
.
.
hari pelantikan ulang Presdir utama telah tiba, Mano dapat dukungan kuat dari semua pemegang saham CW Group.
"terimakasih.. terimakasih...! " ucap Mano dengan sok ramahnya.
Bama Candrawinata tiba di Aula besar CW Group dengan istrinya Ratih, Reyhan Candrawinata adik bungsu Manohan juga datang ke aula itu.
Haris, Chika, Bela juga hadir diacara bergengsi itu hanya Wiwin yang tidak hadir karna masih ada pemotretan di Paris.
Mano tersenyum miring melihat banyaknya orang yang hadir di acara pengangkatannya termasuk perusahaan R Group (Jakky) juga ada di aula itu.
"lihatlah adik angkat..! banyak orang-orang yang mendukungku saat ini dibanding dirimu yang dibenci banyak orang... hahah" batin Mano begitu bangga saat ini.
beberapa wartawan telah memasuki ruangan Aula dan memotret Manohan Candrawinata yang tersenyum ke arah mereka.
Mano memang mudah tersenyum tapi hatinya busuk dan juga otaknya tak secerdas Kevin.
"apa perusahaan akan baik-baik saja dengan putra sulung Candrawinata? " bisik karyawan di belakang para pemegang saham penasaran.
"iya.. selama ini kan tuan Kevin yang mengelola perusahaan, bahkan tuan besar Bama Candrawinata mempercayakan perusahaan ini ke tuan Kevin..! lihatlah perubahannya? Perusahaan CW Group berkembang pesat berkatnya"
"iya.. walau dikenal sebagai Presdir sombong yang berkelakuan buruk karna tutur kata pedasnya itu tapi semua yang dia lakukan untuk kebaikan perusahaan kan? "
"iya.. sedangkan putra sulung CW Group hanya merampas saja bisanya setelah apa yang telah tuan Kevin lakukan.. entah bagaimana nasib perusahaan saat ini"
"percuma...! sepertinya para pemegang saham juga ingin Perusahaan CW Group hancur karna berpihak pada tuan Mano"
Para pemegang saham saling pandang, bayangan dimana Kevin menjadi titik utama perusahaan CW Group yang berkali-kali jatuh karna saingan Perusahaan asing yang begitu hebat. tapi berkat Kevin Perusahaan CW Group langsung membalik keadaan padahal saat itu umur Kevin masih 21 tahun.
"katakan alasan kenapa kamu mengumpulkan kami disini Manohan Candrawinata..! " seru Bama dengan wibawa kepemimpinannya yang masih ada.
Mano mulai menunjukkan ide-ide berliannya jika dipilih menjadi Presdir utama CW Group.
para wartawan merekam penjelasan Mano yang sangat hebat wawasannya.
"bukankah itu data inti Perusahaan CW Group? " bisik-bisik Karyawan CW Group yang hadir juga di tempat itu.
Jakky presdir R Group tersenyum tipis dengan upaya Mano saat ini dengan begitu R Group akan menjadi lebih baik dapat sokongan dari CW Group.
"bagaimana rasanya mendapatkan data inti Perusahaan CW Group abang? kau senang? "
suara itu menggelegar hingga semua mata beralih ke Kevin yang tengah menggenggam tangan seorang gadis cantik dengan gaun maron senada dengan jas Kevin.
Haris melebarkan matanya melihat Gadis cantik yang sangat membius matanya setiap kali Haris melihatnya, Bela memukul lengan Haris hingga pria mata keranjang itu menoleh tajam ke Bela.
"jangan sampai kau berurusan dengan Tuan Kevin Candrawinata jika kau masih mau perusahaanmu baik-baik saja" ancam Bela.
__ADS_1
Haris menarik nafas dalam-dalam ia masih mencuri pandang melihat Syamita.
"apa maksudmu adik angkat? ini ideku sendiri.. jangan bilang kau cemburu dengan ideku hingga mencoba mempermalukanku seperti ini"
Kevin tertawa namun tersirat penuh ejekan, "itu bukan ide mu bang..! itu adalah ide ku, Bayu, dan pegawai inti CW Group. "
"jangan mengada-ngada Kevin..! kau tidak punya bukti.. " sinis Mano.
"kebetulan sekali.. aku punya buktinya" Kevin berkata sambil memasukkan tangannya ke kantong celanya.
Kevin dan Sya saling pandang lalu mereka kompak menoleh ke Bayu yang langsung menekan remot seketika lampu padam hingga banyak yang berbisik-bisik dengan situasi mereka saat ini.
rekaman Mano dan Kevin terdengar di seluruh Aula besar itu kini hingga Mano melihat-lihat ke atas dimana ada speker yang tengah mengeluarkan suaranya.
suara gaduh mulai terdengar hingga para pemegang saham menggeram seketika saat tau kebenarannya.
setelah rekaman berakhir lampu hidup dan aula jadi terang lagi.
"bohong...! itu bukan suaraku.. itu bukan suaraku.. bukan.. bukan.. " elak Mano.
