
.
.
"kalau begitu menyamar saja kamu nya? "
"hah? " Wiwin menoleh ke Bayu dengan raut wajah bingung.
"menyamar saja kau akan melihat-lihat isi apartemen diatas sana" Bayu menunjuk lantai atas.
"iya juga, tapi aku sudah terlanjur membawa mu masuk ke mobilku". Wiwin melihat penampilan Bayu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Bayu menghela nafas panjang, "siapa juga yang menyuruhmu membawaku masuk kesini? "
"ya biar kamu percayalah lihat wajah aku ! gimana sih? tidak mungkin aku tunjukkan wajahku padamu di depan banyak wartawan tadi! yang ada kita bakal kena Skandal. " dumel Wiwin.
"sana keluar..! cari jalan lain" usir Wiwin seenak jidatnya saja.
Bayu menganga lebar ke arah Wiwin, sungguh baru kali ini ada perempuan yang berani memerintahnya.
"apa? mau protes? " tanya Wiwin melotot tajam.
Bayu mendengus langsung keluar dari mobil Wiwin,
.
.
wiwin melihat sekeliling sambil menggerutu geram melihat para wartawan malah berkemah di depan gedung apartemen Kevin,
bagaimana cara Wiwin bisa masuk coba?
Wiwin menelfon Sya dan akhirnya Sya mengangkat panggilannya sebab sejak tadi sampai berpuluh-puluh kali Wiwin menelfon Sya tidak mengangkat panggilannya.
Sya langsung menjauhkan ponselnya saat Wiwin mengomelinya dengan nada naik 1 oktaf.
"maaf win..! aku aja menikah sama mas Kevin baru tadi pagi terus sore ini langsung ritual, dari tadi aku tidak sempat memegang HP baru ini aku sempat megang HP.. "
"alasan kamu aja" ketus wiwin.
"lagian tadi pagi kan aku udah sms kamu? " gerutu Sya
"masa sih? aku tidak baca! kamu tau sendiri kan aku tidak pernah membaca SMS masuk". Wiwin
"iya sih.. tapi aku tidak sempat chat WA, paket aku habis hari ini " bela Sya
"banyak alasan..! sekarang beri aku ide bagaimana caranya bisa masuk ke apartemenmu? " pinta wiwin.
"kamu disini Win? " tanya Sya kaget.
"Kamu disini win? " cibir Wiwin dibalas cengiran oleh Sya .
"sejak tadi aku disini kampret..! " omel Wiwin.
"iya.. iya.. aku bakal bilang ke mas Kevin".
__ADS_1
.
.
butuh waktu 30 menit bagi seorang Kevin Candrawinata bisa membuat jalan pintas hingga Wiwin dan Bayu bisa masuk ke apartemen.
kini Wiwin menatap datar Sya yang tengah menunduk di depannya.
Sya menunjukkan sms nya yang dikirimkan tadi pagi ke Wiwin lalu menunjukkan ke Wiwin dirinya tak punya paket internet.
"kamu fikir aku bodoh? " tanya wiwin dengan datar.
"ha? " Sya menunjukkan raut wajah bodohnya.
"rumah Kevin ada WIFI kan? " tanya Wiwin dengan wajah juteknya.
Sya terkejut sesaat lalu mengedarkan pandangannya, "iya juga ya? kenapa selama ini aku tidak menyadarinya? "
"karna kamu tidak pernah bertanya pada tuan Kevin". jawab wiwin malas.
"haii.?" sapa Ratih dengan ramah.
"eeh.. halo tante..! tante ibunya Kevin ya Tan? " tanya Wiwin menyalami Ratih.
"tidak mama sangka temanmu seorang model ya Sya? mama suka loh dengan iklan sampo mu itu Wiwin".
wiwin tersenyum malu-malu.
"hhmm.. bahkan tante beli sampo yang kamu rekomendasikan itu" sambung Ratih mengendus-ngendus rambutnya sendiri yang masih wangi.
.
"wajahmu tidak boleh di tekuk begitu? " Laila menampar-nampar gemas pipi Kevin.
Bayu menahan tawa melihatnya, setidaknya ada balasan atas perbuatan Kevin yang membuatnya menunggu lama di luar gedung.
.
akhirnya ritual malam itu benar-benar selesai, baru aja Kevin dan Sya hendak bersatu setelah melalui ritual kepercayaan keluarga Sya ada lagi masalah lagi yang menimpa Wiwin.
