Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
memohon


__ADS_3

.


.


"kenapa kabur sih? " tanya Wiwin heran


"aku mau kasih kejutan sama mas Kevin, kamu sih ngga bisa diam disini". omel Sya


Wiwin memutar bola matanya dengan jengah.


"ampun deh sama kamu Sya".


"maka nya cepetan menikah". ledek Sya menjulurkan lidahnya.


Sya melihat ponselnya dimana Kevin tengah menghubunginya.


"maafkan aku mas..! aku nanti akan memberimu kejutan yang sangat istimewa". gemas Sya mencium layar ponselnya.


Wiwin menarik nafas dalam-dalam lalu memilih memainkan ponselnya.


Wiwin melebarkan matanya melihat berita mengenai dirinya.


"kapan aku mengkonfirmasi kalau aku dan Raldo pacaran? " pekik Wiwin


Sya menoleh ke Wiwin.


"kenapa Win? kenapa lagi pria brengs*k itu? " tanya Sya mendekat.


"lihatlah berita tentangku.. ada artikel yang mengatakan aku jatuh cinta dengan managerku sendiri". Wiwin menunjukkan foto dirinya bersama Raldo.


"kapan kalian berfoto bersama? " tanya Sya serius.


"udah lama aku juga lupa kapan kami berfoto bersama, lagian mereka enggak lihat apa foto kami tidak ada kesan romantisnya sama sekali". gerutu Wiwin


"jadi bagaimana? " tanya Sya


"apanya bagaimana? " tanya Wiwin dengan kesal.


"kenapa kamu malah marah sama aku sih? bagaimana caramu mengatasi masalahmu heh? " omel Sya berkacak pinggang.


Wiwin berteriak frustasi.


"baru aja stres ku hilang dia buat masalah lagi". geram Wiwin


"lalu bagaimana? kamu tidak akan bertindak? biarkan saja gitu? " cecar Sya


"jangan membuatku stress Sya..! biarkan saja dia melakukan kesenangannya aku akan cari jalan lain".


"yakin? kamu emang bisa tenang? " goda Sya meledek.


"bisa! aku bisa tenang sebentar, lagian aku tidak diwawancarai oleh wartawan, aku yakin fans ku tidak akan percaya artikel ini". Wiwin mengangguk-ngangguk yakin akan kepercayaannya itu.


"lalu bagaimana caramu mengelak? " tanya Sya


"itulah yang menjadi permasalahannya, haisssh.. kepalaku mau meledak memikirkan itu".


Sya menghela nafas panjang,


"yakin tidak butuh bantuan papiku? " tanya Sya


"apa bisa? " tanya Wiwin berbinar


"tidak tau..! biasanya kami bisa mengatasi berita buruk yang akan muncul tapi belum pernah mengatasi berita yang sudah muncul dan diketahui publik".


pletak..


Sya memekik seketika saat Wiwin menjitak pelipisnya, sakit sekali rasanya.


"kalau begitu tidak usah beritau aku Sya". desis Wiwin dengan kesal.


"cari saja pria bayaran beres kan? " bentak Sya dengan pelototan tajamnya.


Wiwin terdiam seketika, "maksudmu? aku harus buat berita sendiri kalau aku udah punya pacar? begitu kan? " tanya Wiwin antusias.

__ADS_1


"iya.. apalagi? saat kamu bilang Bayu pacarmu didepan dia tentu dia marah dan membuat berita tentang kalian berdua yang memiliki hubungan rahasia".


"sakit sekali.. aku hanya membantu tapi kamu malah menjitak pelipisku. sakit tau.. " kesal Sya masih mengusap pelipisnya.


Wiwin tampak berpikir mengabaikan keluhan Sya.


"aku harus minta bantuan Bayu.. !" Wiwin mengangguk menyukai ide Sya


"kamu menyukainya kan? lamar saja dia". celutuk Sya


"kamu mau kena jitak lagi ya? " ancam Wiwin


Sya spontan melindungi kepalanya.


"kenapa lama sekali hujannya berhenti? " gerutu Wiwin melihat dari jendela ruangannya saat ini.


Wiwin langsung mematikan ponselnya sejak ada berita mengenai dirinya yang menjalin asmara dengan Managernya sendiri cukup lama.


sekitar jam 7 malam,


Sya dan Wiwin kembali ke Hotel,


kini Sya telah berpenampilan menarik lalu menghubungi Kevin, tanpa jeda Kevin langsung mengangkat panggilan vidio darinya.


"kamu kemana aja sayang? aku sejak tadi menghubungimu? kenapa kamu tidak jawab hmm? "


Kevin mengomel-ngomel dan terdiam sejenak melihat penampilan Sya


"kamu mau kemana sayang? jangan keluar rumah dengan penampilan seperti itu? " Kevin memperingatkan dengan raut wajah paniknya


Sya menyeringai lebar, "aku mau menemui teman sekolahku mas, kami ada reunian ".


"Apaa? berarti ada si brengs*k itu dong? jangan sayang.. aku mohon". Kevin sampai memelas kucing minta jatah makan.


