Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
keberanian


__ADS_3

.


.


tidak terasa waktu berlalu begitu cepat hingga tanpa terasa Sya dan Wiwin sudah memasuki bulan terakhir (9 bulan)


Kevin bekerja untuk terakhir kalinya di kantor sebelum mengambil cuti panjang untuk menemani istrinya jelang kelahiran.


"sayang? "


"eeh.. mami? " Sya memeluk Laila lalu gantian memeluk Noman.


"papi". senyum manis Sya


"ayo masuk mi.. pi.. ". ajak Sya dengan senyum manisnya.


Noman dan Laila masuk ke rumah Sya dan Kevin untuk pertama kalinya, kedua orangtua Sya tampak terkesima dengan desain rumah Kevin


"kenapa bisa sebagus ini nak? apa ini benar rumahmu? " tanya Laila keheranan.


"iya mi.. mas Kevin itu seorang arsitek dan model rumah seperti ini tu karna dia". jawab Sya dengan senyum lebarnya.


"benarkah? " tanya Noman cukup terkejut.


"iya Pi.. kenapa pi? papi kaget mas Kevin yang seorang Arsitek bisa memimpin Perusahaan besar? " goda Sya


"hmm". Noman tidak mengelak karna apa yang Sya sebutkan tadi memang ada di benaknya.


"sudah.. sudah.. bicara soal menantu sempurna ku itu tidak akan ada habisnya". lerai Laila


Sya terkekeh saja mendengarnya.


mereka duduk bersama di sofa dan makan sederhana.


"apa mami yang buatkan? " tanya Sya


"bibi Ida yang buatkan, dia juga titip pesan kalau dia berharap kamu baik-baik aja sampai lahiran sayang". jawab Laila


Sya tersenyum mendengarnya.


orangtua Sya berada di rumah Sya sampai sore, saat ini Laila dan Noman telah keluar dari rumah Sya.


bel rumahnya kembali berbunyi


"loh.. kenapa lagi? apa ada yang ketinggalan ya? " gumam Sya keheranan


Sya mengira itu orangtuanya


"apa Mi? apa ad...? " sambar Sya tergantung melihat seorang wanita di depannya.


"siapa kau? " tanya Sya memicingkan matanya.

__ADS_1


Sya memperhatikan penampilan wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"saya Amma pengurus Panti Asuhan Kasih Bunda". Amma menunduk hormat pada Sya.


Sya mengerjabkan matanya lalu teringat hari dimana Kevin pernah bertanya hubungan SYA Group sudah lama dengan panti asuhan Kasih Bunda, Kevin pernah mengeluh karna bertemu dengan mantan kekasihnya yang membuat Kevin kehilangan mood nya hari itu lebih banyak mengurung diri di kamar.


"ada apa? " tanya Sya memilih pura-pura tidak mengenal Amma.


Sya ingin menunjukkan pada Amma kalau suaminya tidak pernah menganggap Amma bagian dari masa lalunya.


"boleh saya masuk Nona? " tanya Amma


"aku tidak bisa membiarkan orang asing masuk ke rumahku, aku tidak mau membuat suamiku marah karna aku melanggar peraturannya". jawab Sya begitu serius.


"tapi tidak baik dengan kandungan anda Nona kalau berdiri terus". jawab Amma


"kenapa? apa kita akan bicara lama? tapi aku tidak ada urusan dengan SYA Group, aku memang anak dari pemilik SYA Group tapi aku tidak bekerja disana jadi kalau butuh dana datang saja ke Perusahaan Papiku".


Amma gelagapan tidak tau mau berkata apa lagi.


"sebenarnya saya ingin membicarakan hal pribadi nona". jelas Amma dengan sopan


"hal pribadi? apa ada sangkutannya denganku? " tanya Sya terlihat tidak percaya hingga Amma ingin menangis dalam hati.


Amma jadi merasa yakin kalau Kevin benar-benar menghilangkan semua kenangan indah mereka sebelum Amma berselingkuh dengan pria lain yang ia suka.


"iya nona". jawab Amma tertunduk


"boleh Nona! yang penting anda mau meluangkan waktu untuk orang asing seperti saya"


Sya mengangguk saja sambil berjalan ke arah sofa itu dan duduk mengelus perutnya.


