
.
.
ke esokan harinya Kevin dan Syamita bekerja seperti biasa, jika di perusahaan Sya akan memanggil Kevin dengan sebutan tuan tapi kalau di luar Perusahaan Syamita akan memanggil Kevin.
sebenarnya Sya ingin memanggil Kevin dengan sebutan Mas tapi sejak dulu Sya ingin sebutan itu hanya untuk suaminya saja, bahkan saat bersama Haris pun Sya tidak pernah memanggil mas.
Jadi Sya akan memanggil Kevin mas saat pria itu telah sah menjadi suaminya.
.
Kevin mulai serius mengelola perusahaan nya kembali setelah terjadi kekacauan besar di perusahaannya.
Sya kini ada di Lobil dan melihat Lift yang sangat penuh dan Lift yang lain sedang rusak, Sya melihat ke arah tangga pun langsung menghela nafas panjang.
"Semangat Sya..! anggap aja olahraga, kamu jarang berolah raga akhir-akhir ini" gumam Sya menyemangati diri.
Sya berjalan perlahan menaiki tangga hingga tiba di lantai 18 Sya terhenti seketika mendengar pembicaraan seseorang.
"Maaf tuan Mano..! penjagaan di perusahaan sangat di perketat! saya tidak bisa menghubungi anda akhir-akhir ini.. "
"dasar tidak berguna..! seharusnya kau lebih berguna lagi mengacaukan rencana mereka.. katakan apa mereka mencurigaimu hah? "
"tidak tuan..! mereka tidak terlihat mencurigai saya tapi karna kebocoran data inti Perusahaan membuat mereka tidak sembarang mengumpulkan kami". jelas pria muda yang menjadi penghianat sebenarnya diantara semua karyawan yang bekerja dengan Kevin.
tanpa Pria itu sadari Sya merekam vidio pria itu yang tengah berbicara dengan mano.
Sya langsung menyimpan ponselnya lalu bersembunyi saat pria itu mulai mengakhiri pembicaraannya.
"jadi tuan Bian pelakunya selama ini! pantas saja Bayu tidak menemukan pelakunya..! apa dia Rubah jantan? dia bisa bersembunyi dengan baik". batin Sya yang juga syok saat tau penghianat sebenarnya.
Bian mengedarkan pandangannya melihat-lihat situasi yang benar-benar aman lalu segera keluar dari tangga darurat.
Sya masih diam sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya supaya tidak mengeluarkan suara walau hanya suara nafas saja.
Sya menghela nafas lega saat pintu benar-benar tertutup.
"kasihan Kevin kalau tau Bian lah pelakunya". gumam Sya yang tau Bian dan Kevin adalah teman 1 kampus.
bisa dikatakan Bian, Kevin dan Bayu adalah teman sekampus yang akrab tanpa ada saling curiga satu sama lain sampai sekarang.
"pantas saja tuan Bayu tidak bisa mendapatkan pelakunya". gumam Sya langsung keluar dari pintu darurat dan menunggu di lift saja.
sesampainya di ruangannya Sya melihat sekeliling dan menarik nafas panjang, Sya mondar-mandir di tempat dengan raut wajah gelisah.
"apa Kevin akan mendengarkanku? tapi Bian kan teman nya? kalau dia membatalkan semuanya bagaimana? aku cukup tau Bian orang kepercayaan Kevin dan Bayu .. aku bisa saja di anggap mencemarkan nama baik kan? "
cukup lama Sya perang batin dan akhirnya menemukan jawaban dari akar permasalahannya saat ini.
"aku punya rekamannya..! coba aku lihat lagi wajahnya terekam atau tidak". gumam Sya mengeluarkan ponselnya.
Sya berlari ke arah pintu dan mengunci pintu ruangannya.
Sya memutar vidio rekamannya tadi serius,,
__ADS_1
"jelas..! bukti ini sangat jelas, aku akan memberi tau Kevin dan Bayu". gumam Sya meyakinkan diri kalau ia bisa meyakinkan Kevin dan Bayu kalau pelakunya adalah Bian.
.
malam harinya Sya memasuki ruangan Kevin yang sedang sibuk berbicara dengan Bayu,
Sya mendengar Kevin tengah berbicara mengenai penghianat yang belum juga Bayu temukan sampai detik ini juga.
"Kevin? Bayu? " Sya menyapa kedua pria itu dengan bahasa non formal sebab bukan jam kerja Sya lagi.
sebelumnya Sya masih memanggil tuan ke Bayu tapi pria yang menjabat sebagai asisten pribadi Kevin tak terima di panggil tuan sejak tau Sya adalah kekasih Kevin.
