
.
.
"mau kemana Sya? " tanya Kevin menahan tangan Sya yang hendak pergi saat dirinya sedang berbicara dengan rekan kerjanya.
"aku mau makan..! aku selera melihat kue itu" Sya dengan polos menunjuk tatanan kue cantik tak jauh dari tempatnya kini.
"lepaskan saja Tuan..! tidak baik anda terlalu mengekangnya nanti dia bosan pada anda". goda rekan kerja Kevin.
Kevin tak punya pilihan lain akhirnya ia melepaskan Sya walau tidak rela.
"cepat kembali sayang" pinta Kevin
Sya yang malu di goda oleh rekan kerja Kevin pun mengangguk-ngangguk cepat.
"ayo bahas lagi..! istrimu tidak akan hilang di tempat ramai ini"
Kevin menghela nafas panjang, ia tidak takut istrinya hilang melainkan takut istrinya di goda pria lain sebab Sya sangat cantik malam ini.
Sya mengangkat gaunnya berjalan mendekati meja panjang dengan banyaknya tatanan kue yang terlihat cantik.
"waah... enaknya" gumam Sya merasa kue yang di makannya kini melumer dilidahnya.
"Sya? "
"hmm? " Sya menoleh dan terkejut melihat Haris ada di tempat ini.
"sial.. saking enaknya kue ini aku jadi lupa suara si brengs*k ini.. apa dia belum kena balasan dari mas Kevin? " batin Sya
Haris menahan senyum melihat Sya dengan pipi menggembung matanya melirik kiri dan kanan hingga terlihat lucu tapi Sya masih keliatan sangat cantik.
Sya memutar tubuhnya membelakangi Haris,
"Sya..? "
"apa sih? " Sya menoleh tajam ke arah Haris.
"kau masih punya muka bersitatap mata denganku hah? " sinis Sya dengan tatapan tajam.
"apa salahku? bukankah kau yang meninggalkanku dulu? "
Haris malah menyalahkan sya yang meninggalkannya dulu.
"haha..! kau menyalahkanku? " tawa hambar Sya.
"aku tidak menyalahkanmu..! aku akan memaafkanmu Sya dengan syarat kamu kembali padaku.. kita bahkan tidak pernah putus.. iya kan? "
Sya mengambil kue di sampingnya lalu melemparnya ke wajah Haris.
Haris memejamkan matanya, semua mata mulai melihat ke arah mereka.
"enak sekali kau memintaku kembali padamu? kau fikir aku bodoh? kenapa kau mau memintaku kembali padamu? apa Bela tidak bisa membiayaimu lagi? kau butuh ATM berjalan? "
"kau mau aku meninggalkan suamiku dan berlari ke arahmu... jangan mimpi...! " Sya melempar lagi kue di sampingnya.
"apa maksudmu Sya? apa urusannya dengan Bela? dia hanya temanku dan dia membantuku saja.. kau pergi karna Bela membantuku? " tanya Haris dengan super sabar.
"haha.. aku pergi karna melihatmu bercumb* dengannya kau Puas...!! " marah Sya dengan nada meninggi.
Kevin berlari ke arah Sya lalu mendorong tubuh Haris yang hendak mendekat ke Sya, walaupun Sya memegang garpu sebagai senjata tetap saja Haris nekat mendekati Sya.
__ADS_1
buugh.
tanpa ragu Kevin meninju Haris berkali-kali hingga wajah Haris babak belur sebelah dengan sudut bibir berdarah.
"mas..? " Sya memegang lengan Kevin yang hendak memukul Haris lagi.
"cukup mas..! aku mohon jangan jatuhkan wibawamu sebagai pimpinan terhormat CW Group". bujuk Sya dengan nada lembut.
Kevin mengepalkan tangannya menatap tajam ke Haris yang terpakar.
"buang sampah ini keluar, cepat... !" perintah Kevin menggema.
para pria yang mendengarnya segera membawa Haris keluar dari ruangan itu, mereka tidak mau terlibat dianggap bersekongkol dengan Haris jadi lebih baik mendengarkan perintah Kevin.
Kevin membalik tubuhnya dan memegang bahu Sya lalu menangkup pipi Sya.
"apa kamu baik-baik aja sayang? apa dia menyentuhmu? " cecar Kevin dengan khawatir.
"tidak mas..! " jawab Sya memegang punggung tangan Kevin yang menangkup pipinya.
"lebih baik kita duduk..! " ajak Kevin menggendong Sya dan membawanya ke tempat duduknya.
tempat itu khusus untuk Presdir utama CW Group.
