
.
.
2 jam kemudian Wiwin pun tersadar.
"Wiwin? " Sya langsung berdiri tegak memegang pipi Wiwin
"Sya? kamu disini? " Wiwin berusaha untuk bangkit dibantu oleh Sya.
"ya.. aku disini" jawab Sya membenarkan bantal sandaran Wiwin.
"Ehh? selang infus? " wiwin mengedarkan pandangannya
"aku ada dirumah sakit Sya? " tanya Wiwin ke Sya
"iya.. oh ya! Bayu minta maaf, setelah mengantarmu ke sini dia harus kembali ke Bandung, dia tidak bisa menunggumu bangun".
Wiwin mengingat apa saja yang Bayu lakukan padanya,
"isssh.. kenapa jantungku berdebar karnanya? " gerutu Wiwin
"ha? kamu berdebar karna Bayu? " pekik heboh Sya
Wiwin melebarkan matanya dan dengan cepat membekap mulut sahabatnya itu.
Sya menepuk-nepuk tangan Wiwin,
Wiwin melepaskan tangannya dan mengancam lewat tatapan horrornya.
"hehe..! " cengir Sya
"kalau suka emang kenapa sih? artinya kamu normal, lagian dia itu pria baik, sahabat baik mas Kevin".
"aku yakin dia pria yang baik untukmu" jelas Sya dengan serius.
"kamu tidak tau bagaimana kerennya tadi dia membelaku.. disaat semua orang hanya menontonku di tarik-tarik oleh Raldo dia meninju Raldo di depanku seperti seorang kesatria ku".
"apa? ditarik bagaimana maksudmu Win? " tanya Sya
"oh.. iya juga.. aku juga heran, kenapa kamu hobby sekali jatuh pingsan hah? udah kayak sinetron aja dikit-dikit pingsan" omel Sya
"katakan ada apa lagi dengan Raldo? kenapa dengan dia lagi? apa masalah dia lagi? kenapa anak itu terus saja menggodamu? "cecar Sya begitu cerewet.
plak..!
Sya mengerucutkan bibirnya saat Wiwin menampar pelan pipi dan menonyor keningnya.
"tanya tuh satu-satu, emang kamu reporter? nanya terus ngga ada remnya, lebih baik kamu ganti pekerjaan deh".
"cepat jawab..! " titah Sya
Wiwin menarik nafas dalam-dalam lalu menceritakan semuanya, ekspresi wajah Sya berubah-rubah mendengar cerita Wiwin.
"gilaaaa! "
Wiwin memijit pelipisnya.
"aku juga berpikir begitu.. dia sudah makin gila dan aku takut bekerja karna dia managerku".
"apa perlu aku minta mas Kevin buat pecat dia? " tanya Sya serius.
"apa bisa? nanti kamu kena getahnya lagi". Wiwin awalnya setuju tapi melihat secara langsung kegilaan Raldo tadi membuatnya takut melibatkan Sya.
"kenapa? " tanya Sya
"dia itu nekat Sya..! aku tidak mau kamu terkena masalah karnaku".
__ADS_1
Sya menghela nafas pasrah, "tapi dia keterlaluan Win..! aku tidak tahan membiarkan keliaran diluar sana".
"biarkan saja dia dulu ya? aku mau nenangin diri dulu, ayo kita keluar dari rumah sakit ini"
"keluar bagaimana? kamu belum diperiksa dokter". Sya langsung menekan tombol dibelakang Wiwin.
setelah diperiksa ternyata Wiwin boleh pulang karna tidak ada masalah lain pada Wiwin yang hanya syok dengan kejadian itu hingga tak sadarkan diri.
Wiwin dan Sya berjalan lewat lobi dan tersentak kaget melihat Raldo yang tampak berlari seperti orang kesetanan mencari suster memberi tempat Wiwin tinggal.
"Sya? " wiwin menoleh ke Sya.
Sya dengan cepat membawa Wiwin masuk tangga darurat,
"ssst..! " Sya menutup bibir Wiwin di balik pintu.
"kita lewat sini aja, ayo! " ajak Sya menarik tangan Wiwin.
jalan itu tembus ke area parkiran mobil,
"kamu bawa mobil Sya? " tanya Wiwin
"iyalah.. mana sempat aku nunggu taksi lagi saat Bayu menelfonku kamu ada dirumah sakit". jawab Sya
.
.
di dalam mobil
"bagaimana jika kita ke bandung? " usul Wiwin antusias.
Sya melirik ke arah Wiwin sebentar lalu fokus dengan kemudinya.
