
.
.
di tempat lain
"kau menolakku Girl? " tanya seorang pria berjas mahal menatap tajam gadis cantik di depannya.
"ya Tuhan...! cukup Laon...! kau selalu saja mengatakan hal yang sama jawabanku tetap seperti yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya akan tetap sama...!"
Wiwin bangkit dengan ekspresi kesal, awalnya ia datang untuk bertemu rekan modelnya dan tak disangka Laon mengambil waktu nya dengan membuat model itu sibuk.
"tunggu Girl.. katakan apa kurangku? kenapa kau selalu menolakku? semua perempuan diluar sana rela mengantri untuk sekedar berkencan denganku tapi kenapa kau sendiri yang menolakku? apa kau sudah tidak waras menolak pria sepertiku ha? "
Wiwin memutar bola matanya dengan jengah,
"Laon.. hati itu tidak bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan,, aku tidak menyukaimu sedangkan mereka menyukaimu karna ada niat terselubung saja"
"aku tampan Girl.. you Know? "
"Yes I Know, But I Don't like you". balas Wiwin dengan ketus lalu menepis tangan Laon
Laon meninju angin seketika, sungguh ia sangat menyukai wiwin yang tidak seperti perempuan lain diluar sana, sikapnya Wiwin itu benar-benar membuat seorang Laon Wisnu jatuh hati akan sosok model cantik itu.
Wiwin berjalan dengan tenang dan terlihat seperti model internasional begitu elegan siapapun yang melihat Wiwin berjalan semua orang akan menatap ke arahnya.
saat ini Wiwin di sebut-sebut sebagai Model terpopuler di negara indonesia, bahkan sudah banyak foto model di luar negeri, banyak kalangan pria menunjuk Wiwin sebagai tipe wanita ideal mereka.
.
.
Wiwin membawa mobilnya meninggalkan Restaurant mahal itu.
di tengah jalan tiba-tiba mobil Wiwin terasa tidak nyaman.
"kenapa sih? " gumam Wiwin melepas seatbeltnya dan keluar dari mobilnya.
Wiwin melihat ban mobilnya yang kempes,
"what? " pekik Wiwin
Wiwin berlari ke sisi mobilnya yang lain.
"semua ban ku kok bisa kempes sih? " gerutu Wiwin.
Wiwin hendak menghubungi managernya tapi ia urungkan kembali karna managernya itu sering bersikap aneh padanya.
Wiwin tidak suka pria posesif kalau pria itu tidak ada hubungannya dengan Wiwin kecuali memang pacar atau kekasih Wiwin tapi Managernya itu bukan kekasihnya melainkan teman sekaligus managernya saja tidak lebih.
"aku minta bantuan sama siapa? " gumam Wiwin mengedarkan pandangannya.
Wiwin menekan-nekan ponselnya tanpa sadar menghubungi Bayu, Wiwin menyibakkan rambutnya merasa tidak nyaman akhirnya Wiwin mengambil tusuk konde dan menggulung rambutnya dengan tusuk konde itu.
__ADS_1
"halo..? "
"aaah.. " Wiwin terjingkat kaget mendengar suara pria.
Wiwin mengedarkan pandangannya tidak ada pria disekitarnya hanya banyak mobil yang lalu lalang dan menonton Wiwin malah memotret model cantik itu.
"Wiwin? "
Wiwin melihat layar ponselnya dan terbelalak seketika sambil membekap mulutnya.
"Ya Tuhan..! kapan aku menelfonnya? ". pekik Wiwin dalam hati begitu malu.
"ada perlu apa? " tanya Bayu langsung ke Intinya
"be.. begini Bayu.. ban mobilku kempes aku tidak tau bengkel disekitar sini"
Wiwin yang sudah terlanjur malu lebih baik mengaku saja akan lebih memalukan baginya tidak mengatakan apapun, bisa saja Bayu begitu narsis berpikir dirinya menyukai Bayu.
"dimana? " tanya Bayu singkat
.
.
Wiwin memejamkan matanya sambil menyandar di sandaran kursi mobilnya,
"kenapa lama ya? " gumam Wiwin pelan.
Wiwin tanpa sengaja melihat ke arah spion ada mobil lumayan besar dibelakangnya melaju dengan kecepatan tinggi dan lucunya mobil itu kencang di bahu jalan.
benar firasat Wiwin bertepatan saat ia keluar mobil tadi menghantam mobil Wiwin sampai terseret hingga berputar-putar di tengah persimpangan jalan.
tiba-tiba pengemudi mobil yang menabrak mobil Wiwin tadi keluar sambil memegang tengkuknya yang terasa sakit berjalan ke Wiwin.
