
.
.
Sya menggeleng kepalanya seketika.
"bukan itu yang penting tapi yang penting sekarang adalah urusan Raldo..! sepertinya dia itu menyukaimu tau.. "
"ck.. jangan ngawur kamu Sya..! kan kamu tau sendiri dia itu suka mengoleksi barang-barang Por*o, aku rasa dia tertarik dengan tubuhku saja karna aku pernah lihat dia menatap pahaku bahkan berani memegang pahaku hari itu"
"Apaaa?? " pekik Sya
"berisik suaramu" Wiwin mengusap telinganya yang berdengung.
"iya juga ! kenapa aku lupa kalau dia itu memang suka mengoleksi foto-foto perempuan, tapi tunggu.. bagaimana dia bisa tau sandi apartemenmu? " tanya Sya
"aku tidak tau bagaimana dia bisa tau sandi nya" jawab Wiwin
"lalu kenapa kamu mau dia menjadi managermu? " ledek Sya
"kapan aku mau dia jadi managerku? dia sendiri yang tiba-tiba datang menggantikan Pak Coy".
Sya bergidik ngeri jadinya.
"kamu harus hati-hati Win..! aku benar-benar lupa kalau dia pengoleksi foto dan vidio bok*p ".
Wiwin mengangguk lalu Wiwin terlonjak kaget saat Sya tiba-tiba menyambar HP Sya yang berdering.
"halo mas..? " sapa Sya tersenyum lebar menatap wajah sang suami yang terlihat lelah
"halo sayang.. " balas Kevin sambil tersenyum
Wiwin yang jengah lebih memilih memainkan ponselnya dibanding mendengarkan Sya dan Kevin yang sedang berceloteh mesra satu sama lain.
"kamu ngapain sayang? " tanya Kevin sambil masuk ke hotel penginapannya terlihat kesulitan membawa kopernya sekaligus memegang hp nya yang sedang VC dengan sang istri.
Sya terkekeh, "mas baru aja sampai ya? " tanya Sya berjalan ke arah Sofa dan duduk manis disana
"iya sayang..! baru aja sampai" jawab Kevin
"seharusnya mas kalau udah sampai dikamar baru menghubungi aku.. kalau begini kan mas yang repot"
"tidak sayang..! aku sangat merindukanmu, itu sebabnya aku yang tidak sabar menghubungimu, sekarang aku bisa bernafas"
Sya tertawa mendengar gombalan sang suami.
"aaah... aku ingin sekali jadi sofa itu" keluh Kevin melihat Sya tengah menyandar di sandaran sofa
Sya terkekeh geli lalu kembali tegak,
"mas ini ada-ada aja"
"mas mau ngapain? " tanya Sya melihat Kevin membawa ponselnya seperti mau masuk ke kamar mandi.
"aku mau mandi sayang" jawab Kevin
Sya buru-buru bangkit dan masuk ke kamar mandinya lalu tak lupa ia menguncinya. Sya duduk di kloset sambil tersenyum lebar menanti suaminya mandi.
"dasar istriku ini.. siapa suruh kamu tidak mau ikut sayang" gemas Kevin yang tau Sya tengah menunggunya buka baju.
Sya menyeringai lebar
Sya dan Kevin terus saja berceloteh menceritakan apa saja kegiatan mereka tadinya, bahkan berkali-kali Sya menelan ludah melihat betapa gagah dan sexynya sang suami dilihat dari layar ponselnya.
"hayo.. apa yang kamu fikirkan sayang? " goda Kevin
"tidak ada mas..! aku tidak memikirkan apapun" elak Sya menutupi sebelah pipinya yang merona
__ADS_1
Kevin tergelak
"ini lah yang aku fikirkan sayang.. aku bisa melihatmu tapi tidak bisa menyentuhmu".
Sya tersenyum hangat ke Kevin,
"mas tidur ya? pasti capek habis perjalanan jauh, mas udah makan? " tanya Sya
"udah sayang..! tadi makan di warteg sama Bayu"
"cepat mas ganti baju biar ngga masuk angin aku lihat ramalan cuaca disana sedang hujan! iya kan? "
Kevin mengangguk.
akhirnya Sya bisa merasakan hubungan jarak jauh bersama Kevin, dan sekarang Sya tidak lagi bekerja di Perusahaan Kevin atas permintaan Kevin sendiri yang mau Sya tetap di rumah.
Sya yang memang dasarnya patuh tentu mengikuti perintah sang suami yang hanya ingin Sya banyak istirahat karna Kevin selalu mencuri jam tidurnya Sya hingga Sya tidak bisa tidur cukup.
.
.
Wiwin bangun pagi-pagi dan berjalan sempoyongan ke kamar mandi.
"Eh? Ular" pekik Wiwin melompat-lompat kaget
"mana ular? " Sya juga terbangun dengan wajah bantalnya itu nan kaget.
Wiwin mengucek-ngucek matanya.
"Sya.. kenapa bisa banyak kabel disini? " omel Wiwin yang baru menyadari benda yang disebut ular olehnya.
