
.
.
"beli apa? " tanya Sya semangat
"baju... " jawab Wiwin tak kalah semangat
"pasti kamu lagi stres ya? " goda Sya
Wiwin mengangguk-ngangguk tanpa mengelak, Sya tau kalau Wiwin sedang stres pasti shopping.
mereka beli baju-baju pasaran yang harganya lumayan mahal dan pastinya tidak akan mengecewakan.
"haha..! mobilku udah penuh Win! kamu masih mau beli lagi?" tanya Sya
"ini penuh masih belakang, di tengah kan masih luas". senyum manis Wiwin menaik turunkan kedua alisnya.
"go!" pekik Sya
mereka belanja lagi dengan heboh sesekali beli makanan pasar yang sangat enak dilidah mereka, walau pun mereka berada dikalangan atas tetap saja mereka senang Berbelanja di pasar,
sejak dulu Sya dan Wiwin tidak percaya diri belanja di mol jadi kalau belanja di mol lebih jaim sedangkan dipasar akan lebih gila dan heboh pastinya.
"waah... baju Couple.. " girang Sya
"ckk.. sejak dulu suka sekali kamu baju begituan". kekeh Wiwin
Sya menjulurkan lidahnya lalu melompat senang berlari ke arah toko baju itu.
Wiwin melihat sebuah kemeja cantik beserta pasangannya.
"ya ampun.. itu cantik sekali! Sya.. "pekik Wiwin melihat ke arah patung tertinggi.
Sya melihat ke arah tunjuk Wiwin dan menganga lebar,
"uwaaah... " heboh Sya
walaupun Sya sudah menikah tapi masa remaja nya tidaklah indah jadi banyak hal yang ingin ia lalui kembali disaat-saat seperti ini padahal Sya sudah bersuami bukan berpacaran lagi.
alhasil Wiwin dan Sya membeli baju yang disuka Wiwin hanya berbeda warna saja.
"itu bajunya buat siapa? buat Bayu kah? " goda Sya
Wiwin tersenyum lebar,
"kita lihat saja nanti". jawab nya sombong.
Sya menggeleng kepalanya sambil berdecak sebal.
mereka kembali sekitar jam 4 sore kebetulan hujan lebat dan mereka pelan-pelan berkendara karna tidak bisa melihat jalan.
"lebih baik cari tempat makan aja Sya.! aku benar-benar tidak bisa melihat jalannya". pinta Wiwin serius.
Sya pun mengangguk-ngangguk sambil menghidupkan lampu sen kiri-kanannya mencari restaurant terdekat.
"itu Sya..! " tunjuk Wiwin.
"ini Restaurantnya kenapa mewah sekali Win.. apa tidak terlalu berlebihan? " tanya Sya ragu
"ck.. biasanya juga kita makan di tempat mewah kan? " ledek Wiwin
"tapi saat itu pakaian kita cantik dan juga kita berdandan lah sekarang lihatlah penampilan kita saat ini? kamu mau kita kena semprot? " sambar Sya
__ADS_1
Wiwin terdiam sesaat lalu berpikir sejenak,
"biarin ah... aku tidak peduli deh, lagian kita bayar kok disana kan?". jawab wiwin dengan enteng.
Wiwin bersikeras minta berhenti karna ia tidak mau terjadi sesuatu dijalanan apalagi masih hujan deras seperti ini.
tak ada pilihan lain Sya dan Wiwin pun berteduh di tempat itu.
"ada yang bisa kami bantu nona? " tanya salah satu karyawan restaurant sopan.
"bisa pesan tempat makan VIP? " tanya Wiwin dengan ramah.
"maaf nona.. semua ruangan VVIP, VIP kelas 1, VIP kelas 2 sedang digunakan Nona.. "
Sya dan Wiwin saling pandang,
"apa tidak ada ruangan tertutup lainnya mbak? kami sedang mencari tempat untuk istirahat sekalian". tanya Sya ramah.
"sebentar Nona kami cek dulu? "
Sya dan Wiwin mengangguk-ngangguk.
"semua benar-benar sudah di pesan nona. bahkan beberapa orang sudah mereservasi tempat makannya dari tadi, dan akan datang beberapa jam lagi"
"berapa jam mbak? kami tidak lama sampai hujannya reda saja mbak". tanya Wiwin.
"hujannya tidak akan reda sampai malam Nona". jawab karyawan restaurant sopan.
"bagaimana Sya? " tanya Wiwin
"kan aku udah bilang tidak usah berhenti". bisik Sya.
