
.
.
kini Sya tengah memasangkan dasi di leher Kevin di ruangan kantor Kevin.
Sya masih terlihat cantik dimata Kevin meski memakai kacamata tebal dan rambut kepangan 2 nya itu.
"tuan..? " Bayu tiba-tiba menerobos tanpa mengetuk pintu
"maaf tuan". Bayu langsung balik badan karna ia tidak sempat mengetuk pintu terlebih dahulu.
Sya yang tadinya juga kaget hingga spontan menjauh dari tubuh Kevin,
"ck.. ada apa? " tanya Kevin dengan malas.
"ada masalah di R Group tuan..! sepertinya tuan Mano bertindak lebih ekstrim" ucap Bayu dengan serius.
"apalagi yang dia lakukan? " tanya Kevin mendekati Sya dan meletakkan tangannya Sya di lehernya lagi.
Bayu menoleh dengan ragu-ragu.
"tidak apa..! Sya cuma memasang dasiku saja..! " jelas Kevin yang tau keraguan Bayu.
Bayu pun akhirnya memberanikan diri melangkahkan kakinya ke Kevin lalu memberikan berkas laporan yang ia dapatkan.
Kevin membacanya dengan serius, tangannya yang lain memegang pinggang Sya hingga situasi Sya dan Kevin di lihat oleh Bayu.
Sya begitu telaten memasangkan dasi Kevin lalu tersenyum puas melihat hasil karyanya.
"sudah tuan...!" Sya menepuk dada bidang Kevin dan merapikan jas nya lagi.
"terimakasih sayang". senyum Kevin dengan gemas.
Sya langsung meninggalkan ruangan Kevin,,
Bayu melebarkan matanya mendengar Kevin memanggil Sayang ke Sya.
Kini Kevin berubah dingin dan datar, "katakan!!"
Kevin melangkahkan kakinya ke kursi kebesarannya.
"tuan Mano mengambil data inti perusahaan kita dan memberikannya ke R Group tuan..! " jawab Bayu dengan serius.
Kevin memejamkan mata lalu mengetuk-ngetuk mejanya,
"apa yang harus kita lakukan tuan? " tanya Bayu
Kevin bangkit dari duduknya.
"ikut aku...! " perintah Kevin
"baik tuan..! " jawab Bayu
Kevin tiba dilantai para karyawan tertinggi ketua dari departemen perusahannya.
Kevin melangkahkan kakinya dan para karyawan Kevin langsung berdiri ditempat.
"Fiya, Kanis, Citra, Maya, Werly..! panggil orang-orang departemen kalian untuk datang ke ruangan rapat" perintah Kevin
"baik tuan.. "jawab semuanya serentak langsung membubarkan diri mencari rekan-rekannya di lantai bawah lagi.
"kau. ..panggil tim pemasaran" perintah Kevin menunjuk pria di sampingnya.
"baik tuan..! " jawab pria itu dengan sigap.
__ADS_1
Kevin langsung pergi ke ruangan Bayu melihat semua data-data yang Mano ambil diberikan pada R Group.
"kenapa kakak ku yang satu itu begitu serakah? jika dia bisa mengelola perusahaan dengan baik tidak masalah, bagaimana dia bisa jadi pemimpin jika hanya tau cara membocorkan data CW Group saja...! " geram Kevin meninju meja Bayu kini.
Bayu diam tidak bisa berkata-kata karna memang apa yang Kevin katakan benar.
"lalu bagaimana sistem keamanan kita? " tanya Kevin dengan dingin.
"kacau tuan.. sepertinya ada mata-mata di perusahaan kita.. "
"kau belum menemukan siapa dia? " tanya Kevin membentak.
"belum tuan..! saya akan atasi secepatnya" jawab Bayu
"ck.. Penyusup mana yang memakai topeng di belakangku" geram Kevin mengepalkan tangannya.
"apa perlu kita pasang alat penyadap disetiap ruangan kantor yang ada di gedung ini tuan? saya merasa dalang nya sangat dekat dengan kita.. tapi saya belum juga bisa menemukannya"
"hmm.. lakukan apa yang menurutmu bisa untuk menangkap dalang itu.." Kevin mengibas-ngibasi tangannya memberi izin.
telepon berdering dan Bayu langsung mengangkatnya,
"tuan.. semua sudah berkumpul di ruang rapat" Bayu berkata setelah menutup teleponnya
"hmm.. ayo kita kesana! "
Bayu dengan cepat mengikuti langkah kaki Kevin,
"bagaimana dengan Sya tuan? " tanya Bayu ragu-ragu.
