
.
.
Wiwin pun dapat izin selama seminggu oleh Cakra selaku bos nya di tempatnya bekerja.
"bagaimana Win? kamu di kasih izin? " tanya Raldo langsung menghadang jalan Wiwin saat ini.
Wiwin melangkah mundur,
"pasti tidak dikasih izin kan? secara kamu sedang bermasalah akhir-akhir ini, akan lebih baik kamu menyibukkan diri dengan bekerja supaya pikiranmu tidak kosong".
Wiwin hanya diam lalu telfonnya bergetar dengan secepat kilat Wiwin mengangkatnya tanpa melihat siapa yang tengah menelfonnya.
"halo Sya? ada apa? " tanya Wiwin menjauh dari Raldo ia mengira yang menelfonnya saat ini adalah Sya
"aku Bayu"
Wiwin menjatuhkan rahangnya, "Bayu? ini Bayu? "
Wiwin melihat layar ponselnya ternyata memang benar Bayu,
"maaf.. aku terlalu bersemangat mengangkat panggilanmu karna aku bisa terbebas dari seseorang".
"hm.. tidak masalah". balas Bayu mengerti.
"tapi kenapa kamu menghubungiku? bukannya kamu lagi dibandung? " tanya Wiwin
"aku naik pesawat dari bandung kesini ada berkas yang harus di ambil ". jawab Bayu.
"oh.. gitu ya? ada apa? " tanya Wiwin
"Wiwin? " panggil Raldo langsung memegang bahu Wiwin yang terbuka
Wiwin terpekik kaget,
"kenapa? " tanya Raldo yang masih tidak menyadari perbuatannya membuat Wiwin takut.
"kenapa win? " tanya Bayu dari sebrang.
"iya Bayu.. ada apa? " tanya Wiwin menepis tangan Raldo lalu menjauh dari sana.
"kenapa Wiwin jadi aneh? tadi dia bilang Sya sekarang Bayu, ada hubungan apa Wiwin dengan Bayu? ". batin Raldo
"Bayu..! " bisik Wiwin
"ada apa? " tanya Bayu
"bisa kamu menjemputku? mobilku sedang dibengkel, mobilmu juga kehabisan minyak di rumah Sya tadi aku naik taksi dan sekarang aku takut diantar pulang satu mobil dengan managerku". bisik Wiwin memelas.
"dimana? " tanya Bayu
Wiwin langsung memberi tau alamatnya,
"tunggu 5 menit"
"iya..! terimakasih". ucap Wiwin dengan tulus.
"siapa Win? tadi aku dengar Bayu? siapa Bayu? kenapa aku tidak tau model lawan mu bernama Bayu? apa ada yang aku lupakan?"
Wiwin tersenyum canggung,
"sebenarnya Bayu pacarku" jawab Wiwin
"apaa? bagaimana bisa? " bentak Raldo dengan nada meninggi
Wiwin melangkah mundur seketika lalu dengan cepat melarikan diri dari sana.
__ADS_1
Raldo yang belum sadar pun tersentak tidak melihat Wiwin di sekitarnya.
"Anj*ng..! bedeb*h mana yang memacarinya?" emosi Raldo berlari mencari Wiwin.
Wiwin tiba dilobi dan terus saja berlari dan ia terpekik saat tangannya di cekal oleh seseorang.
Wiwin menoleh ke arah tangannya lalu menaikkan pandangannya hingga bertemu dengan mata memerah Raldo
"katakan siapa pacarmu? bagaimana bisa kau berpacaran dengannya? " tanya Raldo dengan nada berbeda.
Wiwin merinding mendengar suara Raldo yang menyeramkan ditelinganya.
"le.. lepas do.. terserah aku mau berpacaran dengan siapa? memang apa hubungannya denganmu? "
"aku managermu" jawab Raldo mencengkram pergelangan tangan Wiwin.
Wiwin meringis,
"manager? apa kuasa manager do? kalau aku mencintainya orangtuaku pun bisa aku lawan jika tidak merestui ku dengannya lalu bagaimana denganmu? kamu terlalu berlebihan do.. aku juga punya privasi"
"kamu tidak boleh berpacaran..! "titah Raldo
"lepas do.. kamu tidak malu dilihat banyak orang? " bentak Wiwin
Raldo seperti kehilangan kendali diri, ia tidak senang mendengar Wiwin punya pacar bahkan Wiwin sangat mencintainya.
"kau milikku.. hanya milikku.. dan akan selalu menjadi milikku, cam kan itu". desis Raldo seolah sedang mengeluarkan wujud aslinya.
"tolong.. bantu aku.. tolong..! " jerit Wiwin
sedangkan kru agensi Perusahaan Wiwin terlihat ketakutan,
"menyingkir kalian..! "marah Raldo.
Wiwin meringis kesakitan,
"lepas do.. kamu keterlaluan...kamu menyakitiku". bentak Wiwin
"apa maksudmu? lepaskan aku. !" marah Wiwin berusaha memberontak.