"mas ini..? "
"tidak apa.. duduk..! aku akan ambilkan minuman". Kevin mengusap kepala Sya.
Sya hanya bisa tersenyum kikuk melihat ke arah lain dimana suaminya begitu berlebihan padanya.
.
.
"ternyata Bela itu memang seorang jal*ng ya? kasihan Nona Sya"
"kasihan apanya.. kan Nona Sya mendapatkan pria seperti tuan Kevin... Gila..!! tuan Kevin posesif banget sama Nona Sya.. "
"iya.. hubungan mereka manis setelah menikah sedangkan Bela begitu berlebihan waktu masih masa pacaran...! kamu masih ingat katanya kapan bertemu si Haris itu? "
"ya ingatlah..! aku dan dia bertemu lewat teman baik kami lalu kami berpacaran,, begitu katanya... !"
"menjijikkan sekali jal*ng itu.. "
"iya.. aku dengar dari teman SMA Nona Sya, Bela itu dulu jelek, miskin dan kayak gembel tapi Nona Sya mengangkatnya dari paretan tapi malah menusuk Nona Sya pas udah jadi kaya.. "
"enggak tau diri dia..! haha.. "
"oh ya.. aku dengar dia udah ditolak oleh stasiun TV manapun.."
"mungkin karmanya.. "
Bela mengepalkan tangannya di atas kloset, segera ia keluar dari sana dengan membanting pintu.
"Astagah...! " kaget kedua perempuan yang bergosip tadi.
"apa yang kalian bicarakan tadi hah? " marah Bela.
"ohh.. si lac*r ada di dalam rupanya..! " kekeh si penggosip 1
"apa kau bilang? " geram Bela
__ADS_1
"kenapa? sakit hati? emang kau lac*r kan? "
plak...
"dasar jal*ng berani sekali kau menamparku..! " marah perempuan yang ditampar Bela.
sedangkan perempuan yang lain menampar Bela, dan yang ditampar menjambak rambut Bela dengan kasar.
teriakan jeritan di dalam toilet mencuri perhatian tamu undangan yang ingin ke toilet, salah satu dari mereka merekam perkelahian sengit ketiga perempuan bar-bar itu.
.
.
.
"kenapa sih mas? " tanya Sya menoleh kiri-kanan melihat banyak perempuan berlarian ke suatu tempat.
"entahlah..! terserah mereka sayang aku hanya ingin kamu tau perlahan aku sudah menyulitkan pekerjaan mereka.. "
"siapa? " tanya Sya pura-pura tak tau.
"mau bercanda denganku sayang? " tanya Kevin dengan gemas.
Sya tertawa cekikikan jadinya saat di gelitiki oleh Kevin.
"bukan mas..! aku salah.. maafkan aku.. "
Kevin pun melepaskan tangannya dari pinggang Sya.
"aku tau kamu itu tau arah pembicaraanku.. " Kevin berkata dengan santainya mencubit pipi Sya.
"dimana Bayu mas? Wiwin juga..? mereka seharusnya di sini kan? "
"mereka lagi sibuk bekerja soal pekerjaan kemarin yang tertunda".
"aah.. waktu Bayu izin itu ya? mau datang ke tempat mendiang neneknya ya? " tebak Sya.
"hm.... ingatanmu bagus sekali" Kevin mengetuk hidung Sya.
"hmm! " senyum manis Sya.
"dan kamu tenang aja Sya..! aku bisa yakin dia tidak akan berani muncul di hadapanmu lagi".
Sya tersenyum lebar merentangkan tangannya, Kevin mendekat lalu memeluk Sya dengan erat.
adegan mesra mereka buyar saat MC meminta Kevin untuk memberikan sepatah dua kata akan acara ini, dimana Kevin juga ikut berdonasi dalam pembuatan produk kecantikan ini.
Sya bertepuk tangan saat Kevin berbicara singkat, padat, jelas diatas panggung.
MC bertanya kenapa Kevin mau berdonasi di produk ini padahal tidak ada urusannya dengan Perusahaan CW Group.
"alasan saya hanya satu karna istri saya penggemar produk kalian". jawab Kevin singkat.
seketika semua orang bersorak menggoda Sya,
"waah... suatu kehormatan bagi kami Nyonya..! " ucap presdir produk kecantikan memberi hormat pada Sya.
Sya berdiri lalu ikut membungkuk dengan malu akan jawaban jujur Kevin, ia tidak menyangka alasan Kevin karnanya padahal Sya berpikir hal itu hanya menguntungkan Kevin saja tanpa tau alasannya.
.
__ADS_1
.