Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
menginap


__ADS_3

.


.


"bagaimana? " tanya Kevin serius ke Bayu yang telah kembali.


Bayu menarik lengan Kevin membawanya masuk ke ruangan kerjanya.


"apa serius? " tanya Kevin tak mengelak saat Bayu membawanya menjauh dari Sya yang masih menenangkan Wiwin.


Dr. Rangga masih mengecek keadaan Wiwin.


"bagaimana dok? " tanya Sya dengan mata sembabnya.


Dr. Rangga tak mengerti hubungan Sya dengan Wiwin yang melebihi saudara kandung, lihatlah betapa sedihnya Sya saat ini.


"sudah jauh lebih tenang nona ". jawab Rangga


Sya mengusap kepala Wiwin dengan lembut penuh kasih sayang, hubungan mereka memang sangat dekat sebab sejak dulu Sya dan Wiwin melalui masa susah senang selalu berdua.


"lalu kalau sudah bangun apa Wiwin akan gemetar seperti tadi dok? " tanya Sya


"tergantung mentalnya Nona..! sepertinya Nona wiwin harus di bawa ke psikater untuk menenangkan fikirannya".


"maksud dokter dia mulai tidak waras begitu? " tanya Sya kembali berkaca-kaca.


"bukan nona.. bukan.. sama seperti Kevin yang memiliki gejala alergi perempuan itu karna rasa traumanya bisa jadi Nona Wiwin punya traumanya sendiri entah itu bawa mobil atau apapun! itu tergantung pertahanan tubuhnya Nona" jelas Rangga


"kenapa dokter panggil Mas kevin dengan sebutan namanya terus memanggil saya Nona? "


"Ehh? " Rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"sa.. saya? " Rangga bingung mau berkata apa


"panggil aku Sya paman..! " pinta Sya


"aku tau dokter pamannya mas Kevin". senyum kecil Sya sambil melihat ke arah Wiwin yang terlihat damai saat tertidur.


"baiklah.. aku akan bersikap non formal, tidak masalahkan Sya? " tanya Rangga dengan senyum tipisnya.


"iya Paman tidak masalah sama sekali.."


Rangga tersenyum lebar ia jadi mengerti kenapa keponakan limitednya itu bisa jatuh cinta pada Sya, ternyata istri Kevin memang sangat rendah hati padahal tidak ada Kevin saat ini.


dulu mantan pacar Kevin itu hanya sebatas kekasih saja sudah bertindak dan bertingkah seperti ratu, saat Kevin dikhianati sebenarnya Rangga lah yang paling bahagia tapi Kevin malah jadi seperti itu


alergi terhadap perempuan kotor terutama bibirnya.


zaman sekarang mana ada perempuan yang bibirnya masih bersih tapi tak disangka oleh Rangga keponakannya itu mendapatkan Sya yang 1000 kali lipat lebih baik dari mantannya itu.


di ruangan Bayu


Kevin mengebrak meja seketika beruntung meja Bayu itu barang mahal dari kualitas bagus yang pasti tidak akan mudah roboh.


Bayu hanya diam tak terkejut lagi


"lalu kau apakan Ular berbulu itu? " tanya Kevin dengan serius.


"hmm.. aku udah sebarluaskan berita kecelakaan Wiwin terkait dengan Chika Vin, sekarang wartawan pergi mendemo nya". jawab Bayu


Kevin mengepalkan tangannya.


"buat karirnya itu jatuh sampai ke jurang kehancuran yang paling dalam dan pastikan tidak akan ada lagi yang mau memperkerjakannya..! berani sekali dia membuat istriku menangis.. "


"hmm" Bayu mengangguk mengerti

__ADS_1


sebenarnya Bayu juga ingin mencekik Chika yang menjadi dalang ban mobil Wiwin kempes hingga kecelakaan tadi terjadi.


"suara apa itu? " tanya Kevin yang sejak tadi terganggu dengan bunyi telfon.


Bayu mengeluarkan ponsel Wiwin dan melihat managernya Wiwin lah yang sejak tadi menghubungi ponsel wiwin.


"sejak kapan ponselmu jadi warna pink? " ledek Kevin memiringkan kepala melihat ponsel Bayu.


"bukan hp ku" jawab Bayu mengecilkan volume nada ponsel Wiwin hingga tak lagi bersuara melainkan getar saja.