Raldo menarik tangan Wiwin dengan paksa,
"kamu bawa aku kemana do? aku sedang menunggunya.. lepaskan aku... Raldo..! " teriak Wiwin dengan panik.
Wiwin di seret paksa hingga Wiwin hanya bisa mengandalkan kekuatan dirinya saja untuk melindungi diri,
Wiwin memeluk pilar yang dilewati olehnya,
"aku tidak mau naik mobil denganmu ! aku mau pulang dengan pacarku... lepasssss" jerit Wiwin
perdebatan artis dan manager itu di lihat banyak orang, mereka bertanya-tanya kenapa Wiwin terlihat ketakutan dan meminta tolong.
buugh...
Raldo tersungkur dapat pukulan keras dari Bayu,
Bayu membuka jas nya dan membalut jasnya ke bahu Wiwin yang terbuka, Wiwin memeluk Bayu seketika dengan isak tangisnya.
Bayu tersentak lalu menggendong Wiwin membawanya menjauh dari tempat itu.
"tunggu aku disini! " pinta Bayu menurunkan Wiwin tak jauh dari mobilnya.
Wiwin seakan belum bisa berbicara hanya bisa mengangguk sekali, ia benci sekali dengan semua orang yang ada disini tidak ada yang bisa menolongnya dari Raldo malah menonton pertengkaran mereka seolah dirinya itu sedang syuting film.
ck.. menyebalkan sekali mereka.
"kau pacarnya Wiwin? lepaskan dia.. dia milikku" Raldo bangkit menghapus sudut bibirnya yang berdarah.
__ADS_1
"bukan urusanmu..! kau fikir dia barang? dia bukan milikmu, cam kan itu". kecam Bayu.
tangan Raldo terkepal matanya berkilat marah,
"dia milikku". tekan Raldo
"dia milikku! " senyum tipis Bayu malah memancing amarah Raldo.
Bayu sengaja melakukan itu,
"dia bukan milikmu.. dia milikku". marah Raldo
"ck.. aku sudah bilang dia milikku, kekasihku, pacarku, calon istriku.. kau tidak faham maksudnya? kau mengecam dia milikmu apa dia menyetujuinya? " ledek Bayu.
Raldo melihat ke arah Wiwin yang tampak gemetar,
"aku akan membunuhmu". geram Raldo langsung menyerang Bayu membabi buta.
Bayu mengelak dengan sekali pukulan Bayu menjatuhkan Raldo, menendang dan meninju Raldo berkali-kali
"dasar sampah.. berani sekali kau membuat pergelangan tangannya seperti itu". Bayu meninju sekali lagi Raldo yang sudah terkapar.
Bayu bangkit dan membuka paksa dasinya lalu melepas 2 kancing baju kemeja nya hingga Bayu terlihat makin sexy saja dimata semua orang yang melihatnya.
Bayu mendekat dan memegang bahu Wiwin,
"takut? " tanya Bayu
Wiwin kembali gemetar menatap mata Bayu, Bayu mengerutkan keningnya melihat bibir Wiwin memucat dan dengan cepat Bayu menangkap tubuh Wiwin yang tak sadarkan diri.
"sial..! dasar bedeb*h sinting... hanya pengecut yang berani menakuti perempuan". geram Bayu
Bayu marah-marah tapi tidak bisa mencekik Raldo saat ini karna yang penting saat ini adalah Wiwin yang harus dibawa ke rumah sakit.
.
.
Sya datang dengan penampilan culunnya ke ruang rawat inap Wiwin.
"astagah... wiwin..! kenapa lagi sih? baru kemarin sembuhnya udah pingsan lagi, " Sya mengelus kepala Wiwin yang masih tak sadar.
"Sya? "
Sya menoleh ke Bayu, "ada apa sebenarnya Bayu? kenapa kamu bisa disini? "
"Kevin sedang sibuk di bandung dan aku harus kembali mengambil berkas penting yang terselip di dokumen lain"
"lalu bagaimana? kamu mau kembali lagi ke Bandung? " tanya Sya
"iya Sya, sampaikan maafku padanya, aku harus cepat ke bandara".
Sya mengangguk-ngangguk jadinya,
"hati-hati .. oh ya? berikan ini pada suamiku" Sya memberikan gantungan kunci cantik potret dirinya dengan Kevin.
"ok"
Sya melambai-lambai ke Bayu yang terlihat terburu-buru.
"apa Bayu datang memang untuk Wiwin? dia menolong Wiwin mengesampingkan pekerjaannya? "
Bayu juga tidak menyadari apa yang terjadi dengannya, saat Wiwin menelfonnya Bayu sedang di Perusahaan ingin menanyakan keadaan Sya yang tidak menjawab panggilannya karna bos nya terus saja mengomel tanpa di duga Wiwin malah memohon untuk menjemputnya.
Bayu refleks mengejar waktu mencari berkas pentingnya butuh waktu lama juga mencari selembar berkas penting itu, itu sebabnya Bayu terlambat datang ke Wiwin.
.
__ADS_1
.
.