"kau sengaja parkir disini ya?" bentak si supir dengan marah.
Wiwin melototkan matanya, "kau bilang apa? aku yang salah? matamu dimana? bagaimana bisa orang buta bawa mobil hah? kau tidak lihat Aki tua itu... mobilku kempes ban dan juga lampu sen mobilku hidup kiri-kanan apalagi? kau yang kencang di bahu jalan... apa kau tidak tau aki? bahu jalan ini gunanya untuk apa?"
Si supir hendak berbicara lagi seperti mau memukul Wiwin dan ada tangan yang menahan tangan supir itu.
"polisi sedang dalam perjalanan kemari..! jadi jangan berani kabur.. " kata Bayu dengan datar.
Wiwin berlari ke arah Bayu dan berdiri disamping Bayu, jujur jantung Wiwin saat ini seperti ingin berhenti melihat mobilnya hancur didepan mata membayangkan Wiwin jika sedang tidur tadi mungkin dirinya sudah berada di rumah sakit.
"siapa kau? jangan ikut campur..! " marah supir dengan garang.
Bayu meninju hidung Aki tua itu tanpa hati walaupun orangtua tapi Bayu tau pria didepannya ini sengaja menabrak mobil Wiwin.
"aku punya rekaman CCTV di mobilku kau akan mendekam dalam penjara"
mendengar kata penjara supir itu langsung saja bergerak kesana-kemari seperti cacing kepanasan saat supir hendak lari ternyata sudah banyak orang mengepung nya saat ini.
Wiwin menutupi wajahnya saat banyak wartawan di depannya kini, entah siapa yang membuat para wartawan datang ke tempat ini.
__ADS_1
Bayu berbicara dengan Polisi hingga supir itu dibawa masuk ke mobil polisi sedangkan polisi yang lainnya mengatasi lalu lintas yang macet karna mobil Wiwin yang ada di tengah jalan.
Bayu menoleh ke Wiwin yang terus menunduk dan terlihat berusaha ingin keluar dari kerumunan wartawan itu.
Bayu menghela nafas panjang, lalu ia segera membuka jas nya dan melangkahkan kaki menerobos masuk ke kerumunan itu.
Bayu menutupi kepala Wiwin dengan jasnya.
"ayo pergi..! " ajak Bayu.
Wiwin mengangguk-nganguk di balik jas Bayu,,
Bayu membawa Wiwin masuk ke mobilnya sedangkan para wartawan heboh meminta Wiwin untuk mau di interview.
"kalian tidak lihat dia sedang syok dan trauma saat ini? jika satu saja berita tentangnya muncul di TV saya akan menuntut kalian semua dan membuat siaran TV kalian musnah seperti ditelan bumi! "
seketika para wartawan terdiam dan tak berani lagi berbicara karna mereka mengenal Bayu sebagai asisten kepercayaan Kevin Candrawinata.
.
.
Sya berlari memasuki Apartemen Wiwin lalu memeluk Wiwin yang masih gemetaran.
"Wiwin? " Sya menangkup pipi Wiwin.
Kevin datang membawa dokter Rangga,
"periksa teman istriku dok!" pinta Kevin
"hmm" balas dr. Rangga yang tau Sya istrinya Kevin berdasarkan cerita mereka tadi di jalan.
"Bayu kau mau kemana? " tanya Kevin
"aku harus ke kantor polisi mengatasi pelakunya! " jawab Bayu serius.
Kevin pun mengangguk membiarkan Bayu pergi.
.
Sya mengusap-ngusap tangan Wiwin yang masih gemetaran di atas ranjang sambil melihat cemas ke semua benda-benda yang dikeluarkan Dr. Rangga.
" Wiwin? maafkan aku.. hiks.. hiks.." Sya meletakkan telapak tangan wiwin di pipinya.
Kevin menarik nafas dalam-dalam hatinya begitu teriris melihat sang istri tengah menangis melihat Wiwin yang kini trauma mengingat hal tadi.
"aku akan menangkap pelakunya dan menjadikannya gembel seperti brengs*k itu". batin Kevin segera keluar dari kamar Wiwin.
Kevin tidak kuat melihat kesedihan istrinya itu, ia meninju dinding di sampingnya.
"aku akan menemukanmu..! setetes air mata istriku akan aku balaskan kau berkali-kali lipat". geram Kevin dengan tatapan nyalang.
.
__ADS_1
.
.