
.
.
Kevin dan Sya hari ini ada di pesta pernikahan rekan kerja nya.
Kevin saat ini dikenal sebagai presdir utama SYA Group dan Mano dikenal sebagai Presdir utama CW Group.
Jakky sebagai presdir R Group mendatangi Mano.
"selamat atas jabatan anda tuan". ucap Jakky dengan senyum tipisnya.
Mano mengabaikannya saja karna ia pernah berkomplot dengan Jakky.
"apa anda akan membantu perusahaan saya jadi lebih baik tuan? " tanya Jakky
"sejak kapan? aku tidak pernah ingin membantu mu". kata Mano dengan dingin
"tapi kesepakatan kita...? " kata Jakky terpotong saat Mano menyelah.
"selama beberapa bulan aku dipenjara kemana saja kau? kau tau aku di penjara dan karirku akan hancur bukan? berani sekali kau memintaku membantumu setelah apa yang kau lakukan padaku"
"memang apa kesalahan saya tuan? " tanya Jakky
"kau menjilatku yang ingin menjadi presdir tapi saat aku masuk penjara kau mengabaikanku seolah kita tidak pernah kenal satu sama lain, jangankan menjengukku dipenjara melihat aku disidang saja kau tidak ada kan? dasar penghianat.. "
Jakky gelagapan lalu berusaha mengejar Mano yang ditahan oleh Kevin.
"jika kau ingin perusahaan kecilmu itu lebih populer kau harus berjuang sendiri jangan mengganggu abangku". ancam Kevin dengan tatapan tajamnya.
Kevin merangkul bahu Mano untuk menjauh dari Jakky. Jakky ingin sekali berteriak saat ini, jika ia tidak dibantu juga oleh Mano sudah pasti perusahaannya akan bangkrut dalam 1 bulan ini.
Sya mencari suaminya dan terkejut saat seseorang menepuk pundaknya.
Sya berbalik dan matanya berbinar seketika melihat siapa pelakunya.
"hai... Nyonya Candrawinata". sapa Wiwin dengan nada centil mengelus perutnya.
"hai juga Nyonya Dirgantara". balas Sya
mereka pun melempar tawa satu sama lain,
"bagaimana mual-mual suamimu? " tanya Wiwin menggoda.
"udah berkurang sih.. kasihan juga dia yang melewati masa ngidamnya karnaku". jawab Sya
"malah aku suka kalau Kevin yang mengalami masa ngidammu.. biar dia tau kalau hamil itu tidak mudah jangan hanya bisa buatnya aja, sakitnya tidak tau malah mau enaknya aja".
Sya memukul lengan Wiwin yang bicara seenak jidatnya saja
"kenapa? " tanya Wiwin seakan tidak merasa bersalah.
"apa kamu bertengkar dengan Bayu? " tanya Sya dengan heran tingkah Wiwin yang suka ceplas-ceplos saat hamil.
setau Sya sahabat baiknya itu sangat pandai menyimpan rahasia tapi kini malah berbeda sejak hamil.
"tidak.. kami tidak pernah bertengkar dia sangat dewasa dan begitu sabar denganku". jawab Wiwin mengelus perutnya sambil tersenyum bahagia.
Sya manggut-manggut jadinya, "mungkin bawaan bayinya kali".
__ADS_1
"tapi dimana Bayu? " tanya Sya
"kamu sendiri gimana? mana Kevin? " tanya Wiwin balik bukannya menjawab pertanyaan Sya.
"mas Kevin sedang membantu bang Mano yang didekati Jambu ". jawab Sya
"Jambu siapa sih? " tanya Wiwin
Sya dengan polos menunjuk Jakky yang disebut sebagai jambu oleh Kevin
"hah? itu pengusaha R Group kan? kenapa Jambu? bukannya namanya Jakky ya? "
"kamu mengenalnya? " tanya Sya
"hmm.. beberapa kali dia sering mensponsori iklanku". jawab Wiwin.
"oh".
"tapi apa urusannya? " tanya Wiwin
Sya menghela nafas panjang lalu berbisik di telinga Wiwin menceritakan semuanya secara singkat
"ah.. pantas sih menurut aku.. dia pernah memegang bahuku dan meremas lenganku, aku tidak suka sudah pasti menepisnya ...ck. kalau dipikir-pikir bukan aku saja.. banyak model lainnya juga dipegang-pegang olehnya, jadi kalau butuh sponsor para model yang kehabisan akal, tidak dapat job kerja akan menemuinya"
"apa payud*ra termasuk? " bisik Sya
"ya iyalah Sya... secara dipegang-pegang kan? " kekeh Wiwin
Sya bergidik mendengarnya.
