dia melihatmu di taman hiburan." Ucap Sherina benar-benar membuat Karmila mengerutkan keningnya.
"Jadi Karena Dia melihatku di taman hiburan maka dia tidak jadi ke luar negeri?" Tanya Karmila sembari mengingat foto dirinya yang bersama dengan Doraemon di taman hiburan.
Yang mana Gabriel memberitahunya bahwa itu ialah foto milik mereka berdua.
Sherina menganggukkan kepalanya, "itu benar," ucap Sherina sembari menoleh ke arah Gabriel yang kini melangkah mendekati mereka.
Karmila pun mengikuti pandangan Sherina ke arah Gabriel dengan jantung yang berdegup amat kencang.
Beberapa saat terdiam memandangi Gabriel ketika tiba-tiba Karmila merasakan hembusan nafas di dekat telinganya yang mana saat itu sherinala yang mendekatkan bibirnya ke telinga Karmila.
__ADS_1
Gadis itu pun berbisik, katanya, "dia bersikeras tetap tinggal di dalam negeri Karena dia takut kau mungkin akan melirik pria lain selain dirinya," ucap Sherina yang jelas tahu bahwa Gabriel terus memperhatikan Karmila meski Gabriel melakukannya secara diam-diam