"tapi hotel kita masih jauh kamu tau sendiri kan? juga jalanan tadi begitu macet dan hujan deras tidak bisa melihat jalan, bisa masuk berita aku kalau sampai terjadi sesuatu dengan kita Sya".
Sya membekap mulut Wiwin dengan cepat lalu tersenyum gugup ke arah karyawan yang tampak tidak percaya melihat mereka, walaupun ramah mereka juga harus berhati-hati.
Wiwin menarik nafas panjang.
"hahaha.. berapa sih biaya VVIP kalian? kalian fikir aku tidak bisa sewa tempat itu ya? "
Wiwin yang geram mengeluarkan Blackcardnya dan menyodorkannya ke karyawan itu.
"cepat gesek..! " titah Wiwin
mereka tentu terdiam melihat kartu tanpa batas milik Wiwin itu, dengan menahan rasa malu mereka menggesek kartu Wiwin.
"bisa kan? " tanya Wiwin meledek
Sya mengusap bahu Wiwin untuk menenangkan temannya itu.
"maka nya mbak kalau menilai seseorang jangan dari penampilannya mengerti?" tunjuk Wiwin dengan geram.
"maafkan kami Nona" ucap kedua karyawan itu serentak menundukkan kepala
"hah? minta maaf? " sinis Wiwin
"kalau mau menceritakan orang itu jangan melakukannya saat orangnya dekat dengan kalian, jika saja teman ku ini marah habislah pekerjaan kalian jika dia marah".
"udah win..! " Sya mengelus-ngelus punggung Wiwin.
"mau lihat dia marah? " tantang Wiwin
"Win.. udah.. ayo kita pergi ke ruangan yang udah kita sewa.. aku lapar". Sya menarik-narik lengan Wiwin.
__ADS_1
Wiwin geram sekali mendengar gumaman mereka tadi hingga emosinya tidak terkontrol.
"udah win.. kenapa kamu semarah itu sih? kan aku udah bilang mereka bakal mengejek kita". jelas Sya
"tapi kata-katanya keterlaluan Sya..! aku geram mendengarnya".
.
.
mereka pun makan di kelas VVIP di restaurant itu,
"disamping ada pria tampan loh yang menyewa makan siang".
"siapa emangnya? " tanya rekannya.
"tidak tau.. tampan banget kayaknya sering muncul di TV dan berita tapi tidak tau siapa dia".
"tau orang tidak tau nama nya? emang dia setampan apa? "
begitulah bisik-bisik karyawan restaurant saat Sya dan Wiwin mengintip dari pintu ruangan makan mereka saat ini.
"jadi pengen lihat". celutuk Wiwin.
"nanti kamu jatuh cinta bagaimana? " tanya Sya dengan kesal.
"tidak masalah.. aku ingin membuat kegilaan saat ini". jawab Wiwin menyibakkan rambutnya kebelakang.
"jangan Win.. kenapa sejak dulu kamu engga berubah sih? emang apa lagi masalahmu saat ini? apa tidak bisa kita olahraga aja? "
"tidak mau". jawab Wiwin melepaskan diri dari Sya.
"Wiwinnn". desis kesal Sya
Sya berlari ke arah Wiwin yang menerobos masuk ke ruangan tetangga nya.
"siapa kau? " tanya seorang pria tampan melihat aneh ke Wiwin yang mengendap-ngendap.
Wiwin mendongakkan pandangannya karna ia kini sedang menunduk dengan tubuh membungkuk.
"Eeeh..? Bayu? " pekik Wiwin
Bayu mengerutkan keningnya.
"Wiwin? " pekik Sya menggantung seketika melihat Bayu.
"Bayu? " Sya nyengir kuda
"Sya? Wiwin? kalian kenapa bisa disini? " tanya Bayu melebarkan mata tak percaya.
"siapa Bayu? siapa yang mengganggu tidurku? " tanya Kevin keluar dari ruangan istirahatnya dengan wajah bantal khas bangun tidurnya.
"Tuan.. ada Nona Sya dan Wiwin". tunjuk Bayu ke arah pintu.
"mana? " tanya Kevin mengucek kedua matanya seakan hilang rasa kantuknya saat ini.
"dimana mereka? tadi benar-benar ada Sya dan Wiwin, Kevin.. aku sumpah melihat mereka".
"kau mengganggu tidurku saja". Kevin menarik nafas dalam-dalam lalu kembali masuk ke ruang istirahatnya
Bayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "aku yakin melihat mereka tadi masuk diam-diam seperti seorang pencuri". gumam Bayu tak mengerti.
.
__ADS_1
.
.