"oh.. tadi aku telfonan sama mas Kevin dan dia yang minta aku untuk pasang kabel sambung supaya hp ku engga mati" jawab Sya kembali duduk dan memperhatikan Kevin yang masih terlelap di layar ponselnya.
Wiwin menghela nafas panjang,
Wiwin memilih masuk ke kamar mandi
Sya membangunkan suaminya yang menyahut dengan deheman seperti biasa.
"bangun mas...! katanya mau kerja"
Kevin pun bangkit mengambil ponselnya.
Sya menangkup kedua pipinya sendiri sambil tersenyum memperhatikan raut wajah lucu suaminya yang sedang mengumpulkan nyawanya.
"mas mau mandi? " tanya Sya
Kevin mengangguk dan tak lama terdengar suara ketukan pintu,
"sabar ya sayang? " pinta Kevin
Sya pun mengangguk mengerti dan tak lama Sya melihat Bayu yang tengah membawa sarapan untuk Kevin
"hai.. Bayu? " sapa Sya
Bayu mengedarkan pandangannya dan melihat ke arah hp Kevin yang mana ada Sya dengan raut wajah khas bangun tidurnya
"hmm" Bayu tersenyum tipis menggeleng kepalanya melihat Kevin.
sungguh Kevin dan Sya seperti tidak bisa dipisahkan kalau jauh sedikit saja harus mantengin HP tiap jam.
"udah mas..! nanti kalau makan siang hubungi aku ya?"
"iya sayang, kamu tidak mau melihatku mandi? " tanya Kevin dengan santai.
Bayu membulatkan matanya lalu segera mengusir pelayan yang tengah menahan tawa, dengan cepat Bayu meletakkan tablet kerjanya di meja Kevin supaya atasannya itu tau apa saja jadwal kerja nya itu dan keluar dari kamar Kevin.
__ADS_1
Blusss.
Sya mematikan panggilannya secepat kilat sudah pasti Bayu mendengarnya tadi.
.
.
Wiwin datang ke agensi naungannya berada disambut oleh Raldo.
"kenapa tidak mendatangiku Win? kamu juga kenapa tidak di apartemen? " cecar Raldo
Wiwin tersentak mendengarnya.
"astagah..! dia benar-benar meletakkan CCTV tersembunyi di dalam apartemenku, kalau tidak bagaimana dia bisa tau aku tidak ada di Apartemen? " batin Wiwin melangkah mundur seketika.
"kenapa Win? " tanya Raldo mendekat.
"dimana Pak Cakra? " tanya Wiwin berdehem berusaha terlihat baik-baik saja seolah tidak tau apa-apa
"Pak Cakra? buat apa kamu ketemu pak Cakra? " tanya Raldo
"aku harus beritau dia kalau aku ingin istirahat selama 1 minggu" jawab Wiwin dengan enteng meninggalkan Raldo
Raldo berlari menyusul Wiwin, "kenapa? apa yang akan kamu lakukan selama 1 minggu itu? "
"aku ingin bersenang-senang" jawab Wiwin lagi tanpa melihat ke arah Raldo.
"bersenang-senang kemana? " cecarnya Raldo lagi.
"aku harus menenangkan diri do.. kan kamu tau apa yang terjadi denganku? apa aku tidak boleh Refreshing? hanya sekedar menenangkan diri saja loh, aku juga mau liburan"
"liburan kemana? perlu aku ikut? " tanya Raldo
"aku pergi sama Sya do.. jangan ganggu kami Ok? "
Raldo melihat punggung mulus Wiwin yang tengah melenggang pergi menjauhinya pandangannya turun kebawah melihat bok*ng sexy Wiwin, paha mulus dan kaki panjang Wiwin yang sangat indah.
glek..
Wiwin menghela nafas panjang berhasil lolos dari Raldo.
"dia makin menakutkan saja! " batin Wiwin bergidik ngeri.
Wiwin pernah tak sengaja melihat Raldo tengah melihat potret yang diperbesar foto paha perempuan, walaupun tidak tau siapa orang di foto itu tapi Wiwin tau kalau yang dilihat Raldo itu adalah fotonya.
Wiwin tentu tau bagian-bagian tubuhnya karna ia adalah pemilik tubuhnya sendiri.
sejak saat itulah Wiwin memendamnya sendiri mulai menjaga jarak dari Raldo, bahkan saat ban nya kempes pun ia tidak mau meminta bantuan Raldo padahal pria itu adalah managernya sendiri.
.
.
.
waah... seram ya? hehe.. Selamat beraktifitas di dunia ya? Nae juga lagi kumpulin banyak uang di dunia nyata buat hari lebaran nih.. tidak terasa bentar lagi bakal masuk bulan ramadan.. gas terus.. wkwkwk..
*kalau Nae seorang pemburu dolar nih. ..ya beginilah.. tapi masih suka menulis buat Novel.. haha.. suka deh.. jangan lupa like nya ya? terimakasih buat doa tulus kalian semua, semoga doa kalian semua akan berbalik pada pemiliknya ya?
Aamiiiin*...
Good Morning.
.
.
__ADS_1
.