Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
meminta


__ADS_3

.


.


Wiwin bersama Sya di rumah Kevin sedangkan Kevin dan Bayu kembali ke Perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan mereka seperti biasa.


"bagaimana malam pertamamu? berhasil? " tanya Sya tersenyum menggoda


"ya berhasil lah". jawab Wiwin dengan nada bangga


"kamu yang melakukannya? " tanya Sya menyambar


"kamu fikir aku mahir dalam hal seperti itu hah? kita memang sering melihatnya waktu di amerika tapi tetap saja aku tidak tau cara melakukannya, aku tidak pernah mencobanya. dan mas Bayu pria pertama yang menyentuhku".


"iya. iya.. maaf.. aku juga sama hehe.. memang suamimu sangat bagus di atas ranjang? " tanya Sya penasaran


"hmm.. sangat.. sangat profesional". jawab Wiwin berdecak pelan


"kenapa? kenapa kamu malah berdecak? " tanya Sya heran


"dia melakukannya dimana-mana sampai aku merasa punya ku robek, dan tidak kuat berjalan malam itu juga tubuhku juga remuk semua". keluh Wiwin


Sya tergelak mendengarnya.


"kamu tidak seperti itu? " tanya Wiwin


"sama lah.. aku juga begitu..! tapi setelah minum ramuan apa yang dibeli mas Kevin aku sudah baikan".


"hmm.. aku juga! tapi sakitnya hanya diawal aja setelah itu aku tidak merasa sesakit seperti yang pertama kali". Wiwin menggaruk keningnya sendiri.


"terkadang kamu juga polos ya Win". ejek Sya padahal dirinya juga begitu.


Wiwin mendecih saja mendengarnya.


"aku dengar Haris dimasukkan rumah sakit jiwa ya? " tanya Wiwin serius.


"hmm..? " tanya Sya tidak mengerti


"kamu tidak tau Kevin memerintahkan Bayu membawa Haris masuk ke rumah sakit jiwa? " tanya Wiwin tidak percaya Sya tidak tau.


"ha ?? dia benar-benar melakukannya? aku fikir dia hanya bercanda". Sya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"mana mungkin suamimu bercanda mengenaimu Sya.. tapi tidak masalah mas Bayu katanya juga akan memasukkan Raldo kesana".


"bagus deh..! kalau di penjara dia tidak akan jerah". Sya mengangguk setuju ide Bayu.


"karna dia kamu selalu cemas mau keluar apartemen, bagaimana jika kamu minta Bayu belikan rumah? aku rasa dia sangat kaya bisa membeli rumah untukmu, bahkan tinggal di hotel fasilitas Suite pun dia bisa memberinya padamu jika itu maumu".


"bagaimana jika dia berpikir aku matre? " Wiwin


"hah? hahahaha? kamu takut dibilang matre oleh suamimu sendiri? Helllooo... Wiwin.. kalau sebelum kamu menikah mungkin bisa kamu takutkan tapi kamu sudah menikah dengannya, dia juga tau kamu selalu cemas pasti dia dengan senang hati beli rumah untukmu"


"aku beli sendiri aja ya? " Wiwin


"hei.. dengar win.. dia pasti senang kalau kamu merasa aman tidak cemas seperti biasanya, kamu harus terbuka padanya jika kamu membeli rumah dengan uangmu sendiri harga dirinya sebagai suamimu akan jatuh begitu saja, dia akan tersinggung"


Wiwin mengangguk-ngangguk jadinya.


"baiklah.. aku akan katakan sejujurnya padanya".


"nah.. gitu dong.. aku tau uangmu banyak karna hasil pemotretanmu itu, tapi tetap saja derajat suami diatas istri kamu harus terbuka padanya, kasihan dia yang selalu khawatir kamu selalu was-was padanya".


"iya.. aku harus terbuka padanya, aku mencintainya tapi kecemasan itu selalu muncul setiap kami bersama aku takut tiba-tiba Raldo datang terus melakukan sesuatu padanya, aku tidak mau dia terluka Sya". keluh Wiwin

__ADS_1


Sya hanya menghela nafas panjang.


oh.. rumit sekali masalah Wiwin ini, kalau rasa takut mungkin biasa tapi kecemasan Wiwin itu yang membuatnya selalu takut hingga bersikap was-was terhadap siapapun.


Wiwin sudah di periksa oleh dokter dan kecemasan nya itu akan sembuh saat masalah yang ditakutinya selesai.


.


.


.


malam harinya Wiwin di jemput oleh Bayu yang bekerja lembur dengan Kevin.


sebelum ke apartemen Bayu membeli makanan untuk istrinya.


Wiwin di dalam mobil bersama Bayu memesan makanannya sedang menunggu antrian mobil didepannya.


"mas udah makan? " tanya Wiwin memegang tangan Bayu.


