Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
ada apa dengan dia?


__ADS_3

.


.


Wiwin yang sedang syuting minuman pun di lambai-lambaikan tangan oleh managernya bernama Raldo.


"ada apa bang? " tanya Wiwin berlari ke arah Raldo.


"ada yang menelfonmu! " Raldo memberikan ponsel Wiwin.


Wiwin mengerutkan keningnya melihat nomor asing di layar ponselnya,


"siapa ya? " gumam Wiwin membolak-balik HP nya yang merupakan nomor pribadi.


"apa Sya? " tebaknya lagi mencari tempat sepi lalu mengangkat panggilan itu.


"halo..? " sapa Wiwin menyibakkan rambutnya kebelakang.


"ini aku Bayu..!"


"Bayu? " beo Wiwin melihat layar ponselnya.


"ini Bayu asistennya Kevin? suami Sya? " tanya Wiwin sekali lagi.


"iya..! aku dapat nomormu dari Sya!"


"bagaimana bisa? kenapa tidak menelfon di nomor bisnis ku? " tanya Wiwin penasaran


"aku menelfon mu berkali-kali tapi bukan kamu yang jawab" balas Bayu dengan malas.


"benarkah? hp bisnis ku memang sama Managerku tapi kalau ada yang menghubungiku lewat nomor bisnis seharusnya diangkat olehnya kan? "


"ck.. mungkin managermu cemburu padaku.. dia pernah mengangkatnya tapi dia bilang kamu sibuk"


"masa sih manager aku bilang gitu? " Wiwin seakan tidak percaya penjelasan Bayu.


"terserahmu..! sekarang aku akan langsung bicara pada intinya, mau jadi model CW Group? " tanya Bayu.


"hah? tapi aku hanya model junior kenapa aku? yang ada aku di serang model Senior kalau aku jadi model perusahaan raksasa seperti CW Group".


"ck.. mental mu lemah sekali" cibir Bayu.


"kamu bilang apa? " tanya wiwin dengan datar


"terima saja tawaran tuan Kevin dan buktikan kamu pantas jadi model kami, disini ada model Chika menawarkan diri rela tidak digaji karna namanya sudah turun menolak bekerja sama dengan perusahaan CW Group sebelumnya, kamu mau berakhir seperti dia? "


Wiwin terkesiap, "masa sih? seserius itukah jika menolak kerja sama dengan CW Group? "


"hmm... Tuan Kevin sangat perhitungan dan aku harap kamu memikirkannya baik-baik! telfon aku balik dengan nomor ini".


tut.. tut.. tut..


Wiwin yang belum sempat berbicara pun menganga lebar dengan apa yang barusan Bayu katakan.


"aku bersusah payah merintis karirku tiba-tiba harus hancur karna menolak mereka? " guman Wiwin menggeleng-geleng kepalanya.


Wiwin mengirim pesan pada Bayu lalu segera menyimpan ponselnya saat di panggil oleh Raldo.


"dari siapa? " tanya Raldo.


"dari Sya " jawab Wiwin sambil tersenyum memberikan ponselnya ke Raldo.


"Sya? tapi tadi nomor asing".


Wiwin mengerutkan keningnya melihat Raldo,

__ADS_1


"ada apa sih bang? kenapa abang jadi posesif sih? " tanya Wiwin heran.


Raldo tersenyum, "siapa yang repot jika kamu bermasalah seperti semalam hmm? aku harus lebih posesif supaya tidak ada skandal apapun mengenaimu"


Wiwin mengangguk-ngangguk.


"wiwin?" panggil sutradara iklan.


"iya pak..! " sahut wiwin lalu melihat ke Raldo yang tersenyum.


"bye..? "


"hmm" balas Wiwin berlari ke arah Sutradara nya,


Raldo melihat ponsel Wiwin yang tidak bisa dibuka kecuali pakai sidik jari si pemilik.


.


.


Wiwin di perusahaan CW Group bertemu Sya yang mengepang rambut 2 dan jangan lupa kaca mata tebalnya.


"kenapa masih jadi culun hmm? " goda wiwin merangkul lengan Sya berjalan menuju ruangan Kevin.


"aku lebih nyaman seperti ini, lagian satu perusahaan ini tidak tau aku adalah istri mas Kevin" bisik Sya sambil tersenyum membenarkan kacamata tebalnya.


"kalau di perhatikan wajahmu tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yang buat wajah mu berbeda itu make up..! " jelas wiwin.


"hmm" balas Sya membenarkan.


"enak sekali ya 1 pekerjaan dengan sang suami..! bisa begituan dimana aja ya? " gemas wiwin


Sya melebarkan matanya.


