
.
.
kini Sya ada di kamarnya sambil melamun.
Kevin memeluk Sya dari belakang hingga Sya terkejut melihat ke arah Kevin.
"kenapa? jangan bilang kamu kasihan pada perempuan tidak tau diri itu". bisik Kevin
Sya tersenyum tipis, "aku hanya sedang berpikir tentang masa laluku mas! bagaimana bisa aku begitu mempercayai mereka dan tanpa sadar aku benar-benar menjadi budak mereka "
Kevin mengecup telinga Sya, "Tuhan sudah memberi tau kebusukan mereka kan? apa kamu menyesal telah dikhianati oleh mereka? "
"tidak mas karna aku bertemu dengan tuan tembokku yang datar ini". jawab Sya mengusap rahang Kevin
"masih menyebutku tuan tembok hmm? aku setampan ini bagaimana bisa kamu sebut tembok dulunya?" gemas Kevin.
"kan mas itu dulu dingin dan jutek banget tau! ya aku sebut tuan tembok lah" kekeh Sya.
Kevin memeluk Sya dengan erat sambil menciumi bahu istrinya itu.
.
.
Bela kembali ke kontrakannya dan ada Haris disana,
"bagaimana? sudah bertemu Sya? " tanya Haris
"belum lah.. aku terkena sial hari ini.. si culun meremehkanku terus Kevin sialan itu malah memperlakukanku seperti parasit..! aku ingin sekali mengadukan perbuatan jahatnya itu ke Sya".
"Aku yakin Sya masih mencintaiku.. " gumam Haris begitu percaya diri sambil tersenyum tapi meringis seketika meraba pipinya yang bengkak.
"kenapa kau tidak bekerja? " tanya Bela dengan heran
"perusahaanku jatuh bangkrut..! " jawab Haris
"Apaaa?? bagaimana bisaa? " pekik Bela
Haris mengusap-ngusap telinganya yang terasa berdengung karna pekikan Bela.
"bagaimana bisa kau jatuh bangkrutt" bentak Bela dengan marah.
"bagaimana lagi? kau fikir kenapa? semua orang menarik saham dan tidak ada yang mau membantu keuangan kami sialan..! apalagi wajahku seperti ini dipukuli Kevin itu, udah pasti pemegang saham tau berita aku di bilang pria bajing*n menggoda istri Kevin itu padahal aku yang pertama kali mengenal Sya."
"lalu bagaimana nasib kita?? " geram Bela
"aku tidak mau jatuh miskin" teriaknya frustasi.
"gunakan saja tubuhmu seperti biasa" usul Haris dengan entengnya.
"dan kau mau jadi parasit padaku? " sindir Bela dengan tajam.
"kau harus seperti Sya membiayai kebutuhanku" tukas Haris lagi.
"aku tidak peduli biaya kebutuhanmu..! kita bercerai..! urus saja hidup parasitmu itu sendiri dasar brengs*k !!"
"kau bilang apa? " berang Haris.
"apaa?? mau apa? suami mana yang tega menyuruh istrinya jual diri hah? hanya kau brengs*k yang tega melakukan itu... dasar bejat..! aku menyesal telah menikah denganmu" teriak Bela dengan marah.
__ADS_1
"Kau..! "
plakk..
Bela berteriak frustasi lalu menendang bagian bawah Haris hingga si empunya terjingkat kesakitan.
"dasar pria murahan kau fikir setampan apa dirimu hingga aku harus membiayai hidupmu.. kau juga berasal dari paretan kan? jadi jangan sok lagaknya kau terlahir dengan sendok emas.".
maki Bela melenggang pergi dari kontrakannya tanpa membawa apapun selain tasnya berisi dompet dan ponselnya saja.
Bela tidak membawa emas nya karna ia sudah jual dan dimasukkan uangnya ke ATM, ia juga mengira bakal bertemu Sya dan Sya membantunya bebas dari masalahnya saat ini seperti dulu.
"lebih baik aku kabur saja dari sini..! si parasit itu terus menempel padaku belum lagi tuntutan kedua jal*ng itu dan aku sudah jatuh bangkrut.. dari pada masuk penjara lebih baik aku kabur saja". gumam Bela mengangguk-ngangguk sendiri
.
.
belum satu harian di tinggal Bela, Haris sudah pontang-panting mengobrak-ngabrik lemari dan laci di kamar nya bersama Bela
"apa dia sama sekali tidak punya uang? tidak ada hartanya yang bisa di jual? " teriak Haris dengan geram melempar benda-benda di dekatnya.
Haris malu keluar rumah karna wajahnya sebelah bengkak bekas pukulan Kevin tapi perutnya sudah kelaparan jadi ia nekat keluar walau begitu ia tidak punya uang harus mencari uang dikamarnya terlebih dahulu.
