
.
.
ke esokan harinya.
Sya membeli perlengkapan memasak untuk dapur sebenarnya Sya tidak diizinkan keluar tapi Sya percaya dirinya akan baik-baik saja dengan penampilan culunnya itu.
"hai..? "
Sya terlonjak kaget lalu menoleh ke asal suara lalu mengerutkan keningnya melihat pria didepannya.
"kau siapa? " tanya Sya melangkah mundur.
"kau tidak mengenaliku Sya? " tanya Haris melangkah maju
"kau tau namaku? " tanya Sya seakan tidak percaya.
Sya memperhatikan penampilan Haris yang kumuh, ia benar-benar tidak mengenal Haris saat ini.
Haris sekarang jadi sangat kurus, tubuhnya juga tidak lagi berbentuk dan juga kulitnya makin menghitam rambut berantakannya sudah persis seperti gembel jalanan.
"aku tidak tau siapa kau? bagaimana kau bisa masuk di tempat seperti ini? "
Sya mengedarkan pandangannya melihat sekeliling.
"aku mengenalmu.. sangat mengenalmu Syamita". ujar Haris
Sya melebarkan matanya ke arah pria asing itu.
"siapa kau? " tanya Sya tak percaya ada pria asing yang mengenalinya dengan penampilan culunnya itu.
"aku? pacarmu". jawab Haris
Sya mengerutkan keningnya melihat Haris dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"kau salah orang..! aku tidak mengenalmu sama sekali". Sya berbalik pergi
Haris mengejar Sya dan memegang tangan Sya.
Sya menepis tangan pria gila itu.
Plak...!
Sya menampar Haris dengan marah.
"aku bilang kau salah orang...! aku tidak pernah punya pacar jadi jangan asal bicara aja jadi orang".
"satpam.. satpam...! " teriak Sya
para satpam yang di panggil Sya pun datang.
"ada apa Nona? "
"bagaimana bisa kalian membiarkan pria gembel ini masuk? dia mengoceh gila mengatakan aku ini pacarnya.. ck.. perempuan culun sepertiku punya pacar? mana mungkin".
"baik Nona".
Haris berusaha melepaskan diri dari satpam-satpam itu.
"Sya..Sya.. ini aku Haris sya! kamu tidak ingat aku? Sya aku tau itu kamu pacar gendutku... Sya.. Sya". teriak Haris
Sya yang sedang berbalik membeku seketika, ia menoleh secara perlahan melihat Haris lagi.
"Haris? ". gumam Sya
"Sya..? aku Haris.. Sya ? bantu Aku Sya.. ". teriak Haris histeris.
Haris jadi tontonan banyak orang bahkan ada beberapa orang disana menutup hidung masing-masing tidak suka bau gembel di supermarket itu
"bagaimana bisa ada gembel di sini? "
"penjagaannya tidak ketat"
"satpamnya tidak becus".
"apa dia datang untuk mencuri? "
__ADS_1
banyak gosip-gosip diluar sana
sedangkan Sya berpura-pura tidak mengenali Haris dan memilih beraktifitas belanja seperti biasa.
"Haris? dia Haris? bagaimana bisa? dia sang....? "
gumam-gumam Sya menggantung seketika teringat awal pertemuannya dengan Haris.
Sya membekap mulutnya seketika,
"mas Kevin benar-benar membuatnya kembali ke posisi semula". gumam Sya akhirnya mengerti
Sya bahagia hidup bersama Kevin hingga tidak mengingat masa lalunya lagi jadi lupa bagaimana Haris dulu sebelum mengenalnya.
"aku benar-benar bodoh". gumam Sya teringat masa-masa nya dulu.
.
ke esokan harinya Sya datang ke cafe untuk meminum kopi dan lagi-lagi ada keributan di luar sana.
Sya berusaha untuk tidak peduli.
"lepaskan aku.. aku hanya ingin bertemu pacarku.. lepaskan aku.. Sya.. sya. aku datang Sya.. Sya?? "
Sya terlonjak kaget mendengarnya.
"tidak ada wanita namanya Sya disini". teriak satpam
Sya segera berlari ke toilet didalam toilet ia melepaskan kacamata tebalnya dan melepas kepangan rambutnya secepat kilat.
Sya menyisir rambutnya dengan jari-jarinya yang lentik.
"apa dia seorang Stalker? bagaimana bisa dia datang juga kesini? ". geram Sya mencuci wajahnya.
Sya keluar dari toilet dan kembali duduk di meja nya tadi.
"itu Sya.. dia pacarku.. lepaskan aku". teriak Haris sempat kaget melihat Sya berubah
semua orang menoleh ke arah Sya lalu tertawa seketika.
"kenapa dibiarkan masuk? "
"dasar gembel"
"aku bukan gembel.. dia Sya pacarku..Sya.. Sya... ". teriak Haris.
