Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
berdebar karna hal kecil


__ADS_3

.


.


"katakan saja berapa bayarannya? aku janji akan bayar kontan!" desak Wiwin mengikuti Bayu yang tak kunjung berbicara berapa bayaran penginapannya.


Bayu menghentikan langkahnya


"aduuh..! " pekik Wiwin seketika saat kening sucinya menabrak punggung kokoh Bayu.


"sakit Bayu, kalau berhenti bilang-bilang lah". protes Wiwin mengusap-ngusap keningnya.


"kau serius mau membayarku? " tanya Bayu tanpa berbalik


Wiwin seketika berlari kecil berpindah tempat di depan Bayu, dan kini Bayu bisa melihat Wiwin yang tampak mengangguk-ngangguk menunggu dirinya berbicara.


"karnamu aku menyewa montir untuk datang, mobilmu di geret lalu aku harus bayar uang muka supaya mobilmu bisa kembali seperti semula, aku juga harus menyewa detektif dan pengacara untuk menangkap pelakunya supaya dihukum dan bayaran pulsa menelfon para wartawan "


Bayu selangkah mendekati Wiwin dan Wiwin juga mundur satu langkah mendengar semua keluh kesah Bayu yang sudah mengurusnya.


Glek..


"la.. lu? ma.. u bayar berapa? " tanya Wiwin tergagap


Bayu terus melangkah hingga Wiwin yang kini mundur telah mentok di sofa.


"masih tanya berapa? " seringai Bayu terus saja maju dan Wiwin yang gelisah memaksakan dirinya untuk terus mundur hingga Wiwin terpekik saat tubuhnya kini terjengkang dibalik sofa


Bayu terbelalak hendak menolong Wiwin tapi malah ikutan jatuh dan tubuh mereka merosot dari sofa tempat duduk sampai ke lantai.


Bayu kini menindih Wiwin, wiwin melebarkan matanya menatap manik mata Bayu.


Dugh..


"haisssh..! " Bayu seketika memegang keningnya yang terasa sakit di jedutkan Wiwin


Wiwin mengusap-ngusap keningnya juga,


"kau mau membunuhku ya karna tidak mau bayar hutang? " kesal Bayu diatas tubuh Wiwin


Wiwin membelalakkan matanya.


"b.. bukan begitu! habisnya posisi kita seperti ini aku tidak nyaman". Wiwin melihat situasinya kini


Bayu pun melihat ke arah tatapan Wiwin seketika ia pun mencoba untuk bangkit tapi cukup kesulitan karna kakinya di atas Sofa.


"kenapa? " tanya Wiwin


"tunggu.. ada sedikit masalah" Bayu melihat ke arah kakinya.


Wiwin mencengkram karpet bulu dibelakangnya lalu melihat kepalanya yang merasa nyaman ternyata sedang dilindungi oleh telapak tangan Bayu.


"oh ya Tuhan..! kenapa aku berdebar karna masalah spele ini? ". batin Wiwin melihat kearah lain


Bayu terlihat kesulitan untuk berdiri hingga memakan waktu sekitar 5 menit barulah Bayu tumbang di samping Wiwin.


"ck..! situasi menyedihkan macam apa ini? " gerutu Bayu.


Wiwin melihat ke arah lain,


"eeh..? "


Wiwin beralih ke Bayu.


"kamu mengambil ponselku? " tanya Wiwin


"aah.. iya" Bayu mengeluarkan ponsel Wiwin dari saku jaket nya yang pakai sleting.


Wiwin mengambil ponselnya dan terbelalak melihat banyak panggilan tak terjawab dari Raldo sang manager.


"mati aku". gumam Wiwin segera menelfon balik Raldo

__ADS_1


Wiwin menjauhkan ponselnya seketika saat Raldo benar-benar seperti emak-emak menyambarnya dengan omelan panjang.


"maaf do.. panjang ceritanya bagaimana situasinya? " tanya Wiwin mengalihkan


Wiwin mengangguk-ngangguk mendengar pembicaraan Raldo mengenai karirnya.


"apa? Chika? dia pelakunya? " pekik Wiwin syok


Wiwin menoleh ke Bayu yang berwajah datar.


"gawat..!! dia marah". batin Wiwin


"maaf do..! aku matikan dulu ya? nanti aku telfon lagi".


Tut..tut.. tut..


Wiwin menyimpan ponselnya dan mendekati Bayu dengan ekspresi anak kecil yang takut kena marah, tanpa sadar bibir Bayu berkedut menahan senyumnya.


"keluarlah..! " usir Bayu


"ha? lalu bagaimana bayarannya? bisa pakai blackcard tidak? " cecar Wiwin


"aku akan tagih saat waktunya tiba ". balas Bayu mengambil kunci mobil cadangannya dan melemparnya ke Wiwin


Wiwin menangkapnya dengan mudah lalu melihat ke arah Bayu dengan raut wajah tanda tanya.