"jadi mas mau aku datang dengan penampilan culun? " tanya Sya dengan nada pelan


"iya sayang.. Rahasia gadis culun ku hanya aku yang boleh tau, kamu tidak boleh memperlihatkan kecantikanmu pada oranglain tanpa ada aku disebelahmu"


"Sya kapan keluarnya? " teriak Wiwin


"iya.. iya.. ayo keluar! " ajak Sya berteriak juga


"sayangg...! " Kevin masih memelas supaya Sya tidak datang.


Sya tertawa lalu mengecup layar ponselnya dan panggilan terputus.


Sya dan Wiwin keluar dari kamar mereka dan tak sengaja melihat Bayu yang baru keluar dari kamarnya juga.


"Sya? wiwin? jadi tadi aku tidak berkhayal? kalian memang disini? "


"diam ya? aku mau kasih kejutan sama mas Kevin". senyum lebar Sya.


Bayu pun mengangguk kikuk,


sungguh semua begitu dadakan, Kevin terus saja menghubungi Sya yang diabaikan oleh Sya.


Sya menekan bel penginapan kamar Kevin.


Kevin mengumpat di dalam kamarnya lalu membuka pintu kamarnya dan hendak marah namun melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya membuatnya membeku.


Kevin sampai menjatuhkan ponselnya tiba-tiba hingga Sya terpekik gemas melihat raut wajah Kevin yang sangat lucu.


"Kejutaaann..! " Sya memutar tubuhnya dan mendekat ke Kevin.


Sya mengecup pipi Kevin sambil tersenyum cerah.


Kevin mengucek-ngucek matanya, bahkan harga ponsel nya yang puluhan juta itu tak ia pedulikan lagi nasibnya saking tidak percayanya melihat Sya ada di depan matanya.


"sayang? ini benar-benar kamu? " Kevin melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Sya


Sya menjerit kesal saat Kevin mencubit keras pipinya,


"aaah.. sayang... kenapa kamu bisa disini? " tanya Kevin terkesiap takjub.

__ADS_1


"ya udah deh.. aku pulang aja kalau begitu". Sya hendak berbalik.


"siapa yang mengizinkanmu pulang hmm? " Kevin memeluk Sya dari belakang.


"mas.. tutup pintunya dulu.. ada Wiwin sama Bayu mas". protes Sya


Kevin melihat lurus ke arah mereka,


"iya.. iya.. aku tutup nih". Wiwin menutup pintu kamar Sya dan Kevin.


Sya melepaskan diri dari Kevin dan mengunci pintu kamar mereka.


Sya berbalik ternyata sudah ada Kevin yang menyambar dirinya,


"mas.. pelan-pelan kenapa sih? " gerutu Sya yang sangat kewalahan dengan tingkah suami mesumnya itu.


"aku akan menghukummu sayang.. kamu menolak 39 panggilanku dan aku akan melalukannya sebanyak kamu menolakku". bisik berat Kevin


Sya membulatkan matanya, "kamu mau buat aku pingsan mas? jangan begitu mas.. kurangi lah mas.. kan aku udah datang kesini menemuimu".


"baiklah.. kurang 1 " jawab Kevin


Sya menepuk jidatnya, "apa perjuanganku kesini hanya dapat pengurangan 1?" omel Sya


"tidak bisa nego". gemas Kevin


Sya mengomel-ngomel jadinya sedangkan Kevin terlihat tidak peduli malah dengan gemas mencum* wanita yang telah menguasai jiwa dan raganya itu.


.


.


Wiwin menarik tangan Bayu masuk ke kamar nya.


Bayu gelagapan dibawa masuk ke kamar Wiwin


"kenapa kamu bawa pria ke kamarmu? " tanya Bayu heran menghilangkan rasa gugupnya.


"boleh kah aku memperkerjakanmu? " tanya Wiwin memelas.


"kerja? aku kerja denganmu? " tanya Bayu memastikan


"iya.. aku mohon jadilah pacar pura-puraku.. aku terlalu stres karna masalah managerku itu, aku janji akan membayarmu berapapun yang kamu mau"


Bayu memejamkan matanya sambil mengumpat pelan.


"kamu fikir aku pria bayaran hah? gajiku cukup besar bekerja dengan tuan Kevin".


"Bayu.. aku mohon.. tolong aku, aku sudah terlanjur mengatakan kalau kamu pacarku padanya sampai dia marah besar terus membuat berita seperti itu tentangku dan dia".


"itu urusanmu" ketus Bayu.


Wiwin membalik tubuh Bayu yang hendak keluar dan memegang kedua rahang Bayu menghadap padanya.


"aku akan bayar berapapun Ok? catat saja berapa hutangku padamu.. ayolah Bayu.. bukankah kamu temanku? tolong bantu aku". memelas Wiwin


"kenapa tidak cari pria lain saja? kenapa harus aku? "


"karna kamu yang aku percaya". jawab Wiwin cepat tanpa berpikir panjang.


.


.


.


Couple baru berlayar...!! selamat pagiii....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2