Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
40


__ADS_3

Clek!


Pintu kamar yang terbuka langsung membuat Karmila menoleh ke arah pintu dan menghentikan gerakan tangannya yang saat itu sedang memasang sprei pada tempat tidur yang akan ditempati oleh Gabriel.


Jantungnya langsung berdegup amat kencang ketika melihat Gabriel lah yang membuka pintu, tetapi pria itu tidak masuk ke dalam kamar dan dia hanya berdiri di ambang pintu menatap Karmila.


"Aku akan datang lagi nanti," ucap Karmila yang tidak mau jika ada orang-orang yang melihat mereka sehingga berpikir macam-macam tentang apa yang mereka lakukan berduaan di dalam satu kamar.


Tetapi kemudian, Karmila menghentikan pria itu dengan berkata, "masuklah ke mari karena aku juga mau membicarakan sesuatu."


Ucapan Karmila langsung membuat Gabriel mengerutkan keningnya menatap perempuan di depannya, lalu beberapa detik kemudian Gabriel berkata, "Apakah tidak takut aku mungkin akan melakukan sesuatu terhadapmu?"


Pertanyaan itu membuat Karmila tertegun beberapa saat, tetapi kemudian dia menganggukkan kepalanya dan berkata, "Aku percaya kau tidak akan macam-macam padaku."


Gabriel yang mendengarkan itu akhirnya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar, lalu pria itu duduk di salah satu sofa sembari melihat Karmila yang lanjut merapikan tempat tidur.


Karmila yang diperhatikan seperti itu merasakan jantungnya semakin kencang berdegup dan perasaan perempuan itu bergejolak tak karuan, namun di dalam hatinya dia berpikir bahwa Sudah saatnya ia menjawab pertanyaan dari pria itu.


Maka setelah merapikan tempat tidur dan meletakkan selimut serta bantal, Karmila pun menghampiri Gabriel dan duduk di sofa yang ada di depan Gabriel.


Agak canggung untuk memberikan jawaban, tetapi Karmila yang mengepal kuat kedua tangannya di atas kedua pahanya akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


"Itu, pertanyaanmu yang belum kujawab itu, akan aku jawab sekarang," ucap Karmila langsung membuat Gabriel merasa panas dingin sebab tentunya dia penasaran dengan jawaban perempuan itu.


Mungkinkah Karmila akan menolaknya supaya dia tidak pernah lengket-lengket lagi pada perempuan itu, karena Karmila merasa risih saat dia selalu saja muncul di hadapan Karmila, ataukah perempuan itu akan memberikan jawaban iya setelah melihat perjuangannya?

__ADS_1


Karmila yang melihat pria di depannya tampak tegang akhirnya berusaha tersenyum tipis dan berkata, "hari ini akan menjadi hari pertama kita."


Setelah berbicara, Karmila langsung berdiri dan perempuan itu berlari meninggalkan Gabriel yang kini tercengang di tempatnya.


Hari ini akan menjadi hari pertama mereka?


Itu artinya, pernyataan cintanya sudah diterima!!


Maka setelah lewat beberapa saat dalam akhirnya berdiri dan pria itu melompat dengan kegirangan karena tidak menduga bahwa hari ini dia benar-benar sudah resmi berpacaran dengan gadis yang selama ini ia incar.


"Astaga,, herr...!!" Pria itu sangat ingin berteriak, tetapi menyadari bahwa tidak mungkin dia berteriak-teriak di rumah duka, maka dia berusaha menahan teriakannya sampai akhirnya dia merasa lega lalu keluar dari kamar.


Begitu keluar dari kamar, Gabriel langsung melihat Karmila yang saat itu sedang sibuk merapikan rangkaian bunga yang diletakkan di peti jenazah milik nenek Karmila.


"Hah,,,," pria itu menghela nafas dengan panjang, lalu dia berjalan menghampiri Karmila dan membantu perempuan itu merapikan bunga-bunganya.


Beberapa saat terus terdiam, Gabriel akhirnya berbicara, katanya, "Kau pergilah tidur, biar aku yang merapikan bunga-bunga ini."


Karmila yang mendengarkan perhatian Gabriel langsung tersenyum dan berkata, "Terima kasih sudah memperhatikanku, tapi aku belum mengantuk."


"Ahh, Kalau begitu, bagaimana kalau nanti kita tidur bersama-sama?" Tanya Gabriel langsung membuat Karmila menata pria itu dengan tatapan penu tanya tentang apa yang dimaksud oleh pria itu.


Tidur bersama-sama?


Apakah maksud Gabriel bahwa mereka akan tidur bersama-sama atau Ada hal lain yang dimaksud oleh pria itu?

__ADS_1


Gabriel yang menyadari bahwa dia telah salah berbicara akhirnya berdehem, "ehemm... Itu, maksudku kita tidur bersama-sama hanya waktunya saja yang bersama-sama namun tempatnya berbeda."


Ucapan itu langsung membuat Karmila menganggukkan kepalanya.


Maka, mereka merapikan bunga sampai 30 menit lagi lalu pergi ke kamar masing-masing untuk di rumah saat Karmila sedang berbaring di samping adiknya, tiba-tiba saja ponsel yang ada di meja bergetar hinggar Karmila mengambil ponselnya.


*Apakah kau sudah berada di tempat tidur?* Sebuah pesan yang berasal dari Gabriel langsung membuat Karmila tersenyum.


*Ya, sekarang Aku akan tidur,* jawab Karmila.


*Kalau begitu selamat tidur, semoga mimpi indah.*


*Kau juga,* ketik Karmila lalu mengirimkannya pada Gabriel sembari perempuan itu tersenyum senang dan hatinya benar-benar berbunga-bunga.


Perempuan itu mematikan ponselnya lalu meletakkannya di meja dan dia membungkus diri dengan selimut sembari menahan rasa bahagianya agar tidak meluap membangunkan adiknya.


Tetapi cukup lama perempuan itu tidak bisa tidur karena terlalu gembira hingga dia kembali meraih ponselnya dan melihat bahwa pria yang ada di seberang telepon juga masih aktif.


"Haruskah aku menanyakan nya?" Ucap Karmila dengan suara yang pelan.


Perempuan itu baru saja selesai berbicara ketika sebuah pesan kembali masuk, *apa kau sudah tidur?*


Pesan dari Gabriel kembali membuat Karmila merasa berbunga-bunga lalu dia kemudian menjawab pesan tersebut.


*Belum.*

__ADS_1


Keduanya kemudian terus chattingan sampai akhirnya keduanya ketiduran dengan ponsel yang diletakkan di atas tempat tidur.


...TAMAT...


__ADS_2