"Sya..? "
Bayu juga memanggil Sya karna mereka bertiga berada digolongan sama, Bayu bisa berbicara non formal dengan Kevin dan Sya jika bertiga saja.
"apa aku boleh mengatakan sesuatu? " tanya Sya serius.
"kalau begitu aku keluar" Bayu hendak keluar tapi Sya menahan nya.
sejak masalah perusahaan menimpa CW Group, Sya Kevin dan Bayu jadi lebih akrab.
"ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua". ujar Sya serius.
Bayu dan Kevin saling pandang tak mengerti.
"apa arti Bian bagi kalian? " tanya Sya serius.
"teman" jawab Bayu dan Kevin serentak hingga kedua pria tampan itu saling pandang tak mengerti.
"maksudmu apa Sya? " tanya Bayu.
"ada apa sayang? apa yang sebenarnya kamu fikirkan?" tanya Kevin juga heran dan penasaran.
Sya memutar vidio di ponselnya dan menunjukkannya ke Bayu dan Kevin.
Bayu dan Kevin serius melihat ponsel Sya hingga akhirnya mereka tau kalau Bian lah pelaku yang sebenarnya.
"ba.. bagaimana bisa? " Kevin seakan tidak percaya penghianat nya adalah temannya sendiri.
Bayu seperti sudah tau saja Bian pelakunya.
"apa kau sudah tau Bayu? "tanya Kevin dengan serius.
"aku mencurigainya Vin... seperti yang Sya katakan jangan pernah percaya dengan orang-orang terdekatmu jadi aku cukup was-was dengan orang sekitar termasuk Bian.. "
Kevin mengepalkan tangannya ia akhirnya merasakan apa yang Sya rasakan di khianati.
"sepertinya Bian dan Mano memang sudah lama berhubungan Vin.. aku akan keluar mencari lebih dalam lagi".
Bayu meninggalkan ruangan Kevin.
Sya mendekati Kevin dan memegang tangan Kevin,
"aku minta maaf" Sya memeluk Kevin yang tampak termenung memikirkan Bian.
__ADS_1
"aku tidak tau dia pelakunya Sya..! aku benar-benar tidak menyangka, entah sejak kapan dia bekerja dengan bang Mano.. apa sejak dulu dia mendekatiku karna bang Mano? "
Sya mengusap punggung Kevin berkali-kali.
"di khianati memang menyakitkan Vin... aku juga pernah mengalaminya hingga trauma itu masih ada.. aku harap kamu bangkit dan hadapi mereka dengan angkuh..! tunjukkan sisi menakutkanmu sebenarnya supaya mereka tidak lagi berani menghianatimu"
Kevin memejamkan matanya di pelukan Sya.
.
.
kini Sya, Kevin dan Bayu tengah berkumpul.
"bagaimana? " tanya Kevin
"sudah Vin.. dia memang pelakunya tapi kerjanya benar-benar bersih tidak ada jejak"
"apa yang harus kita lakukan? " tanya Sya.
"berpura-pura tidak tau kalau dia pelakunya " jawab Kevin.
Kevin menjadi lebih baik saat ini berkat dorongan dari Sya.
mereka bertiga menjalankan rencana bersama-sama dan akhirnya di sepakati juga.
"sekarang kita kembali.. " Kevin bangkit dari duduknya dibalas anggukan oleh Sya dan Bayu.
Sya hendak keluar duluan tapi tangan Kevin tiba-tiba memegang pergelangan tangannya.
"kita pergi berdua". ujar Kevin
Bayu memilih keluar duluan dari pada jadi nyamuk diantara keduanya.
Kevin menggenggam tangan Sya keluar dari ruangannya, sesekali Kevin mengecup punggung tangan Sya.
"terimakasih sayang..! " ucap Kevin dengan lembut.
"untuk apa? " tanya Sya
"karna selalu ada disisiku " jawab Kevin
Sya tersenyum lebar sambil membenarkan kaca mata tebalnya.
"aku berharap kamu akan selalu berpenampilan seperti ini supaya tidak dilirik pria lain sayangku ini"
Sya terkekeh mendengarnya, "aku seperti ini kamu seperti apa? jika aku memang menjadi istrimu nanti aku harus berpenampilan menarik dong.. otomatis identitasku akan di ketahui publik"
Kevin merangkul pinggang Sya dengan posesif, hingga Sya tertawa kecil.
tingkah Kevin seperti anak kecil yang tidak mau mainannya diambil orang lain.
.
.
__ADS_1
.