
Sore hari, Karmila kembali ke rumahnya dan gadis itu langsung berjalan cepat ke lantai 2 untuk pergi ke kamarnya.
Meski merasa agak bingung karena rumah tampak lebih sepi dari biasanya, Tetapi dia tidak terlalu memikirkannya dan dia hanya merasa lelah karena itu pertama kalinya dia seharian berada di luar rumah.
Biasanya dia tidur siang, tetapi kali ini tidak ada waktu untuk tidur siang, sebab dia pergi bersama-sama dengan Sherina.
Clek!
Karmila terkejut ketika dia baru saja membuka pintu dan melihat ibunya ternyata berada di dalam kamarnya sembari duduk di kursi yang ada di sana dan menatap ke arahnya.
"Apa yang ibu lakukan di kamarku?" Tanya Karmila sembari masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Ibu Karmila yang melihat putrinya datang kini menghela nafas lalu dia kemudian berkata, "ayah dan adikmu pergi ke rumah kakek mu, karena kakekmu tiba-tiba saja masuk rumah sakit. Apakah besok kau bisa izin dari sekolah?"
Ucapan ibunya benar-benar mengejutkan Karmila hingga Dia kemudian dengan cepat menghampiri Ibunya dan menggenggam kedua tangan ibunya.
Meski dia melihat bahwa ibunya tampak biasa-biasa saja, Tetapi dia tahu bahwa ibunya sangat mengkhawatirkan kakeknya yang sedang masuk ke rumah sakit.
"Ibu jangan khawatir, besok aku bisa izin dari sekolah, jadi sekarang kita bisa menyusul ayah dan adik ke rumah kakek," ucap Karmila langsung membuat Ibu Karmila menganggukkan kepalanya lalu mereka pun berberes-beres.
"Kenapa tadi ibu tidak menghubungiku supaya aku cepat-cepat pulang dan kita berangkat bersama dengan ayah dan adik?" Tanya Karmila sembari mempererat genggamannya pada tangan ibunya.
"Hah,, mana bisa ibu melakukan itu? Ini pertama kalinya kau keluar bersama-sama dengan temanmu. Jadi Ibu tidak ingin merusak momen pertama kalian. Ahh, kau juga Tenang saja, karena di sana ada tantemu yang merawat kakekmu, namun kakekmu mencari adikmu, jadi ayahmu cepat-cepat pergi ke sana membawa adikmu," ucap Ibu Karmila langsung membuat Karmila menganggukkan kepalanya lalu gadis itu pun memeluk ibunya dengan hangat.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju stasiun kereta bawah tanah, Karmila pun mengirim pesan pada Sherina untuk meminta tolong pada gadis itu supaya membantunya meminta izin pada wali kelas mereka.
Setelah itu, Karmila menonaktifkan ponselnya karena dia tidak ingin diganggu lalu terus menunggu di dalam mobil sampai akhirnya mereka tiba di stasiun kereta dan mengganti kendaraan mereka.
Dalam perjalanan menuju ke kota kakeknya, Karmila terus menjelaskan kakeknya namun beberapa kali juga dia memikirkan tentang Gabriel hingga gadis itu merasa tidak tenang dan beberapa kali menghela nafas dengan berat.
Hal itu tidak luput dari perhatian Ibu Karmila, hingga perempuan itu kemudian memberikan ponselnya pada Karmila, "Ibu tahu kau matikan ponselmu, gunakan ini untuk mendengarkan musik," ucap Ibu Karmila langsung diangguki oleh Karmila.
Karmila kemudian menyalakan ponsel itu dan mengambil pula headsetnya lalu mendengarkan musiknya dengan satu bagian hati yang lain diberikan pada ibunya hingga keduanya kemudian mendengarkan musik sepanjang perjalanan kereta itu.
Beberapa musik yang diputar ialah musik tentang anak muda, hingga Karmila yang terdiam di dalam mobil ikut terhangat dalam alunan musik itu dan entah kenapa dia terus membayangkan Gabriel dan entah kenapa jantungnya berdegup kencang seolah-olah saat itu Gabriel sedang berada bersama-sama dengannya yang membuatnya merasa begitu geregetan.
__ADS_1