Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
RSJ


__ADS_3

.


.


ke esokan harinya.


"Tidaaaak.....! aku masih waras...! tidaaaaakk". teriak Haris histeris di seret paksa oleh 2 perawat pria rumah sakit jiwa.


"aku masih waras...! aku waras, aku tidak gila bodoh... lepaskan aku... lepassss.. ".Haris terus saja menjerit-jerit.


orang-orang yang melihatnya hanya menggeleng-geleng kepala, namanya orang sakit jiwa tidak akan mau mengaku kalau dia sedang sakit jiwa.


mereka bukannya percaya kata-kata yang terlontar dari bibir Haris tapi malah kasihan sama Haris yang sudah gila di usianya yang masih muda.


Haris meronta-ronta di seret oleh perawat pria itu.


"sialan kalian.. aku masih waras.. lepaskan aku". maki Haris.


Haris dibawa masuk mobil ambulance, banyak mobil yang lalu lalang malah pura-pura tak melihat mereka tapi pejalan kaki yang melihatnya hanya menggeleng kasihan dengan Haris yang sudah gila.


setibanya di rumah sakit jiwa Haris makin menjadi-jadi berteriak seperti orang benar-benar tidak waras.


seorang pria tiba-tiba muncul di hadapan mereka, kedua perawat pria menunduk sopan pada pria itu, Haris melihatnya dari bawah sampai ke atas dan matanya melebar seketika melihat pria itu.


"kau...? Kau kacungnya Kevin kan? " tebak Haris.


Bayu mengabaikannya


(Author : acung itu sama seperti pembantu)


"jangan biarkan dia keluar dari tempat ini, kalian akan dalam bahaya jika membiarkannya lepas! dia benar-benar tidak waras pasti dia akan membunuh kalian semua untuk balas dendam, kalian mengerti?" ujar Bayu


2 perawat pria itu merinding mendengar ancaman Bayu, ia tidak menyangka pria seperti Haris bisa membunuh tapi mendengar tutur kata Bayu tentu mereka percaya.


"dia bohong... dia bohong.. kalian jangan percaya dia.. jangan percaya dia". teriak Haris meronta-ronta.


sungguh tenaga Haris tidak seperti dulu lagi, ia terus memberontak di seret paksa oleh perawat pria itu.


Bayu tersenyum tipis lalu menghubungi Kevin


"sudah beres tuan!"


"bagus..! jangan sampai dia keluar dari rumah sakit jiwa itu, kurung dia kalau perlu isolasi dia sebagai pasien paling berbahaya". balas Kevin


"baik tuan". jawab Bayu mengerti.


.


.


Bayu berbalik menemui pemilik rumah sakit jiwa itu memberi tau perintah Kevin pada mereka.


siang harinya Bayu bukannya kembali ke Perusahaan malah pergi ke apartemennya.


Wiwin terlonjak kaget saat ada tangan yang memeluknya dari belakang dengan begitu mesra.


"mas? ini kamu kan? " Wiwin melirik ke samping.

__ADS_1


"hm.. ini aku". jawab Bayu


"kenapa mas selalu mengagetkanku? aku kan takut tiba-tiba Raldo ada disini". keluh Wiwin berbalik berhadapan dengan suaminya itu.


"bagaimana dia bisa masuk? " tanya Bayu


"dia itu orang gila mas..! aku tidak mau dia nekat berbuat gila sampai bisa menerobos apartemen ini, apartemenku saja dia tau sandinya apalagi ini"


"kamu semakin cemas saja dia tiba-tiba muncul! jangan terlalu memikirkannya sayang, aku akan mengatasinya". Bayu menyibakkan rambut Wiwin dibalik daun telinganya.


Wiwin sudah memilih berhenti jadi model karna ia tidak mau lagi bersama managernya Raldo, Wiwin keluar dari agensinya, sebenarnya Wiwin bisa menjadi model lewat agensi lain tapi ia teringat Raldo yang benar-benar orang tidak waras hingga Wiwin memilih istirahat saja beberapa bulan ini.


penghasilan Wiwin beberapa bulan belakangan ini cukup untuk beberapa tahun kedepannya, berkat kerja keras Wiwin sebelumnya tanpa tau kalau Raldo akan bertindak seperti itu.


"bagaimana caramu mengatasinya mas? " tanya Wiwin


"hmm.. bagaimana jika aku masukkan juga dia dalam rumah sakit jiwa? " saran Bayu.


"hah? rumah sakit jiwa mas? " Beo Wiwin


"hmm.. Kevin tadi membuat Haris masuk rumah sakit jiwa dan aku harus memastikan Haris tidak akan keluar dari tempat itu kalau perlu di isolasi sebagai orang gila yang paling berbahaya".


