
.
.
Sya dan Kevin datang ke pengadilan dimana hari ini adalah hari dimana Mano di sidang dan dipenjarakan.
"kenapa kalian datang? mau menertawaiku ya? " tanya Mano dengan marah.
"kan aku udah bilang mas..! tidak perlu menemui Manohara ini..ayo kita pergi aja". ajak Sya merangkul lengan Kevin.
Kevin menarik nafas dalam, "aku hanya ingin menemuimu untuk sekali ini aja bang.. "
"ciih..". Mano mengalihkan pandangannya.
"masa muda mu masih ada.. apa tidak ada sedikitpun di hatimu untuk meminta maaf padaku? aku tidak butuh alasanmu mencoba membunuhku karna aku tau yang abang inginkan adalah Perusahaan CW Group"
"aku bisa mundur dari posisi Presdir jika abang memang mampu berada di posisi itu"
"ck.. jangan munafik..! kau ingin aku jadi boneka mu? kau fikir aku tidak tau kalau kau juga menginginkan perusahaan papa ku bukan? " bentak Mano.
plak..
"dasar pria tamak..! " geram Sya
"berani sekali kau menamparku..? apa karna kau sudah menjadi istrinya? kau fikir sedang berada di atasku begitu? " marah Mano.
Sya sekali lagi menampar Mano tapi ditahan oleh tangan Mano, Sya menendang bagian bawah Mano.
"aawwwh...! " Mano seakan membeku ditempat sambil mengapit pahanya.
Kevin langsung melindungi Sya di belakangnya,
"kau bahkan lebih rendah dari seorang pengemis tau tidak? bagaimana bisa pikiranmu itu hanya ada tahta dan tahta..pria tamak memang tidak pantas di percaya.. pantas saja papa sangat menyayangi mas Kevin dibanding kau manohara seorang anak kandung tapi sama sekali tidak berguna..! " ucap pedas Sya
"ka.. kau...? " Mano menuding Sya sebisanya.
"mau aku tendang lagi biar pecah sekalian!" ancam Sya dengan mata melotot dibalik kacamata tebalnya itu.
Mano menurunkan tangannya, ia menggeram kesal karna rasa sakit luar biasa di senjata kebanggaannya itu.
"aku sudah bilang bang..! aku bisa saja turun dari posisi itu asalkan abang bisa berubah.. sadar akan kesalahan abang, hilangkan rasa iri dan dengki itu dan perluas lagi rasa ikhlas mu dengan begitu aku yakin abang akan menduduki posisi itu.. "
Mano tidak bisa berbicara mukanya memerah darah, Kevin membawa Sya dengan posesif.
Sya menoleh kebelakang lalu melototkan matanya sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
Mano segera berbalik dan perlahan berjalan ke arah tempat tahanannya.
sidang telah diputuskan Mano di tahan beberapa bulan setelah dapat permohonan keringanan dari Kevin yang menjadi korban dari kakaknya sendiri.
walau begitu Mano tidak mengucapkan terimakasih karna masih tidak mau menurunkan egonya padahal tau dirinya bersalah.
.
.
"kenapa Manohara itu tidak berubah sih mas? apa dia benar-benar sudah sinting? kurang baik apa coba mas sama dia? udah diringankan hukumannya bukannya berterimakasih malah membentakmu..! mas tidak marah dengannya? "
"dia abangku..!" . jawab Kevin mengusap kepala Sya.
"mas itu baik ya? bilangin aku bodoh karna di tipu tapi mas tidak bisa membenci si manohara itu, dia aja tidak peduli sama mas. kenapa sih harus meringankan hukumannya? "
"kami besar bersama-sama Sya..! terkadang saat aku sakit dia memasakkanku bubur bahkan kakinya sampai terkena air panas dan dilarikan kerumah sakit, sejak saat itu aku selalu memaafkannya setiap kali dia berbuat salah".
"oh ya? manohara itu waktu kecil pernah merawatmu saat sakit? " tanya Sya tak percaya.
"iya sayang..! kamu tidak lihat bekas luka di kakinya? setiap kali aku melihatnya rasanya aku ingin menangis Sya, dan yang aku inginkan saat ini cuma 1"
"apa? " tanya Sya.