"apa kamu mengenal Pria gembel itu dek? " tanya salah satu dari pelanggan Cafe melihat Sya.
Sya menoleh ke Haris dengan pandangan tak mengerti sekaligus pandangan polosnya.
"tidak.. aku sama sekali tidak mengenalnya". jawab Sya senatural mungkin
"tuh kan.. dia aja tidak mengenal gembel itu.. usir aja"
"Sya.. aku Haris Sya.. Sya? " teriak Haris dengan menggila.
Haris benar-benar kehilangan kewarasannya saat ini, mungkin dia akan benar-benar Gila karna sudah tidak punya tujuan lagi untuk hidup.
Sya di tenangi oleh banyak orang di dalam cafe itu karna merasa kasihan Sya di dekati gembel yang mengaku-ngaku pacarnya.
"terimakasih". ucap Sya sambil tersenyum
tak berapa lama kemudian Sya terkejut melihat Kevin ada di tempatnya saat ini.
"sayang? " Kevin berjongkok di depan Sya sambil menangkup pipi Sya.
"apa kamu baik-baik aja? aku mendengarnya tadi.. dimana pria sinting itu? "
Sya tersenyum mengelus pipi Kevin,
"aku sudah mengatasinya mas.. ".
"kamu ngapain disini sayang? " tanya Kevin duduk di depan Sya
"aku menunggu jodohku". jawab Sya asal.
"siapa jodohmu? " tanya Kevin mulai berubah datar.
__ADS_1
Sya terkikik melihat wajah datar Kevin yang sedang cemburu.
"ini jodohku". Sya menunjuk Kevin
"mas mau pesan apa? " tanya Sya dengan manis mendekatkan kursinya dengan Kevin.
Sya menduselkan kepalanya di lengan kekar suaminya, Kevin yang tadinya marah malah tidak jadi marah mendengar gosip iri orang disekelilingnya juga melihat mereka dengan kagum.
"aku mau kamu aja sayang". bisik Kevin
"mas aku mau buka tempat seperti ini juga". rengek Sya
"ha? "
"aku juga mau buat Cafe ada tempat karokeannya juga.. aku dan Wiwin suka menyanyi mas". jelas Sya menggebu
Kevin awalnya tidak mengerti tapi lama kelamaan ia pun mengerti jadinya.
"baiklah sayang.. aku akan buatkan untukmu". jawab Kevin sambil tersenyum
"makasih mas " manja Sya memeluk Kevin
"tapi tunggu..! " Kevin baru menyadari sesuatu.
"kenapa penampilanmu seperti ini? mana kacamata tebalmu sayang? terus kenapa rambut indahmu di gerai? kan aku udah bilang jangan berpenampilan cantik keluar dari rumah".
Sya gelagapan seketika sedangkan yang lain tertawa gemas dengan tingkah Kevin yang cemburu melihat kekasih hatinya malah berpenampilan cantik.
"tadi itu ada Haris mas.. aku mau balas dendam dan menunjukkan padanya kalau aku tidak pantas bersamanya.. aku sudah cantik, Kaya, langsing aku bukan gadis bodoh seperti dulu lagi"
Kevin menghela nafas panjang.
"aku akan pastikan pria itu masuk dalam rumah sakit jiwa".
"mas beneran mau masukin dia ke rumah sakit jiwa? " tanya Sya tak percaya.
"kenapa? kamu tidak percaya sayang? " tanya Kevin
"bukan tidak percaya mas.. tapi dia kan waras". kekeh Sya
"bagi seorang Kevin Candrawinata bisa melakukan apa saja sayang.. bahkan orang sehatpun bisa aku masukkan ke rumah sakit jiwa membuatnya benar-benar sakit jiwa ".
Sya merinding mendengarnya.
"baiklah mas..! terserah mas aja, aku akan mengikuti apa yang mas katakan, asalkan dia tidak lagi menggangguku"
"nah begitu baru istriku yang patuh dan menggemaskan! aku tidak akan membiarkan 1 lalat pun menempel padamu sayang, kamu hanya milikku".
Sya menyeringai lebar dengan manja lagi memeluk Kevin.
"aku tidak sabar mengandung anakmu mas".
"mari kita buat lagi.. disamping ada hotel".
Sya mendongak.
"baju ganti ku nanti bagaimana? " tanya Sya
"aman itu sayang". gemas Kevin
Sya mengangguk dan langsung membayar minuman serta makanan yang Sya pesan tadi, Kevin menggandeng tangan Sya keluar dari Cafe itu berjalan menuju hotel disamping Cafe.
walau hotelnya tidak besar tapi bisa untuk bercint* kan? Kevin yang selalu ketagihan dengan tubuh Sya begitu juga Sya yang ingin cepat mengandung anak Kevin.
.
.
.
terimakasih... jangan lupa like nya ya? selamat beraktifitas..
.
.
.
__ADS_1