"Pa.. itu bukan suaraku Pa..Ma.. " Mano berlari menuruni tangga dan memegang tangan Bama dan Ratih bersamaan.
Bama melepaskan tangannya dari tangan Mano, "aku seperti memelihara monster di keluargaku sendiri..! bagaimana bisa kau sekejam itu menyabotase mobil adikmu hah? apa kau sudah tidak waras? "
"apa karna Tahta ini? kau bisa apa? kau lupa siapa yang membangun lagi Perusahaan ku ini? kau tidak ingat? kau kuliah bersenang-senang dengan perempuan lain sedangkan adikmu kehilangan masa mudanya dengan mengelola perusahaan ini"
Mano mengepalkan tangannya mendengar amarah Bama yang seperti sedang mengulitinya di depan banyak orang.
"papa.. sudah.. pa..tenang" Ratih menenangkan suaminya sejak tadi.
"pa..biarkan kita beri bang Mano kesempatan pa..! biar dia bisa buktikan dia pantas di posisi itu atau tidak..? tidak ada salahnya mencoba kan pa? " bujuk Reyhan.
"apa kau bilang nak? Perusahaan bukan tempat uji coba...! " marah Bama kini begitu tersulut emosi.. "
"papa.. sudah pa..! jangan seperti ini lagi nanti tekanan darah papa tinggi lagi". Kevin mendudukkan Bama di sofa di belakangnya.
Bama mengusap tengkuknya yang terasa berat,
"papa..? " Reyhan hendak berbicara lagi tapi ditahan oleh Kevin seperti memberi tanda isyarat.
"dengarkan saja alasan papa. " ujar Kevin dengan datar.
Reyhan menghela nafas panjang.
.
"bagaimana nak? apa kamu mau meminjamkan posisi Presdir pada abangmu yang serakah itu? dia bahkan membunuhmu dengan keji apa kau bisa membiarkan dia mengelola perusahaan dengan semua yang pernah dia lakukan padamu? " tanya Bama dengan lembut ke Kevin.
mata Manohan sudah memerah darah tangannya terkepal kuat sungguh ia tak suka dengan perbedaan perlakuan Bama padanya dan Kevin.
__ADS_1
"Papa... aku anak kandungmu sedangkan dia hanya anak angkat..! kenapa Papa begitu sayang padanya? apa bagusnya anak angkat itu pa? " geram Mano dengan marah.
"aku rela mengganti 100 anak kandungku demi mendapatkan anak angkat seperti Kevin ! kau sebagai anakku sama sekali tidak berguna..! bukannya merubah sikap iri dan dengkimu itu kau malah bertindak diluar batas.. "
panjang berdebatan di antara mereka akhirnya Mano terduduk ditangga dengan mata merahnya yang sudah basah.
"kau benar-benar menakjubkan adik angkat..! kau menang bukan? " tawa Mano dengan tajamnya.
"kau sengaja merekam semua itu kan? kau mau membuatku malu seperti tadi? iya kan? "
"aku tidak melakukan apapun bang..! aku sudah berkali-kali mengatakan bukan ? kalau keserakahanmu hanya akan menelanmu sendiri aku hanya mengklarifikasi semua itu saja"
Mano berteriak marah di aula yang hening hanya berbisik-bisik menjelekkan Mano yang sangat serakah sedangkan Ratih hanya bisa menangis tak bisa apa-apa sebab ia tau anaknya memanglah bersalah.
Sya sejak tadi diam menatap tajam Mano lalu matanya mengedar ia tentu merasakan sedang di tatap oleh seseorang hingga matanya beradu pandang dengan Haris.
"sial.. kenapa keranjang pasar itu bisa ada disini? " batin Sya dengan kesal merangkul erat lengan Kevin seolah memberi tau ke Haris dirinya adalah milik Kevin Candrawinata.
.
.
Kevin tengah tidur di pangkuan Sya yang mengusap-ngusap lembut kepala Kevin,
acara sudah berakhir tapi Kevin tak bisa membiarkan Sya pergi dari apartemennya hingga Sya tak bisa apa-apa saat Kevin merebahkan kepalanya di pahanya.
"apa melelahkan Vin? " tanya Sya.
"hmm.. cukup melelahkan" jawab Kevin memejamkan matanya.
"sekarang Bian sudah dipecat kan? lalu apa selanjutnya yang akan kamu lakukan? " tanya Sya.
"besok kita akan menikah.. "
Sya melebarkan matanya, "besok? "
"iya besok..! kenapa? jangan bilang kamu belum siap" Kevin.
"bukan begitu Vin.. tapi apa kamu tidak lelah? tadi aja drama perebutan tahta kalian sangat lama kan? aku aja capek mendengarnya"
"jika menyangkutmu tidak ada yang melelahkan bagiku.. " Kevin
Sya tersenyum mengelus kepala Kevin memberi ketenangan pada calon suaminya itu untuk ber istirahat setelah melewati pertempuran hebat putra-putra dari keluarga Candrawinata.
.
.
.
__ADS_1