"Oke..! aku harus mengerti kamu menyukai Bayu". kekeh Sya
"ck.. kamu juga merindukan suamimu kan? " ledek Wiwin
"Go. go.. go...! " heboh Wiwin.
mereka kembali ke rumah mengambil barang-barang ala kadarnya lalu langsung berangkat ke Bandung malam itu juga lewat jalan tol.
.
sekitar jam 3 pagi mereka tiba di bandung dan kini sedang memesan kamar penginapan di gedung hotel yang sama dengan penginapan Kevin dan Bayu.
"aku kasih kejutan sama dia nanti". senyum manis Sya.
Wiwin pun ikut tersenyum senang, ia merasa bangga dengan Sya yang bisa mendapatkan pria sehebat Kevin yang bisa menjaga Sya dengan begitu baik begitu juga sebaliknya.
Wiwin dan Sya menyewa 1 kamar saja dan kini sudah ada di samping kamar penginapan Kevin sedangkan didepan kamar mereka ada kamar Bayu.
Sya tentu tau nomor kamar penginapan Kevin karna pernah melihatnya saat VC dengan Kevin.
"mau kemana? " tanya Wiwin melihat Sya bangkit dari rebahannya.
"mau memberi kejutan untuk suamiku". jawab Sya.
"jam segini Sya? hei.. besok pagi aja! kasihan suamimu pasti dia masih lelah bekerja".
Sya tidak jadi menemui Kevin karna baru sadar sekarang masih terlalu cepat membangunkan Kevin yang suka tertidur larut malam karna pekerjaannya.
.
ke esokan paginya.
Vidio Call dari Kevin pun terpampang jelas didepan layar ponsel Sya.
__ADS_1
Sya mengangkat panggilan itu dengan mata masih terpejam.
"halo..? " Sya mengangkatnya tapi malah meletakkan ponselnya di telinga nya.
Sya mengira seseorang melakukan panggilan suara,
"sayang? " panggil Kevin dengan nada gemas.
"eeh.. mas..? kenapa mas? aku masih mengantuk". tanya Sya kembali tumbang meletakkan ponselnya disampingnya.
Kevin mengerutkan keningnya melihat situasi kamar Sya yang berbeda.
"kamu lagi dimana sayang? itu kamar siapa? " cecar Kevin serius juga penasaran.
"ini hotel.! " jawab Sya setengah mengantuk.
"hotel? kenapa kamu ke hotel? ada apa sebenarnya hnmmm? ".
"Sya nanti kita liburan kemana? bukannya kamu mau memberi kejutan dengan suamimu? " tanya Wiwin mengintip di kamar mandi.
"kejutan apa Wiwin? "
Wiwin tersentak kaget lalu mendekat ke ponsel Sya.
"Kevin? kamu lagi VC-an sama Sya? maaf aku lancang, Sya sedang tidur ". Wiwin menghadapkan kameranya ke arah Sya.
"dia kelelahan nanti pasti dia bakal menghubungimu.. Bye..! "
Wiwin menutup panggilan Kevin tanpa peduli bagaimana mengomelnya pria tampan itu diujung telfon.
Wiwin menggeram kesal melihat Kevin kembali menghubungi ponsel Sya, ia mematikan ponsel itu.
"rasakan itu" kekeh Wiwin menjulurkan lidahnya mengejek Kevin.
.
.
sekitar jam 8 pagi, Sya mandi terburu-buru dan memakai stelan santainya yang terlihat cantik saat mengikat tinggi rambutnya juga dengan kacamata tebalnya.
"kita kemana? " tanya Wiwin
"penampilanmu terlalu mencolok Win.. ganti! " titah Sya
alhasil mereka pakai baju santai dan sama-sama memakai pakaian culun dan rambutnya dicepol asal ke atas.
"pantesan kamu senang sekali memakai baju besar, celana besar dan kacamata mu ini, ternyata terasa aman ya? kamu tidak akan memiliki haters".
"hmm.. nyaman dan pasti tidak akan ditatap oleh Raldo".
"kamu menyindirku? " tanya Wiwin dengan datar.
Sya tergelak keras.
"kapan kamu kasih kejutan buat suamimu? " tanya Wiwin dengan malas.
"nanti malam saja, ayo kita bersenang-senang".
seharian itu Sya dan Wiwin bersenang-senang dengan penampilan culun mereka masing-masing.
betapa senangnya Wiwin saat ini, merasa aman jangan kan dilihat para lelaki hidung belang melirik mereka pun tidak ada.
Wiwin merasakan bagaimana perasaan Sya yang selalu bahagia dengan penampilan lucunya itu.
.
Hai Readers Nae.? b**anyak Typo jangan lupa beritau Nae ya? terimakasih**...
__ADS_1
.
.