"whattt?? " kaget Wiwin


"rumah sakit jiwa? " beo nya lagi.


Bayu mengangguk-ngangguk.


Wiwin tampak berpikir keras.


"kalau hanya memata-mataimu dia tidak akan lama didalam penjara sayang, itu sama saja dia akan disebut Stalker mu dan hanya penjara beberapa bulan lalu bebas setelah bayar denda".


Wiwin terbelalak mendengarnya.


"walaupun aku benci dengan kelakuannya tapi hukum tidak akan memenjarakannya seumur hidup, dia hanya melakukan kesalahan mengikutimu termasuk hukuman ringan saja bagi mereka dan sudah pasti bisa bebas nantinya"


"kamu mau sayang dia datang lagi padamu? ".


Wiwin menggeleng-geleng kepalanya.


"jadi kamu setuju aku masukkan dia ke dalam rumah sakit jiwa? aku rasa itu ide yang sangat baik saat ini, aku akan pastikan dia akan jadi pria benar-benar gila di dalam sana".


Wiwin memandang bola mata suaminya yang sangat teduh itu.


"terimakasih mas..! aku selalu dihantui rasa takut karnanya, aku setuju apapun yang mas rencanakan".


Bayu mengulum senyumnya.


"bagus sekali sayang..! aku berjanji akan menjagamu darinya".


Wiwin mengangguk-ngangguk percaya.


"mas makan siang apa? apa perlu aku masakkan sesuatu? " tanya Wiwin


"tidak usah sayang! ayo kita keluar". ajak Bayu


Bayu membawa Wiwin ke sebuah Restaurant kuno tapi sangat terkenal menu makanannya,

__ADS_1


"Sya? " pekik Wiwin melambai-lambai


Sya menoleh ke asal suara dan ikut berdiri melambai-lambai.


ternyata Bayu dan Kevin sudah merencanakan ini, Bayu meminta Kevin untuk bawa Sya supaya bisa menghibur istrinya yang selalu dilanda kecemasan.


Wiwin mendekat dan memeluk Sya yang juga membalas pelukannya.


"uuh... aku kangen banget sama kamu Wiwin.. baru aja 2 hari tidak bertemu rasanya seperti tidak bertemu berminggu-minggu lamanya".


Wiwin terkekeh dengan keluhan Sya.


"aku juga kangen kamu Sya". jawab Wiwin gemas.


"bagaimana keadaanmu Win? apa masih takut? " tanya Sya khawatir memegang bahu Wiwin


Wiwin tersenyum dan menggeleng pelan kepalanya, "sekarang tidak takut, tapi entah kenapa kalau berada di dalam rumah aku selalu takut ada CCTV di dalamnya".


"ya ampun.. bagaimana Apartemenmu? kamu jual? " tanya Sya


"apartemen itu bukan milikku itu milik Agensi ku, mereka membelikannya khusus untukku jika aku bekerja lama disana".


"oh. iya.. iya aku mengerti".


"sudah.. ayo makan! " ajak Bayu


"sayang lanjutkan makanmu". pinta Kevin juga.


Bayu senyam-senyum melihat Wiwin yang kembali bawel dan aktif mengoceh dengan Sya begitu juga Sya.


Kevin hanya berotasi melihat Bayu malah senang diabaikan kalau Kevin ya tidak senang tapi mau bagaimana lagi, Bayu memohon padanya karna Wiwin.


sebagai seorang atasan sekaligus sahabat baik tentu saja Kevin mendengarkan permintaan Bayu.


"kamu tidak mau jadi model lagi Win? aku tau itu impianmu? " tanya Sya sambil mengunyah.


"aku masih mau jadi model tapi aku mau istirahat beberapa bulan memberi suamiku anak dan masalah jadi model bisa belakangan". jawab Wiwin sambil tersenyum.


"kamu mau hamil sayang? " tanya Bayu tidak percaya


"kenapa bertanya seperti itu mas? tentu saja aku mau hamil anakmu".


"bukan.. bukan.. jangan tersinggung sayang.. aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku dengar pembicaraan para model kalau hamil hanya membuat mereka terlihat gemuk saja".


"iya Win.. mungkin Bayu berpikir kamu sama seperti model lainnya yang sangat menjaga berat badan". Sya membela Bayu.


Wiwin tampak berpikir.


"iya juga.. rekan-rekan model ku juga pernah mengatakan itu.. tapi aku tidak peduli itu mas, demi rasa cintaku padamu aku rela membuat tubuhku gemuk lalu setelah melahirkan, setelah itu aku akan bentuk tubuhku lagi seperti biasa".


Bayu tersenyum mendengarnya, sungguh ia terharu kata-kata Wiwin.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2