"Eeeh.. tunggu siapa perempuan itu? " Wiwin melihat gelagat perempuan yang tengah memperhatikan Kevin
"hmm? " Sya menoleh ke arah tatapan Wiwin lalu mengerutkan keningnya.
"tatapan bagaimana?" tanya Sya balik.
"itu tatapan seorang kekasih yang datang dari negeri jauh dan kini sedang bertemu dengan kekasihnya yang ada di negara yang sama dengannya kini".
"hah? tapi mas Kevin tidak pernah punya pacar selain aku". bela Sya
"kamu yakin dia tidak punya mantan? " tanya Wiwin serius.
"aku sang...? " jawab Sya menggantung seketika
kilasan balik masa lalunya terngiang-ngiang di kepalanya alasan Kevin jadi alergi sentuhan dengan perempuan karna di khianati kekasihnya.
"haha.. kamu baru menyadarinya? " ledek Wiwin.
"diam.. ikuti aku". desak Sya menarik tangan Wiwin melangkah kan kaki ke arah Kevin.
"mantannya mas Kevin? apa dia sedang memasang muka tembok? dia tidak malu setelah apa yang dia perbuat pada suamiku dulu? dasar wanita jal*ng". batin Sya mengomel-ngomel tak senang.
"mas? " sapa Sya
"sudah.. istrimu terlalu lama kamu tinggal...pergilah aku akan menemani Reyhan yang sibuk mengenalkan resto barunya" Mano berkata sambil melenggang pergi dari sana.
"kenapa sayang? " tanya Kevin berbalik menangkup pipi Sya
"hei..istrimu selingkuh didepanmu apa kamu tidak akan marah Vin? " tanya Wiwin dengan datar
__ADS_1
"siapa selingkuhannya? " tanya Kevin dengan serius
Wiwin melihat ke arah tangannya, "dia berselingkuh denganku membawa ku kabur dari tempat tadi".
Kevin yang tadinya tidak senang malah tersenyum lebar seketika,
"dia milikku.. kamu kembalilah ke suamimu". Kevin mengambil alih tangan Sya yang menggenggam tangan Wiwin.
"ck..! dasar bucin". umpat Wiwin menjulurkan lidahnya.
Sya jadi wanita manja saat ini menempel dengan Kevin kemana-mana.
"aku tidak akan memberimu celah untuk mendekati suamiku". batin Sya sambil memejamkan mata di pelukan Kevin.
Kevin terus saja di goda oleh semua orang hingga ia memilih untuk pulang.
Sya terus saja mengalihkan perhatian Kevin supaya tidak melihat ke arah wanita yang ia percaya sebagai mantan Kevin.
.
.
"ada apa sebenarnya sayang? ayo katakan padaku dengan jujur". pinta Kevin serius duduk berhadapan dengan Sya
"tidak ada masalah apa-apa mas". elak Sya dengan senyuman.
"apa kamu takut aku akan disentuh perempuan lain? " tebak Kevin
Sya terdiam lalu mengangguk-ngangguk membenarkan.
"ada hal penting yang belum aku beritau padamu sayang".
"apa? " tanya Sya mendengarkan dengan serius.
"aku sudah sembuh total".
"ha? maksudnya? " tanya Sya tidak mengerti.
"aku tidak lagi mengalami alergi seperti sebelumnya karna psikis ku sudah sembuh karna ada obat nya adalah wanitaku ini".
Sya mengerjab-ngerjabkan matanya. "mas emang udah sembuh? "
Kevin mengangguk.
"kok bisa?" tanya Sya tidak percaya kebenaran itu.
"sayang penyakitku itu karna beban psikis ku jadi saat sembuh aku tidak lagi merasa rasa sakit dan trauma akan wanita"
"aku yang membuatmu sembuh mas? " tanya Sya sekali lagi.
"iya sayang.. kata dr. Rangga kesembuhanku karnamu dan aku mohon padamu jangan pernah mengkhianatiku.. karna jika kamu mengkhianatiku saat itu juga aku akan mengakhiri hidupku".
Sya tersenyum tulus seketika, "kamu sudah membuatku seperti ini bagaimana caraku bisa pergi hmm? "
Kevin melihat perut buncit istrinya lalu tersenyum.
"kamu harus tanggung jawab kalau tidak mau disebut breng*k ". senyum manis Sya
Kevin tergelak mendengarnya ia memeluk Sya dan menciumi gemas kening Sya.
__ADS_1
.
.