Bayu tersenyum lalu mengecup tangan Wiwin yang berinisiatif memegangnya duluan.


"aku akan makan bersamamu sayang".


Wiwin tersenyum sebenarnya ia merasa nyaman dengan Bayu tapi kecemasannya itu benar-benar selalu menghantuinya bahkan Wiwin tidak mau bertemu banyak orang hanya keluarganya dan Sya saja yang terkadang datang ke Apartemen.


.


.


Wiwin melihat ponselnya yang dipegang Bayu kembali berdering.


"kamu yakin tidak mau ganti nomor saja sayang? " tanya Bayu


Wiwin menggenggam tangan Bayu dengan raut wajah cemas,


Bayu menggendong Wiwin setelah mematikan ponsel Wiwin.


Bayu membawa Wiwin ke kamarnya membantu Wiwin minum obat, Bayu begitu sabar menemani istrinya yang memiliki kecemasan saat ini dan mengelap keringat istrinya dengan penuh cinta.


"aku ke kamar mandi ya sayang". izin Bayu mengelus kepala Wiwin


"jangan lama-lama mas".


Bayu mengangguk lalu bangkit dari duduknya,


Bayu kini ada di depan wastefel menatap tajam ke pantulan kaca.


"aku akan membuatmu membayar semua yang telah kau perbuat pada istriku". gumam Bayu dengan nada berat


seakan kesabaran Bayu saat ini hilang begitu saja, Bayu tidak sanggup melihat istrinya yang dilanda kecemasan hingga harus minum obat setiap kali Raldo menghubungi Wiwin.


di luar gedung apartemen,


Raldo menatap datar ke arah atas dimana ia tau tempat tinggal Bayu dan Wiwin ada di atas sana.


"ciih.. aku menemukan kalian". gumamnya tersenyum miring.


Raldo pergi dari sana setelah merasa yakin Bayu dan Wiwin memang tinggal ditempat itu.


.


.

__ADS_1


"mas? " panggil Wiwin serius tiba-tiba


"iya sayang". Bayu beralih ke istrinya menunggu apa yang ingin Wiwin katakan


"apa kita tidak membeli rumah saja? aku bukannya tidak mau tinggal di apartemen ini tapi aku selalu merasa takut kalau berada di dalam apartemen, saat di rumah Sya aku tidak takut mas, aku... aku.. "


Wiwin berbicara tanpa rem tiba-tiba ia tersendat tidak tau mau melanjutkan kata-katanya lagi karna kehabisan ide.


Bayu menahan senyum gemasnya,


"kamu mau kita tinggal di rumah? dimana diatap itu hanya ada kita berdua saja? " tanya Bayu


"iya mas". jawab Wiwin menunduk.


Bayu tertawa melihat wajah Wiwin yang terlihat takut-takut padanya hingga Wiwin yang salah faham malah makin menunduk.


"aku akan buatkan kamu rumah disamping rumah Kevin dan Sya ".


"apa? " Wiwin langsung mendongak menatap suaminya dengan mata berbinar.


"kamu mau bersabar kan menunggu pembangunannya selesai? " tanya Bayu


Wiwin mengangguk-ngangguk.


"kalau begitu mari kita desain seperti apa rumah idamanmu sayang".


Bayu mengambil buku dan pensil lalu memberikan benda itu pada istrinya.


Wiwin tengah menyelimuti tubuh polosnya takut di makan oleh suaminya lagi.


Bayu tertawa kecil melihat Wiwin yang terlihat begitu menjaga tubuhnya itu.


Wiwin sambil tersenyum menggambar model rumah impiannya.


.


.


"bagaimana mas? " tanya Wiwin berbinar seakan tidak ada kecemasannya lagi saat membahas rumah.


Bayu malah senang melihatnya,


"kalau begitu? " Bayu tersenyum smirk.


"mas...! " Pekik Wiwin


Bayu sekali lagi menyambar tubuh istrinya, sekali lagi Wiwin pasrah dan menikmati nya saja.


.


.


"mas janji harus selesaikan dengan cepat ya rumah impian kita? " pinta Wiwin dengan mata terpejam di pelukan Bayu.


"aku pastikan itu sayang". Bayu mengecup kening Wiwin.


"kamu tenang saja Win.. aku sudah mengincarnya dan siapapun orang yang sudah masuk dalam incaranku tidak akan bisa keluar begitu mudah". batin Bayu menatap dingin ke arah depan.


Raldo salah telah mengajaknya berperang melawan Bayu Dirgantara, sejak dahulu Bayu selalu mendapatkan apa yang ia inginkan tanpa peduli keluarganya sendiri yang selalu sibuk bekerja.


bahkan Bayu bekerja sendiri diluar jati dirinya sebagai pewaris tunggal hotel raksasa milik keluarga Dirgantara, sebagai asisten Kevin saja dia bisa berbuat apapun apalagi sebagai pewaris Dirgantara.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2