"sejak kapan wiwinku yang polos jadi begini? sejak kapan? " cecar Sya mengguncang bahu Wiwin.


"tuan! " sapa Sya dan Wiwin kompak.


"kenapa lama sekali? cepatlah..! kasihan Bayu ada acara setelah ini" desak Kevin.


Sya dan Wiwin saling pandang lalu segera masuk ke ruangan Kevin ternyata Wiwin bisa melihat kegelisahan Bayu seperti tidak sabar ingin pergi dari tempat ini.


"maaf Bayu..! kami terlalu lama ya? " ucap wiwin merasa bersalah melihat raut wajah Bayu yang terlihat datar.


"hmm..! tidak apa" jawab Bayu datar sibuk memeriksa jam tangannya.


"cepat tanda tangani...! " desak Kevin membuka berkas kontrak kerja samanya.


Wiwin melihat sekilas lalu menandatanginya cepat.


"maaf..! aku tidak bisa menjelaskan pekerjaanmu sekarang.. aku benar-benar sudah telat..! bisa kita atur waktu lain kali? " tanya Bayu serius


Sya melihat ke arah Kevin meminta jawaban ada apa dengan Bayu yang terlihat tidak tenang saat duduk.


"iya..! tidak apa" balas Wiwin


"saya permisi tuan, Nona..! " hormat Bayu lalu berlari tak sabar keluar dari ruangan Kevin.


"ada apa mas? kenapa dengan Bayu? " tanya Sya penasaran.


Wiwin juga ikutan tak sabar menunggu jawaban Kevin.


"hari ini tu peringatan meninggalnya neneknya! " jawab Kevin.


"nenek? " beo Sya dan Wiwin.

__ADS_1


"hmm.. " jawab Kevin.


"keluarganya masih lengkap Vin?" tanya Wiwin.


"masih ! tapi yang paling mencintainya itu hanya neneknya, sejak kecil orangtuanya sibuk mencari uang dan uang untuk membuat perusahaan besar untuk Bayu ! "


"lalu? " tanya Sya


"Hotel bintang 7 Dirgantara itu milik keluarganya" jawab Kevin


Sya membelalakkan matanya, "apa?? "


"hah? Hotel itu milik nya kenapa dia jadi asisten mu Kevin? " tanya Wiwin tak percaya.


"karna dia ingin membuktikan dia tidak butuh uang orangtuanya melainkan kasih sayang saja". jelas Kevin


"itu sebabnya dia mengerti aku ya? " gumam Sya


"mengerti bagaimana sayang? " tanya Kevin serius.


"waktu aku kerja disini Bayu itu seperti udah mencurigai identitasku tapi dia diam aja kan? dia sangat menjaga privasiku ternyata dia juga punya Privasi sendiri". jelas Sya manggut-manggut.


Wiwin melongoh saja, kalau dipikir-pikir mereka berempat berasal dari keluarga Kaya dan lumayan diakui negara tapi mereka hidup masing-masing tanpa ingin memakai uang orangtua terus-terusan.


"jangan menceritakan pria lain sayang..! aku tidak suka" Kevin merangkul pinggang Sya dengan posesif.


Sya memutar bola matanya dengan jengah, "iya mas..! iya "


"senangnya punya istri patuh ini" Kevin mengecup pipi Sya berkali-kali


"mas..! malu tau ada wiwin"


"dia sibuk! " elas Kevin.


"sibuk apa? " tanya Sya menoleh ke Wiwin yang tampak tidak sibuk sama sekali


"sibuk memikirkan sesuatu" jawab Kevin


"Eh..? " Wiwin terkejut dengan nada ponselnya sendiri.


"halo bang? " sapa Wiwin mengangkat panggilan telfon managernya.


"kamu dimana Wiwin? kan aku udah bilang jangan keluar tanpa izin dariku? " omel Raldo di ujung telfon.


"aku sama Sya bang!" jawab Wiwin


"iya bang... Wiwin sama Sya..! " sambung Sya


"oh.. ya sudah..! jangan sampai ada yang memotretmu bersama pria mengerti? "


"iya bang" jawab Wiwin lalu mematikan panggilannya.


"kenapa bang Raldo makin aneh sih samamu? " tanya Sya dengan heran.


"entah..! aku juga tidak tau, sebelumnya kak John memintaku jadi Partner modelnya tapi dia malah menolak dengan alasan aku punya banyak kerjaan padahal jam aku sedang kosong saat itu..! heran aku dengan dia"


"terus kamu tidak bertanya? " tanya Sya


"aku tanya lah..! tapi dia bilang kak John itu seorang playboy dan akan selalu menimbulkan kecurigaan para fans dan wartawan nantinya"


"alasannya tidak masuk akal" gumam Kevin yang sejak tadi diam.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2