"lalu milik siapa? " tanya Kevin meledek


"Wiwin" jawab Bayu


Kevin memicingkan matanya menatap Bayu,


"sebenarnya bagaimana hubungan kalian? " tanya Kevin curiga


"hanya sebatas teman" jawab Bayu singkat


Kevin mencibir hal itu membuat Bayu diam tanpa berekspresi


"sepertinya saraf otak mu udah ada yang putus sejak menikah dengan Sya ya? apa perlu aku panggil dokter bedah saraf dari Jerman? "


Kevin mendengus mendengarnya,


"kalau hubungan lebih dari teman pun tidak masalah kenapa tidak mau mengaku? " ledek Kevin berlalu dari Bayu.


"sepertinya dia benar-benar udah geger otak". gumam Bayu yang tau Kevin berubah lebih gila dari sebelumnya.


Kevin tidak pernah bertindak seperti sekarang, jadi wajar Bayu bilang Kevin geger otak.


.


"sayang? kamu tidak mau pulang? " tanya Kevin lembut mengelus kepala Sya


Sya menoleh ke Kevin dan Kevin terkejut melihat mata Sya.


"Sayang..? kenapa bisa seperti ini hmm? matamu bengkak sayang". Kevin menangkup pipi Sya menatap sedih wajah Sya yang seperti itu.


"bagaimana mas? siapa pelakunya? " tanya Sya mengalihkan pembicaraan.


"oh.. itu ulahnya Chika". jawab Kevin


"Chika? " beo Sya


Kevin mengangguk


"antar aku ke dia mas! " pinta Sya berdiri dari duduknya seketika


Kevin memegang tangan Sya dan membuatnya duduk lagi.


"aku akan mengatasinya sayang..! kita harus pulang" pinta Kevin


"tapi Wiwin? " Sya menoleh ke Wiwin


"ada Bayu ! kamu tidak sadar ini apartemen siapa? " tanya Kevin


Sya melihat sekeliling dan akhirnya menyadari kalau dirinya sekarang berada di tempat asing.


"asing kan? "


Sya mengangguk sekali, "apartemen siapa mas?"


"Bayu". jawab Kevin

__ADS_1


"loh.. kenapa dibawa kemari? " tanya Sya dengan heran dan memicing curiga ke Bayu.


"apa kamu tidak tau Apartemen dan rumah orangtua Wiwin kini sedang di kerumuni wartawan?".


Sya menepuk jidatnya yang suka pelupa.


"aah.. aku lupa kalau Wiwin model".


"ayo pulang! " ajak Kevin


Sya seperti biasa mengocehi Bayu yang mengangguk-ngangguk di tempat mendengarkan segala peraturan Sya yang sangat menyayangi Wiwin.


sahabat sejati itu adalah orang yang ada bersama kita disaat susah maupun senang, walaupun Sya tau Wiwin sangat sibuk tapi mereka selalu meluangkan waktu untuk saling bercerita bersama lewat telfon.


.


.


ke esokan harinya


Wiwin terbangun dari tidur panjangnya


"aawh.. sakitnya!" keluh Wiwin memegang kepalanya yang terasa pening


Wiwin tidak bisa tidur melebihi batas normalnya jika berlebih jam tidurnya kepalanya akan pusing berbeda jika tidak tidur.


"udah bangun? " tanya Bayu duduk santai di sofa depan Wiwin.


Wiwin terjingkat kaget lalu mengangkat selimutnya sampai menutupi lehernya.


"b. bayu? ke. kenapa kau ada disini? " tanya Wiwin tergagap.


"bukankah wajar jika aku ada diapartemenku sendiri?" tanya Bayu meledek


"apartemenmu? " beo Wiwin belum sepenuhnya sadar


"kau tidak sadar sedang berada dimana? " tanya Bayu sambil bersidakap dada


Wiwin tersentak lalu melihat sekeliling dan ia menjerit seketika


"kenapa aku disini? " pekik Wiwin


"tenangkan fikiranmu itu..! coba ingat kembali apa saja yang telah kau lalui hingga berada di tempatku, aku tidak mau menghadapi wartawan yang berkemah di apartemen dan rumah orangtuamu, ...dan dengan sangat terpaksa aku membawamu kesini".


Wiwin memejamkan matanya mengingat semua ingatan memalukan sekaligus menakutkan itu.


"maaf..! berapa bayarannya? " tanya Wiwin mencicit pelan


"ha? ba.. bayaran? " beo Bayu tak mengerti


"iya aku menginap di Apartemenmu berapa bayarannya? " tanya Wiwin


"kau fikir ini hotel? " tanya Bayu gemas


Wiwin mengerjab-ngerjabkan matanya,


"terus kenapa kamu duduk disana? bukankah kamu mau menagih hutang? katakan saja berapa bayarannya? aku akan bayar ".


Bayu memijit pelipisnya seketika, bagaimana bisa wajah tampannya Bayu disebut seperti seorang rentenir penagih hutang oleh Wiwin.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2