"pakai mobil itu". Bayu melenggang pergi keluar dari apartemennya.


Wiwin hendak mengikuti Bayu persekian detiknya ia tak sengaja melihat pantulan dirinya di cermin lemari kaca Bayu


"aaah.. gembel dari mana ini? " pekik Wiwin


Wiwin memainkan tangannya,


"gerakannya sama? " Wiwin melihat ke arah pakaiannya dan matanya membulat seketika


"aaaah... mesum...!! " jerit Wiwin


.


.


Wiwin yang memiliki tubuh tinggi dan bagus sudah pasti cocok dengan pakaian apapun


Wiwin memukul setir mobil Bayu sambil mengomel-ngomel.


.


.


"kapan dia mengganti pakaianku? " kesal Wiwin menyilang bagian dad*nya.


Wiwin masuk ke apartemennya dan tersentak melihat Raldo ada di dalam apartemennya.


"Wiwin? bagaimana keadaanmu? " Raldo berlari dan menangkup pipi Wiwin


Wiwin tersenyum kikuk,


"maaf aldo ". Wiwin melepaskan tangan Raldo perlahan tidak mau managernya itu tersinggung.


"dari mana saja kamu hah? " tanya Raldo kembali memegang tangan Wiwin


Wiwin menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"aku mohon keluarlah..! jangan sering masuk ke apartemenku nanti ada tetangga yang salah faham kan kamu sendiri yang menjaga citra baikku".


Raldo mengedarkan pandangannya dan akhirnya ia mengangguk pasrah.


Raldo pun keluar dari Apartemen Wiwin dengan syarat Wiwin harus menemuinya tentu saja Wiwin mengiyakannya asalkan jangan di dalam Apartemen saja.


Wiwin menutup pintu serapat mungkin dan menyandar di balik pintu apartemennya.

__ADS_1


"astagah..! kenapa semakin hari dia semakin agresif? aku jadi takut dengannya". gumam Wiwin mengelus dadanya sendiri


"bagaimana bisa seorang pria masuk ke rumah perempuan padahal tau perempuan itu tinggal sendiri lucunya lagi dia masuk di apartemenku saat aku tidak ada".


Wiwin jadi waspada mengingat cerita-cerita para kru model nya yang sering bergosip mengenai pria mesum yang tega meletakkan kamera tersembunyi di dalam rumah perempuan terutama kamar mandi.


Wiwin bergidik ngeri seketika,


"lebih baik aku tinggal di rumah mama sama papa". gumam Wiwin mengangguk-ngangguk pelan


Wiwin segera keluar dari apartemennya tidak lagi berani masuk ke kamarnya yang ia takutkan ada kamera pengintai di pasang oleh Raldo.


bagaimanapun Wiwin seorang model sudah pasti sexy adalah tuntutannya tapi namanya di rekam diam-diam membuatnya takut.


"aah.. " Wiwin menjerit kaget saat ada mobil yang mengklaksonnya.


Wiwin menoleh ke arah mobil itu dan memicing memperhatikannya.


senyum Wiwin merekah sempurna melihat Sya keluar dari mobil itu dan berlari ke arahnya.


"Wiwin? "


"Sya? "


mereka pun saling berpelukan.


"bagaimana keadaanmu? tadi aku mau ke apartemen Bayu tapi dia bilang kamu sudah pergi jadi aku kesini"


Wiwin tersenyum lebar tapi senyumnya luntur seketika


"dia mengganti pakaianku Sya? dia mesum". bisik Wiwin dengan cepat menutupi bagian dad*nya.


"ha? bukan dia yang ganti tapi aku" jawab Sya terkekeh


"hah? bagaimana bisa? " tanya Wiwin terkejut


"ayo cepat ikut aku..! kita bicarakan di rumah mami dan papiku". ajak Sya


"aku bawa mobil aja"


"mobil siapa?" tanya Sya melihat arah tunjuk Wiwin


"mobil dia lah". jawab Wiwin


"ya udah.. tapi kamu baik-baik aja bawa mobil? " tanya Sya hati-hati


"aku baik-baik aja bawa mobil cuma sekarang aku jadi sering berpikiran buruk saja aku jadi aku di dalam rumahku sendiri.."


"tidak masalah! ayo kita ke rumahku".


"kamu tidak kerja Sya? " tanya Wiwin


"suamiku seorang presdir! dia tidak akan marah kalau aku bolos kerja".


Wiwin berdecak saja mendengarnya.


alhasil mereka membawa mobil masing-masing menuju rumah Mami dan Papinya Sya.


.


.


.


Suka? hehe.. terimakasih buat para fans setianya Nae ya..? banyak komentar kalian menjadi penyemangat tersendiri buat Nae.. Maaf tidak bisa balas... banyak typo jangan lupa beri tau Nae ya? terimakasih..


Love You All.


.


.

__ADS_1


__ADS_2