"aku hanya mau dia kembali menjadi abangku yang membuatkanku bubur saat sakit walau tidak bisa memasak dan hanya bisa mengacaukan dapur..! aku ingin dia kembali seperti itu".
"maaf ya..! aku tidak tau kalau kenangan manohara itu begitu membekas dihatimu" Sya mengusap lengan Kevin.
Kevin mengangguk mengecup punggung tangan Sya.
.
.
malam harinya Kevin datang ke acara produk kecantikan, ia di undang bersama sang istri ke acara itu.
"bagaimana mas? " tanya Sya mengedipkan matanya dengan nakal ke Kevin.
Kevin tergelak.
"aku ingin sekali memakanmu" gemas Kevin.
Sya mencebikkan bibirnya, "makaaaaannn.. terus..! udah ah.. mas itu mesum malas aku bicara sama mas di tempat sunyi begini". gerutu Sya dengan cepat menjauhi Kevin.
Kevin tertawa tapi ia mengikuti langkah kaki Sya yang memang menjaga jarak darinya di tempat ini,
__ADS_1
Sya tau kalau Kevin itu orangnya tidak tau malu takutnya suaminya itu malah menerkamnya di tempat itu bisa kacau dandanan Sya saat ini kalau sampai itu terjadi lebih baik menjauh saja begitulah fikir Sya.
Sya jadi sorotan semua orang saat hadir di acara itu, semua orang malah sibuk mengeluarkan ponselnya dan merekam moment Sya yang sangat cantik di mata mereka.
publik sudah tau siapa Sya dan Wiwin tidak ada lagi yang mencela mereka walau tau masa lalu mereka, malahan para wanita di penjuru dunia ini mendukung kedua perempuan itu memberinya ucapan terimakasih karna telah bertahan selama beberapa tahun belakangan sebelum berubah jadi cantik.
bahkan Sya dan Wiwin punya fanclub khusus kalangan perempuan gemuk dan gendut, tanpa ragu Sya dan Wiwin menjawab setiap pertanyaan fans lewat DM IG seputar diet sehat yang mereka lalui.
"oh.. gendut..! bagaimana kau bisa selangsing ini hmm?? " ejek Chika yang ada juga di tempat itu.
Kevin merangkul pinggang Sya dan hendak berbicara tapi Sya menahan Kevin untuk tidak berbicara.
"memang kenapa kalau aku pernah gendut? aku tanya berapa berat badanmu sekarang? " tanya Sya dengan cibiran
"apa maksudmu? berat badanku ideal lah 65 ". jawab nya sombong.
"aku 60 sekarang katakan siapa yang gendut? " sambar Sya dengan senyuman tipisnya.
beberapa orang mulai menertawai Chika.
"ya.. kalau dilihat-lihat lengan Chika bergelambir ya? Lengannya besar juga pahanya besar..! hahah.. mungkin lemaknya disana.. "
"maka nya olahraga jangan di perut aja tuh lengan dan paha juga harus fitness..! " ejek sya dengan santainya.
Chika yang sudah terlanjur malu menutupi lengannya yang memang baru ia sadari cukup besar dengan cepat Chika berlalu dari sana menuju toilet.
bibir Kevin berkedut-kedut menahan tawa.
"ck.. merepotkan sekali.. " umpat Sya menggeleng kepalanya.
"pasti dia malu sekali". bisik Kevin
Sya menyibakkan rambutnya dengan bangga, "aku tidak akan mau di kalahkan lagi..! sudah cukup aku diinjak-injak dulunya."
"hmmm.. kamu harus bangkit sayang..! ada aku disisimu"
Sya tersenyum kearah Kevin,
mereka saling pandang mesra hingga di sudut ruangan ada Bela melihat itu dengan iri.
Bela tidak punya job kerja lagi entah apa yang salah dengan pekerjaannya kini, semua orang seakan tidak mau mengundangnya keacara manapun dan menawarkan pekerjaan apapun padanya.
bahkan saat ini Bela curi-curian masuk ke acara ini sedangkan Haris datang sebagai tamu undangan tapi satu undangan hanya untuk satu orang jadi Haris tidak bisa membawa Bela kecuali Bela juga dapat undangan
.
__ADS_1
.
.