
.
.
"tidak usah dilihat". Bayu menekan kepala Wiwin yang sedang berusaha menggapai hpnya.
"aku mau lihat Bayu.. " pinta Wiwin
"tidak perlu". jawab Bayu
Wiwin berdecak sebal, "kenapa tidak boleh? hei.. aku ini kuat bisa melihat seperti itu.. cepatlah.. aku ingin melihatnya".
"kalau kamu kuat kenapa tanganmu gemetaran? " tanya Bayu meledek.
Wiwin melihat kedua tangannya,
"itu refleks Bayu.. ayolah.. biarkan aku melihat ponselku".
"tidak usah.. " tolak Bayu.
Wiwin menarik nafas dalam-dalam lalu melihat ke arah depan dengan pasrah.
sebenarnya ia suka dengan perhatian kecil Bayu tapi rasa penasarannya benar-benar mencekiknya.
"Bayu? " rengek Wiwin
"kalau mau aku jadi pacarmu dengarkan kata-kataku". tegas Bayu.
Wiwin menarik nafas panjang dan tersenyum tipis melihat arah lain.
.
.
"hei... kamu bawa aku kemana? " protes Wiwin saat Bayu membawanya ke jalan apartemennya berada.
"ya aku mengantarmu pulang ke Apartemenmu". jawab Bayu.
"Apartemenku di letakkan CCTV tersembunyi oleh Raldo aku tidak mau kesana". tolak Wiwin
"CCTV? " beo Bayu
"iya.. dia merekamku diam-diam disana.. aku takut"
"kalau begitu biar aku lihat". ujar Bayu serius
Bayu dan Wiwin tiba di gedung apartemennya tapi malah banyak wartawan disana.
"ayo pergi Bayu..! wartawan itu pasti mencariku" bisik Wiwin.
Bayu pun memutar mobilnya dan pergi dari gedung apartemen Wiwin
"kenapa jadi artis serumit ini sih?" gerutu Wiwin berdecak sebal.
ponsel Wiwin pun kembali bergetar ada panggilan masuk.
"siapa? " tanya wiwin memanjangkan lehernya.
"Managermu". jawab Bayu
"kenapa lagi dia? apa dia tidak sadar dengan apa yang dia lakukan? masih punya muka menghubungiku? ". geram Wiwin
"biar aku angkat". Bayu menepikan kendaraannya.
Bayu mengangkat panggilan Raldo.
"apa maumu? " sambar Bayu to the point
"kau? kenapa kau yang mengangkat nomor HP Wiwin? dimana wiwin? " tanya Raldo dengan marah diujung telfon.
"dia? sedang di kamar mandi". jawab bayu berbohong.
"kalian 1 kamar? " tanya Raldo
__ADS_1
"tentu saja". jawab Bayu
"kau? kalau sampai dia hamil habis kau ditanganku". ancam Raldo
"mau dia hamil atau tidak bukan urusanmu, kau bukan papanya jadi jangan sok tidak merestui hubungan kami".
Bayu mematikan panggilannya secara sepihak
Bayu menoleh ke Wiwin yang tampak cemas.
"kamu tersinggung? " tanya Bayu
"tidak.. aku hanya gelisah" jawab Wiwin meremas rambutnya saat ini.
"maafkan aku melibatkanmu Bayu..! tapi aku tidak bisa membuatnya jauh dariku"
"apa atasanmu tidak memecatnya? " tanya bayu
"memecatnya? haha.. dia itu sahabat baik tuan Cakra.. mana mungkin dia dipecat olehnya, apalagi Raldo memegang rahasia tuan Cakra.. mana mungkin Cakra memecatnya".
"rahasia? " beo Bayu
"cepat pergi dari sini Bayu.. aku ingin sekali berteriak saat ini".
Bayu mengangguk lalu melajukan kendaraannya pergi ke suatu tempat.
.
.
"ini dimana Bayu? " tanya Wiwin mengedarkan pandangannya.
angin kencang di sana membuat rambut Wiwin berkibar namun malah terlihat cantik dilihat siapapun
"ini milik keluargaku..! ayo naik". ajak Bayu menarik pergelangan tangan Wiwin
Wiwin tersentak saat Bayu membawanya ke tempat tertinggi dimana pemandangan indah terlihat olehnya.
"bukan.. aku hanya kagum, ini pertama kalinya aku berada di tempat ini". jawab Wiwin tersenyum ke arah pemandangan indah didepannya.
"wajar kamu tidak pernah kesini.. tempat ini hanya milik orangtuaku yang dibuatkan khusus untukku bermain".
"waah.. orangtuamu sangat mencintaimu ya? " decak kagum wiwin
Bayu mengerutkan dahinya, "mencintaiku? "
"iya.. kamu tidak tau arti ketinggian ini? " tanya Wiwin
"tidak". jawab Bayu
Wiwin mendecih.
"artinya walaupun kita jauh tapi aku bisa melihatmu, kamu tidak bisa melihatku dari bawah tapi aku di ketinggian melihatmu,"
Bayu terhenyak mendengarnya.