"aku tidak mau membawanya masuk ke dalam permasalahanku..! biarkan dia melakukan apa yang dia mau.. "
"baik tuan" jawab Bayu tanpa menyelah lagi.
Kevin tidak mau Sya lembur siang dan malam di kantornya hanya karna mengatasi permasalahan perusahaannya.
.
Sya melihat ke jam tangannya untuk memastikan jam dinding itu tidaklah salah.
"apa tuan udah makan ya? " gumam Sya
Sejak ada permasalahan di perusahaan, Sya tidak melihat Kevin seharian
"aku buat sesuatu aja deh" gumam Sya mengangguk-ngangguk membenarkan fikirannya.
.
"tuan? " Sya bertemu dengan Bayu yang sedang berjalan tergesa-gesa melewatinya.
"iya Non.. Eh.. Sya.. " jawab Bayu berbalik ke arah Sya.
"boleh pinjam kunci mobil tuan..? saya tidak bawa motor karna tadi pagi hujan deras.. " tanya Sya dengan cengiran kikuknya.
"ini Sya..! " Bayu langsung mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya.
"ada lagi Sya? " tanya Bayu
"tidak ada tuan..! saya pinjam ini terimakasih" ucap Sya.
"iya.. kalau begitu aku langsung pergi ya? tuan Kevin sudah menunggu"
Sya mengangguk lalu Bayu langsung berlari terburu-buru.
.
__ADS_1
.
.
sekitar jam 7 malam Sya kembali ke perusahaan Kevin sambil membawa banyak bekal makan untuk Kevin dan Bayu.
di lampu merah Sya tak sengaja melihat mobil yang ia sangat kenali, Lamborghini yang pernah Sya beli dan berikan pada Haris.
Sya melebarkan matanya melihat Haris tengah bercium*n menjijikkan dengan perempuan sexy,
"astagah..! bagaimana bisa ada pria seperti itu? " Sya bergidik jijik dengan apa yang ia lihat.
"kenapa aku bisa bertemu dengan pria seperti itu? " geramnya memutar kepalanya ke arah depan.
Sya memilih tidak melihat penampakan menjijikkan itu, ia bersyukur dalam hati bisa mengetahui kedok Haris hingga ia bisa melepaskan pria brengs*k itu. betapa kasihannya Bela yang telah sah menjadi istri Haris itu.
Sya berdoa semoga ia tidak bertemu lagi dengan pria brengs*k itu,,
"issh.. kenapa lampu merahnya lama sekali? " gerutu Sya melihat rambu-rambu lalu lintas yang tidak juga berubah warna.
Sya tidak peduli apa yang dilakukan Haris itu karna perasaannya benar-benar telah sirna tidak ada lagi Haris di hatinya.
.
.
Sya tiba di parkiran lalu membawa semua bekal yang ia bawa didalam tas, di dalam perjalanan menuju lantai ruangan Kevin tidak ada masalah apapun.
tok.. tok.. tok..
Sya masuk ke ruangan Kevin dan melihat Kevin tengah berbicara serius dengan Bayu, dan ada manager tim pemasaran disana.
"apa dia tidak mandi? " batin Sya menebak.
Sya jadi tau betapa seriusnya masalah perusahaan saat ini sampai Kevin tidak sempat pulang untuk sekedar membersihkan diri.
Kevin melihat Sya datang tersenyum tipis,
"kalian boleh keluar..! " usir Kevin.
"baik tuan"
"Sya? kamu datang? " Kevin berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Sya.
"Tuan Bayu tunggu..! "
Bayu langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik ke Sya.
"iya ada apa Sya? " tanya Bayu
Sya membuka tas jinjingnya lalu memberikan sekotak bekal makanan ke Bayu sambil memberikan kunci mobil ke Bayu.
"sebagai ucapan terimakasih telah meminjamkan saya mobil anda" ucap Sya.
Bayu mengucapkan terimakasih dan langsung lari terburu-buru dari sana melihat wajah sangar Kevin menatapnya.
Sya menoleh ke Kevin
"kenapa kamu pinjam mobilnya? mobilku juga ada kan? " tanya Kevin dengan nada tak suka.
"tadi aku mencari tuan.. tapi tuan tidak ada jadi aku hanya bertemu tuan Bayu dan meminjam mobilnya"
Jawab Sya menarik pergelangan tangan Kevin berjalan menuju sofa ruangannya sambil membawa tas jinjingnya berisi makan malam untuk Kevin yang sejak tadi belum makan menurut Sya.
.
__ADS_1
.
.