"wiwin akan baik-baik aja sayang? " bujuk Kevin
"tidak bisa..! aku harus menemui Wiwin, dia pasti syok dengan situasinya sekarang" Sya mengambil jaket dan tidak lupa memasang kacamata tebalnya.
Sya tidak sempat lagi mengepang rambut, ia mengambil kunci mobilnya yang ada di garasi.
"huuh.. biar aku temani" Kevin pasrah mengikuti kemauan istrinya.
Sya di dalam mobil terlihat tidak tenang saat panjangnya macet di depannya.
"bagaimana ini mas? " tanya Sya dengan raut wajah khawatir.
"tenang saja..! kita akan sampai! itu macet karna lampu merah" Kevin.
akhirnya Sya tiba di apartemen Wiwin, ia berlari tak sabar masuk ke gedung itu lewat jalan bawah karna jalan utama di kerumuni wartawan.
__ADS_1
Sya tiba di Apartemen Wiwin, ia tau sandi apartemen Wiwin dan terhenyak melihat Wiwin sedang siaran langsung.
"apa kalian terkejut? aku tidak pernah menyembunyikan apapun dari kalian, sungguh. ! managerku sudah tau kalau aku wiwin si gemuk dulunya".
"semua kru-kru film dan modeling tau tubuh asliku dulu sebab menjadi seorang model dan artis Film membutuhkan KTP juga pastinya, dan foto aku di KTP berbeda mereka juga tau semua yang terjadi denganku.. awalnya aku ingin memberi tau kalian sebagai fans setia aku tapi manager dan agensiku melarang ku untuk memberi tau semuanya".
Sya mulai ikut nimbrung di samping Wiwin setelah melepas kacamata tebalnya.
Wiwin tentu kaget melihat Sya.
Sya menarik nafas dalam-dalam lalu menceritakan kisah hidupnya dulu saat menjadi gadis super gendut.
"apa salah jika kami menjalani diet sehat untuk mendapatkan tubuh yang ideal? apa salah jika kami ingin hidup normal tanpa di tatap aneh oleh orang banyak? kenapa kalian begitu kejam? " cecar Sya dengan air mata mengalir mengingat masanya dulu.
"sejak dulu aku tidak pernah bahagia walau memiliki uang yang banyak, gadis gendut juga perempuan kan? kami juga ingin di perhatikan dan dicintai"
"impianku menjadi seorang model tapi berkali-kali aku gagal hanya karna tubuhku tidak ideal, apa salah ku jika aku juga ingin jadi model? " sambung Wiwin
curahan hati Wiwin dan Sya jadi Viral dimana-mana sebab di indonesia ini hampir semua anak suka membuli orang yang sedikit berbeda,
membuli perempuan gendut, miskin, kutu buku, tidak bermodis dan banyak hal lainnya yang ada aja menjadi alasan setiap orang membuli seseorang.
Kevin sejak tadi mendengarkan pun ikut meneteskan air matanya tapi ia cepat menghapusnya supaya tidak keliatan hatinya memang begitu rapuh mendengar cerita kedua sahabat baik itu.
agensi wiwin menelfon wiwin.
"kenapa? " tanya Sya heran Wiwin tidak mengangkat telfon bos nya.
"sepertinya aku dipecat. ! apalagi coba? "
"angkat aja terlebih dahulu, aku rasa bukan karna masalah di pecat". saran Sya.
Wiwin menarik nafas dalam-dalam lalu mengangkat telfon bosnya, betapa terkejutnya wiwin mendengar penjelasan si bos yang sangat bangga padanya bisa menyelesaikan masalah dengan sangat baik.
Sya melihat raut wajah Wiwin yang terlihat sedang berbinar, ia merasa hanya ada berita baik dari si penelfon jadi lebih memilih tetap tersenyum cerah.
"aku dapat banyak Job Sya..! aku dapat banyak Job.. hahaha!" heboh wiwin memeluk Sya melompat-lompat di tempat
Sya ikut bahagia mendengarnya, ia lah yang sangat tau akan impian sahabatnya itu.
"sampai kapan kalian bersama? ingat win..! Sya itu sudah menjadi istriku, dia berlari padamu saat melihat berita yang mencoreng nama baikmu meninggalkan aku suaminya ". protes Kevin bersidakap dada.
"benarkah? Sya kamu memang sahabat terbaikku..! muah.. muah.. " pekik Wiwin mencium pipi kiri dan kanan Sya dengan gemas.
Sya tertawa geli di ciumi oleh Wiwin.
.
.
.
.
.
__ADS_1