"orangtuamu sangat mencintaimu itu sebabnya dia membuatkan tempat seindah ini untukmu".
"omong kosong... mereka tidak mencintaiku mereka hanya cinta dengan pekerjaan masing-masing saja". jawab Bayu.
Wiwin tersenyum lembut,
"hei.. aku tidak tau masalahmu tapi seorang ibu dan ayah selalu menginginkan keturunan, ibu mengandung anak selama 9 bulan lebih,, dia bekerja dengan membawa anak kemana-mana, rasa sakit melahirkan juga mempertaruhkan nyawa.. sesibuk apapun orangtuamu pasti ada kasih sayang didalamnya"
"hanya saja kasih sayang orangtua pada anaknya berbeda-beda.. seperti Sya yang tidak dapat kasih sayang orangtua tapi orangtuanya melimpahkannya uang, memanjakannya dimalam hari, orangtua ku juga memberi kasih sayang berbeda.. "
"dan menurutku kamu itu sangat berarti bagi orangtuamu..! aku tidak tau masalahmu dengan orangtuamu tapi jujur aku tidak mau ikut campur,, hanya saja aku mengagumi orangtuamu yang membuat tempat seperti ini hanya untukmu! mereka pasti tidak ingin kamu kesepian".
Bayu sejak tadi diam, jantungnya seakan jatuh kedasar perut mendengar penjelasan Wiwin, selama ini ia mengira kedua orangtua nya itu tidak mencintainya hanya sibuk dengan kesenangannya bekerja dan bekerja hingga mengabaikannya.
"terimakasih telah membawaku kesini.. aku jauh lebih tenang". Wiwin menoleh ke Bayu sambil tersenyum
Bayu melihat manik mata Wiwin
__ADS_1
"apa menurutmu orangtuaku mencintaiku? " tanya Bayu melenceng.
Wiwin mengerjabkan matanya.
"jadi kamu tidak tau? baiklah mari kita berfikir positif ya? kalau mereka tidak mencintaimu buat apa mereka menghabiskan banyak uang untuk membuat tempat seindah ini demi mu? kita semua tau mencari uang itu tidak mudah terkadang sampai sakit karna terlalu lelah , tapi orangtuamu membuatkan tempat sebagus ini! ini banyak menghabiskan uang Bayu.. kamu tidak pernah berfikir? oh ya Tuhan.. kamu menggemaskan sekali".
Wiwin melihat ke arah depan lalu menjerit sekuat-kuatnya sampai ia terbatuk-batuk.
Wiwin meloncat-loncat gembira sambil memaki Raldo dari ketinggian itu dan tanpa sadar bibir Bayu melengkung sempurna.
"aaah... lega sekali rasanya". Wiwin berkata dengan suara serak
"lihatlah suaramu sampai habis". Bayu menangkup pipi Wiwin dan memegang lehernya.
Wiwin tersenyum tipis mengacak rambut Bayu dengan gemas.
"berkatmu aku jadi jauh lebih baik, terimakasih" ucap Wiwin sambil tersenyum
Bayu tersenyum tipis, "terimakasih telah memberi tauku".
Wiwin mengangguk tanpa tau apa maksud kata-kata Bayu.
.
.
Wiwin ada di apartemen Bayu
sejak tadi wiwin memelas minta tidur di rumah orangtua Sya tapi Bayu tidak mengizinkannya, Bayu benar-benar mendalami perannya sebagai kekasih sandiwara Wiwin
"hei.. tuan.. aku ini perempuan tidak baik satu tempat tinggal dengan pria". jelas wiwin dengan serius
suara serak Wiwin benar-benar sexy.
"hmm.. siapa bilang kamu laki-laki" Bayu mencubit pipi Wiwin
"kalau begini bagaimana caraku ganti baju? aku tidak punya pakaian disini sementara badanku terasa lengket mau mandi"
"aku akan carikan bajumu pakai saja bajuku dilemari".
"kamu mau kemana? " tanya Wiwin berteriak hingga terbatuk-batuk.
"beli baju untukmu". jawab Bayu
"hei.. tidak perlu datang saja ke rumah orangtua Sya temui bu Ida katakan aku mengambil semua baju-bajuku.. "
"hmm". jawab Bayu
Wiwin melirik terus-terusan ke arah pintu hingga terdengar oleh Wiwin pintu tertutup.
Wiwin memekik girang seketika.
suaranya yang serak makin hilang saja karna pekikan kerasnya itu.
"ok.. tahap pertama selesai.. dia benar-benar tersentuh dengan perkataan tulusku! oh Wiwin kamu benar-benar cerdas ".
Wiwin memuji dirinya sendiri yang bisa membuat Bayu kini benar-benar telah membuka hati untuknya, tapi Wiwin akan bertindak lagaknya gadis polos supaya Bayu lah yang menyatakan cinta padanya suatu saat nanti.
Wiwin tidak peduli dengan suaranya karna dia bukan penyanyi jadi tidak terlalu khawatir.
.
.
selamat pagi... Salam hangat dari Nae...
😘😘
.
.
.
__ADS_1