Haris sama sekali tidak ada uang dan melihat jam tangannya yang dulu pernah Sya belikan untuknya.
"sial..! aku tidak punya uang lagi"
Haris pun terpaksa menjual jam tangannya yang sangat mahal ia membayar sewa rumahnya untuk 3 bulan kedepan.
sekarang uang ditangan Haris hanya berjumlah kurang lebih 3.400.000 ribu.
"entah kapan aku bisa beli jam tangan itu lagi.." geram Haris tak bisa berkata-kata lagi.
ke esokan harinya wajah Haris sudah sembuh total berkat obat yang ia beli tadi malam,
Haris dengan percaya diri keluar rumah mendatangi mol hanya untuk sekedar jalan-jalan,,
"apa aku habiskan saja uangku ya? " gumam Haris.
"tapi bagaimana uang makanku nanti malam? sekarang pasti tidak ada yang mau memperjakan ku saat ini".
untuk pertama kalinya Haris benar-benar kesulitan seperti masa nya dulu sebelum mengenal Sya.
di mol yang sama
Sya sedang memilih-milih dasi hadiah untuk sang suami karna sudah membuatnya di hormati oleh presdir kosmetik langganannya.
sejak Kevin mengatakan kalau ia berdonasi karna Sya, nama Sya langsung melambung tinggi ia masuk nominasi pilihan wanita di negara Indonesia sebagai posisi perempuan impian semua wanita..
Sya dianggap sangat beruntung menikah dengan Kevin, Kevin tidak pernah melibatkan diri dengan perusahaan lain tanpa alasan apapun sekarang Kevin punya alasan sendiri menjalin hubungan dengan perusahaan lain.
"dan hadiah lainnya aku rayakan di Paris aja deh..! ". batin Sya dengan senang.
Sya memilih dasi yang ia suka dan sangat pas pastinya dengan tubuh gagah suaminya apalagi Sya sangat tau stelan jas formal Kevin di lemari nya jadi tau dasi warna apa saja yang masuk dengan pakaian Formal Kevin nantinya.
.
.
"Hei.. lihat kalau jalan..! " bentak Haris.
__ADS_1
Sya mendongak ke Haris dan tertegun melihat Haris ada di tempat ini juga.
"merepotkan saja..! " umpat Haris lalu melenggang pergi meninggalkan Sya yang masih terduduk.
"nona tidak apa-apa? " tanya seorang gadis membantu Sya berdiri.
"tidak apa..! terimakasih.. " ucap Sya tulus membenarkan kacamata tebalnya.
"sama-sama Nona". jawab perempuan itu sambil tersenyum.
"Huufft... untung aja aku berpenampilan seperti ini.. dasar pria brengs*k..!". batin Sya sambil menggeleng-geleng kepalanya.
Sya kembali ke Perusahaannya
"sayang? " Kevin tiba-tiba memanggil
"aaah..! " kaget Sya.
Kevin tersenyum tipis lalu senyumnya memudar seketika.
"kamu kemana? " tanya Kevin
"aku keluar ke mol mas! mas ngapain disini? nanti ada yang curiga". bisik Sya.
Kevin mengunci pintu ruangan kerja Sya,
"aman kan? "
Sya melebarkan matanya dengan was-was gelagat suami mesumnya itu.
"mas..! jangan dikantor mas! aku tidak mau ada yang lihat nanti".
"jawab pertanyaanku terlebih dahulu" seringai Kevin.
"jawab bagaimana sih mas? mas mau bertanya apa? " tanya sya dengan sabar tapi masih waspada.
"kamu beli apa tadi di mol? " tanta Kevin
"aku beli dasi untuk mas pakai di Paris besok". jawab Sya mengeluarkan kotak hadiahnya dan Kevin bisa melihat warna dasi yang dibelikan Sya benar-benar warna lembut hingga masuk dengan stelannya nanti.
"kalau begitu ayo kita cepat pulang. ! kita harus berangkat ke bandara detik ini juga".
senyum lebar Kevin hilang sudah rasa curiga dan khawatirnya tadi.
Sya mengangguk sambil tersenyum.
mereka sudah berkemas sebelumnya jadi tinggal nunggu perintah dari Kevin saja kapan OTW nya.
.
.
.
terimakasih buat dukungan kalian semua ya..! kalau ada keselip kata yang salah mohon beritau Nae biar bisa di revisi harap maklum Nae cuma manusia biasa punya kesalahan.. hehe.. terimakasih yang sering beri Nae tips buat penyemangat...!!
jangan lupa Like, koment dan favoritkan ya Novel Nae biar dapat notif nya kalau Othor Update..
.
.
__ADS_1
.