Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
Bayu dan Wiwin (part. 3)


__ADS_3

.


.


Wiwin menganga lebar melihat pakaiannya di susun oleh Bayu.


"Bayu tidak usah..! " tolak Wiwin dengan suara seraknya.


Bayu menatap lekat Wiwin kini yang tengah memegang tangannya.


"maaf..! jangan buka lagi ya? aku bisa susun sendiri". Wiwin angkat tangan lalu menarik kopernya dari Bayu.


"bisa mati karna malu aku kalau Bayu melihat pakaian dal*m ku... tidak boleh". batin Wiwin tersenyum kikuk ke Bayu.


"cepat susun ". pinta Bayu


"ya sudah keluar sana". usir Wiwin


"kenapa emangnya? " tanya Bayu


"Bayu.. aku perempuan apa kamu lupa? " tanya Wiwin dengan sabar.


Bayu melihat koper Wiwin lalu melihat wajah Wiwin yang tampak menahan malu akan sesuatu.


Bayu akhirnya mengerti dan mengusap gemas kepala Wiwin.


"sana pergi..! " usir Wiwin membalik tubuh Bayu dan mendorongnya keluar dari kamarnya kini.


Bayu terus saja tersenyum, "aku sudah melihat dalam*nmu !"


Wiwin melototkan matanya,


Bayu berbalik menatap Wiwin yang tengah melotot tak percaya.


"jadi jangan malu lagi". Bayu mencubit pipi Wiwin lalu melenggang pergi dari Wiwin dengan senyum lebarnya.


"Bayuuuuuu!! " jerit Wiwin sampai terbatuk-batuk.


suaranya yang hilang makinlah hilang dibuatnya.


Bayu tergelak lalu terdiam seketika saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


biasanya Bayu tidak pernah menjawab panggilan kedua orangtuanya tapi kini ia menjawabnya.


"halo Ma? " sapa Bayu


"kamu jawab panggilan mama nak? ya Tuhan.. terimakasih.. kamu dimana sayang? mama sedang berada di rumah sakit, apa kamu tidak mau sekedar membawa 1 buah apel untuk mama? mama merindukanmu nak".


Bayu diam sejenak.


"nak? "


"mama dimana? " tanya Bayu.


Bayu membuka hatinya lagi untuk kedua orangtuanya berkat kata-kata Wiwin.


Bayu kembali ke kamar Wiwin yang terpekik seketika menyembunyikan br* nya dibalik selimutnya.


Bayu sudah melihatnya dan terkekeh


"ada apa? " tanya Wiwin dengan suara yang sudah menghilang.


"ikut aku! " Bayu menggenggam tangan Wiwin membawanya pergi


"Bayu..? kamu bawa aku kemana? " tanya Wiwin bukannya mengelak malah menggenggam balik tangan Bayu.


tanpa mereka sadari ada reporter yang memotret mereka sejak keluar dari gedung apartemen,

__ADS_1


"berita itu hoak, udah jelas model top Wiwin punya pacar yang lebih tampan". bisik reporter itu dari dalam mobil.


Bayu membawa Wiwin masuk dan ia berlari masuk ke samping kemudi, mobil Bayu meninggalkan tempat parkiran.


"kenapa ke rumah sakit Bayu? apa ada keluargamu yang sakit? "


"hmm". jawab Bayu


"Eh? kenapa tidak beli buah tadi? " protes Wiwin


Bayu terdiam seketika saat mengingat Mamanya tadi minta dibawakan buah apel cuma 1.


"tunggulah disini.. aku belikan disana ya? "


Bayu diam melihat Wiwin yang pergi darinya membeli buah tangan, beberapa menit kemudian Wiwin kembali membawa buah Apel, anggur dan banyak buah segar lainnya lagi.


"ok.. ayo berangkat".


Bayu bahkan tidak mengatakan siapa yang sakit tapi Wiwin dengan cepat membeli buah tangan untuk menjenguk orang sakit itu.


"kamu tidak bertanya padaku siapa yang sakit? " tanya Bayu


"aku tidak akan mencampuri privasimu pacarku". gemas Wiwin mengusap kepala Bayu.


Bayu tersenyum miring dan kini lebih berani menggenggam tangan Wiwin.


walau Wiwin berlagak polos tapi jantungnya terus saja berdebar kencang, bagi Wiwin Bayu itu sangat menjaga Privasi seseorang artinya dia pasti akan menyukai perempuan yang bisa menjaga Privasinya.


Bayu membawa Wiwin ke ruang penginapan VVIP di rumah sakit ternama


"Nak? kamu bawa perempuan cantik? " mama Bayu merentangkan tangannya ke Bayu dengan mata berkaca-kaca.


Bayu mengedarkan pandangannya hanya ada sapu tangan papanya saja di tempat ini.