Amma melihat perut buncit Sya benar-benar membuatnya iri, Amma tidak bisa memiliki anak lagi itu sebabnya ia membesarkan anak panti yang ia anggap sebagai pengganti anaknya yang telah tiada.


"ada apa sebenarnya Amma? aku akan langsung to the point aja, tadi kamu bilang bicara hal pribadi kan? jadi tidak perlu bicara begitu formal".


Amma mengangguk mengerti.


"sebenarnya aku ingin meminta maaf pada Kevin". ucap Amma setelah mengumpulkan keberanian untuk berbicara pada Sya


"minta maaf sama mas Kevin? kenapa? ada urusan apa kamu dengan suamiku? ". cecar Sya dengan akting yang memukau.


"apa Kevin benar-benar tidak pernah membahasku Nona Sya? " tanya Amma berkaca-kaca


"tidak.. suamiku tidak pernah membahas siapapun karna dia punya alergi terhadap perempuan kotor terutama bibir jadi aku mengira dia tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun"


"alergi perempuan kotor? " beo Amma


Sya mengangguk polos.


"sejak kapan nona Sya? " tanya Amma

__ADS_1


"sudah lama". jawab Sya


Amma mendengar kenyataan pahit lagi, hari dimana ia menghianati Kevin benar-benar sama setelah ia putus dengan Kevin.


"hei... Amma..? halo...? " Sya bertepuk tangan diwajah Amma


Amma terlonjak kaget melihat Sya.


"ada apa? " tanya Sya dengan polosnya.


"Kevin tidak pernah memberi tau alasan kenapa dia jadi alergi perempuan Nona? " tanya Amma penasaran.


Sya tampak berpikir,


"dia bilang pernah melihat secara langsung kekasih Bayu berselingkuh didepan matanya jadi karna itu dia ilfil sama perempuan begitu sih setau aku".


hati Amma bagai tertusuk belati tumpul, sangat menyakitkan, Amma meneteskan air matanya.


"kamu belum jelaskan kenapa meminta maaf dengan suamiku? apa karna dia jadi punya penyakit itu karnamu? tenang saja aku tidak akan bicara apa-apa pada suamiku, tapi kamu jangan pernah muncul didepannya karna aku pernah dengar dia benar-benar membenci wanita tukang selingkuh itu".


Amma langsung berdiri dan menunduk hormat pada Sya.


"maaf nona Sya..! saya ingin kembali, anak-anak panti membutuhkan saya".


"oh... iya.. iya.. silahkan". jawab Sya dengan tampang polosnya yang tidak tau apa-apa.


Amma naik taksi lalu menangis di dalam sana


Sya menarik nafas dalam-dalam


"berani sekali dia mendatangiku.. kami tidak pernah menunggu maaf darinya, seharusnya jika dia tau diri permintaan maaf tidak harus lewat kata-kata".


"sadar diri dan jangan pernah muncul lagi di hadapan mas Kevin itu saja sudah cukup, dia hanya jadi pengorek luka lama mas Kevin aja".


Sya kembali memasuki rumahnya sambil mengomel-ngomel.


Amma kembali ke panti dan masuk ke dalam ruangannya yang lumayan kedap suara, ia menangis keras di sana melampiaskan rasa sakit hatinya saat ingin meminta maaf dengan Kevin.


"iya.. aku yang salah.. seharusnya aku tidak menemuinya, tapi apa dia benar-benar tidak menganggapku? kenapa dia malah mengatakan kalau aku berselingkuh dari Bayu? segitu malunya dia mengakuiku sebagai mantan kekasihnya? "


Amma menangis tersedu-sedu, hatinya terasa sakit sekali mendengar kata-kata tajam Sya menceritakan keseharian Kevin yang tidak pernah membahas wanita masa lalunya.


Amma tidak pernah berharap lebih tapi apa salah jika Amma ingin Kevin mengenangnya?


"aku memang tidak tau diri, aku memasang muka tembok menemuinya? apa yang aku fikirkan? istrinya itu pewaris SYA Group yang lebih kaya raya dariku, sedangkan aku hanya penjaga anak panti? ".


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2