Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
30


__ADS_3

"Hm,, bukankah kau menyukai Gabriel? Jadi Ibu tidak akan menghalangi Kalian pergi yang penting kalian tahu menjaga batasan antara pria dan wanita!" Ucap Ibu Karmila benar-benar membuat wajah Karmila langsung berubah menjadi merah padam dan tak berani lagi melihat ke arah Gabriel.


Ibunya secara terang-terangan mengatakan bahwa dia menyukai Gabriel!!! Sangat memalukan!!!


💥💥💥


Tetapi Gabriel yang ada di sana dia tersenyum dan berkata, "baguslah kalau dia menyukaiku, aku juga sangat menyukainya. Aku sudah menyatakan perasaanku padanya, Tetapi dia belum menjawabnya."


Ucapan Gabriel kembali membuat Karmila shop dengan pria itu, tidak malu mengakui hal tersebut di depan orang tua!!!


"Ha ha ha... Bagus sekali, kau pria yang cukup berani, aku akan merestuimu bersama dengan putriku," ucap Ibu Karmila sembari dia dan Gabriel berjalan terus ke ruang makan sementara Karmila tertinggal di tempatnya dengan perasaan yang tak karuan.

__ADS_1


Pikiran Karmila menjadi kosong, Bahkan dia tidak tahu harus berpikir apa dan harus melakukan apa selain mematung di tempatnya.


Sampai akhirnya, suara ibunya lah yang menyadarkan perempuan itu karena ibunya yang ada di meja makan kini berteriak pada Karmila.


"Cepatlah ke sini! Jangan membuat Gabriel menunggu terlalu lama!" Teriak sang Ibu dari ruang makan langsung membuat Karmila tersadar.


Gadis itu akhirnya menoleh ke arah ruang makan dan meski dia tidak bisa melihat dua orang yang ada di sana karena dibatasi oleh sebuah lemari yang diletakkan sebagai pengganti dinding, tetapi Karmila bisa merasakan bahwa kedua orang itu sedang menertawakannya.


'ini sangat memalukan, Tapi kalau aku tidak ke sana maka akan lebih memalukan lagi!!!' ucapkan Mila dalam hati yang entah bagaimana dia harus meredakan warna merah merona pada wajahnya agar tidak ditertawakan oleh dua orang yang ada di sana.


Karmila menghela nafas lalu dia kemudian duduk di kursi di samping ibunya sembari meletakkan makanan ke piringnya.

__ADS_1


"Jadi hari ini kalian akan pergi ke mana?" Tanya ibu Karmila sembari melihat Gabriel.


"Kami akan pergi ke suatu tempat, tapi aku tidak akan menyatakannya lebih dulu karena Karmila ada di sini." Ucap Gabriel sembari tersenyum melihat Karmila langsung membuat Karmila mempererat pegangannya pada sendok dan garpunya.


"Ahh,, jadi itu kejutan, kalau begitu tolong jaga putriku dengan baik, sebab Dia kalau tidak berpenampilan culun akan suka membuat masalah," ucap Ibu Karmila langsung membuat Gabriel menganggukkan kepalanya.


Dia sangat senang karena Ibu Karmila sangat mempercayainya, dan dia juga merasa senang bahwa perempuan yang ada di depannya menerimanya dengan baik.


Sementara Karmila yang ada di sana, dia menghela nafas lalu menatap ibunya, "ibu, ibu belum mengenal Gabriel, Apakah ibu tidak cemas kalau sampai aku kenapa-kenapa karena pria ini?" Tanya Karmila.


Ibu Karmila tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, "apa yang Ibu khawatirkan? Kalau dia macam-macam padamu, ibu akan menghampiri ayahnya dan memberi pelajaran pada keluarganya. Ahh,," Ibu Karmila menatap Gabriel lalu lanjut berkata, "aku dengar sekarang Ayah dan ibumu ada di luar negeri?"

__ADS_1


Gabriel terkejut karena Ibu Karmila mengetahui hal itu tetapi dia tetap menganggukkan kepalanya, "hm, ada urusan pekerjaan di sana tapi Minggu depan mereka sudah kembali," ucap Gabriel.


"Ahh,, begitu ya, kalau mereka menelpon, sampaikan salam kepadanya karena dulu Kami adalah teman SMA dan ayahmu adalah salah satu pria populer di sekolah kami yang satu kelas denganku. Ahh,, ibumu juga satu sekolah dengan kami, dan Mereka adalah pasangan yang paling terkenal romantis saat masa sekolah." Ucap Ibu Karmila benar-benar mengejutkan Gabriel dan Karmila karena tidak menyangka bahwa ternyata orang tua mereka saling kenal dan bahkan merupakan teman satu sekolah ketika masih SMA.


__ADS_2