"dimana papa ma? " tanya Bayu


"tadi papamu disini tapi ada pekerjaan lagi dan mama mengusirnya". jawab Mama Bayu (Yeni) menurunkan tangannya tadi.


"halo tante... saya Wiwin ". suara serak Wiwin membuat kening Yeni mengkerut.


Wiwin meletakkan buah-buahan segar yang dia pegang tadi.


"ini buah tangan dari Bayu tante.. semoga cepat sembuh ya tante" senyum manis Wiwin menyalami Yeni.


"mama suka perempuan yang ini nak.. siapa namamu cantik? " tanya Yeni gemas.


"Wiwin tante". jawab Wiwin sambil tersenyum


"kamu model tercantik dan terpopuler itu ya? " tebak Yeni akhirnya mengenal Wiwin


Wiwin hanya nyengir kuda mengusap tengkuknya dengan wajah malu-malu.


"aku akan menemanimu ke dokter! " alih Bayu memegang pergelangan tangan Wiwin


Wiwin melebarkan matanya lalu menggeleng-geleng kepalanya.


"aku akan pergi sendiri Bayu.. kamu tunggu disini ya? aku pergi sendiri".


Wiwin mengedipkan matanya ke Yeni lalu berlari keluar dari ruangan Yeni.


Yeni awalnya tidak mengerti dan akhirnya kini mengerti maksud Wiwin,


"sejak kapan kalian berpacaran sayang? " tanya Yeni penasaran.


"belum lama ma". jawab Bayu sambil duduk di kursi dan mengambil 1 buah apel lalu mengupas kulitnya, memotongnya, diletakkan dipiring.


"mama suka dengan gadis itu sayang.. tapi bukannya dia lagi sedang viral berpacaran dengan managernya?" tanya Yeni teringat berita mengenai wiwin.

__ADS_1


"pria itu yang tergila-gila padanya ma". jawab Bayu memberikan sepiring apel yang sudah ia potong ke Yeni.


"iya juga sih.. dia secantik dan seseksi itu ditambah lagi dia sangat sopan pasti banyak pria yang menyukainya, kamu harus mengkonfirmasi dia sebagai kekasihmu sayang..! dia itu gadis pemikat".


"bagaimana mama tau dia gadis pemikat? " tanya Bayu


"kamu sudah terpikat dengannya kan? " ledek Yeni dengan lucu


Bayu mengalihkan pandangannya tanpa berbicara.


"dia gadis pemikat sayang sekali lihat saja mama sudah tau, jadi kamu harus jaga dia baik-baik".


Yeni merasa tidak lagi kesepian saat ini malah terasa hangat dengan adanya Bayu, Yeni yakin Wiwinlah yang membuat Bayu mau datang menjenguknya.


hubungan Yeni, Dirgan selaku orangtua Bayu tidak terlalu akrab karna Bayu memang sangat dingin pada orangtuanya.


1 jam mereka berbicara bersama hingga akhirnya Wiwin kembali dengan membawa berbagai obat yang sudah ia tebus.


"apa kata dokter? " tanya Bayu mendekat dan memberikan kursinya tadi untuk Wiwin.


Yeni memperhatikan kehangatan yang Bayu berikan untuk Wiwin, ia tidak menyangka Bayu punya sisi hangatnya juga.


.


.


"kenapa cepat sekali pulangnya? " tanya Wiwin yang suaranya mulai membaik saat ini walau belum pulih total.


"hmm.. kata mama tadi Papa dalam perjalanan kesana" jawab Bayu.


"kenapa kamu menjaga jarak dari papamu? " tanya Wiwin penasaran.


"tidak menjaga jarak aku muak saja di rumah sakit". jawab Bayu


"muak? " beo Wiwin


"hmm...aku pernah sakit dirawat di rumah sakit tapi tidak ada orangtuaku hanya ada ART yang menemaniku".


Wiwin terdiam seketika, ia tidak lagi berbicara takutnya melukai hati Bayu lagi.


.


.


ke esokan harinya suara Wiwin telah kembali normal, Wiwin mengadakan pertemuan dengan para wartawan yang kini memang sedang mencari-cari Wiwin.


"apa perlu aku temani Win? " tanya Sya serius


"tidak perlu Sya ! aku bisa melaluinya sendiri bantu aku dari belakang panggung aja ya? "


Sya mengangguk mengerti jadinya.


"dimana Bayu? " tanya Sya celingukan


"dia ada urusan dengan suamimu, biasalah dia bekerja dan aku juga bekerja" jawab Wiwin


"apa kalian benar sudah berpacaran? " tanya Sya


"belum sungguhan tapi terasa sungguhan". jawab Wiwin


Sya memutar bola matanya dengan jengah,


"pacaran seperti apa itu? " gerutunya tidak mengerti.


"pacaran versi kami". jawab Wiwin enteng.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2