
.
.
di Perusahaan kevin disambut oleh karyawan-karyawannya mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan gadis konglomerat SYA Group.
mereka tidak mengenali Sya saat jadi asisten Kevin padahal Sya si gadis culun itu adalah wanita yang dinikahi Kevin.
"kalian jaga jarak yang perempuan..!" peringatan Kevin
"baik tuan" sahut para perempuan diantara mereka serentak.
.
.
"kenapa aku harus menemuinya? " tanya Kevin dengan dingin menutup dokumen pentingnya.
"lalu apa mau anda tuan? " tanya Bayu dengan wajah datarnya juga.
"apa tidak ada model lain? kenapa harus wanita itu? bawa saja Wiwin sebagai pengganti model itu" titah Kevin.
"wiwin? temannya Nyonya tuan? " tanya Bayu.
"hmm..!". balas Kevin dengan deheman.
"apa kau sudah temukan dalangnya? " tanya Kevin serius.
"oh.. saya tidak memberikan laporan saya pada anda". Bayu memberikan berkas yang ia bawa tadi.
Kevin membaca berkas yang Bayu dapatkan lalu tersenyum miring.
"berikan bukti ini pada media dan buat berita seolah-olah Bola itu iri dengan apa yang Wiwin dapatkan. !" titah Kevin
"baik tuan " jawab Bayu tanpa berdalih lalu keluar dari ruangan Kevin.
Kevin menyandarkan punggungnya di kursi nya lalu memutarnya sambil melihat ke atas.
"aku sudah merindukannya". gumam Kevin sambil tersenyum tipis.
Kevin berdecak seketika mengingat malam panasnya bersama Sya hingga melihat kebawah dimana celananya terasa sempit.
Kevin menghubungi Sya dengan panggilan VC.
Kevin mengerutkan keningnya melihat panggilannya dijawab tapi wajah sang istri tidak terlihat.
"sayang? kamu dimana? "
Sya menongolkan wajahnya tiba-tiba di layar ponsel Kevin.
Kevin tersenyum seketika melihat itu,
"kamu pakai baju apa sayang? " tanya Kevin dengan gemas melihat Sya memakai baju kurung menutupi lehernya.
"gara-gara mas lah leherku banyak stempelnya" gerutu Sya.
Kevin terkekeh,
"aku merindukan malam panas kita lagi". seringai Kevin.
Sya melebarkan matanya, "masih sakit loh mas..! jangan macam-macam lagi deh.. kalau masih mau belikan obat pereda rasa sakitnya ini. "
"baiklah sayang..! nanti bakal aku cari obatnya ya? "
"hmm.. mas kapan pulang? " tanya Sya semangat.
__ADS_1
"kenapa? apa ada yang mau kamu makan? " tanya Kevin.
"iya.. aku mau makan tapi malas masak karna aku hanya tau resep makanan ala barat bukan resep ala bu Ida".
"ya udah.. 10 menit lagi aku sampai ke apartemen jemput kamu makan siang sayang" Kevin melihat jam tangannya.
"ha? makan siang? mas mau bawa aku makan diluar ya? " tebak Sya
"hmm... sekalian aku makan siang juga" jawab Kevin.
"tapi kaki aku masih sakit berjalan normal". keluh Sya.
"aku akan gendong kamu sayang" balas Kevin dan akhirnya Sya setuju.
.
.
.
Kevin membawa Sya ke restaurant ternama dan tak disengaja mereka bertemu Haris dan Bela yang sedang makan di tempat itu juga.
Haris berlari ke arah Kevin yang tengah menggendong Sya.
"Syamita? " panggil Haris.
senyum manis Sya seketika luntur mendengar suara itu, Kevin menatap dingin ke arah Haris dan Bela yang sialnya ada ditempat ini juga.
"kau benar-benar Sya si gendut? " tanya Bela tiba-tiba menyambar.
Haris memperhatikan wajah Sya dan tubuh Sya yang berbeda dengan dulunya.
"apa kau operasi Sya? " tanya Bela nyelonong.
"ayo mas..! aku lapar" rengek Sya menyembunyikan wajahnya di leher Kevin.
"sombong sekali si gendut itu" geram Bela
"apa dia memang Sya? " gumam Haris merasa tidak yakin.
"kenapa? kau tidak percaya dia Sya sigendut ATM berjalanmu? " ledek Bela
"dia berbeda jauh kalau dilihat dari dekat ".
"ck.. apa yang beda coba? dia itu Sya sigendut dan wiwin itu si gemuk..! mereka kembali sepertinya mau balas dendam" sinis Bela
"balas dendam bagaimana maksudmu? udah jelas dia yang ninggalin aku pergi entah kemana".
Haris tidak tau Sya mengetahui kebusukannya hari itu hingga pergi dari Haris detik itu juga.
"coba saja kalau kau bisa merebutnya lagi? dia mendapatkan pria hebat seperti tuan Kevin sedangkan kamu hanya pria parasit yang mau uangnya saja.. hahah" Bela berlalu dari Haris
suasana hati Bela sedang buruk karna tidak bisa menghancurkan reputasi Wiwin jadi mulutnya yang mengoceh iri dengan apa yang dimiliki Sya.
Haris mengepalkan tangannya lalu mencari tempat Sya dan Kevin makan bersama.
.
"apa kamu masih mau balas dendam pada mereka sayang? " tanya Kevin
"untuk apa? aku malas melibatkan diri dengan mereka! aku sudah bahagia menemukan belahan jiwaku". senyum manis Sya menatap lekat Kevin.
Kevin yang gemas mencubit pipi Sya, "jangan membuatku menid*ri mu di tempat ini sayang"
Sya melebarkan matanya, spontan saja tangannya melindungi aset nya.
__ADS_1
"masih sakit mas! cari obatnya dulu deh baru bisa". titah Sya.
Kevin mencebikkan bibirnya seperti perempuan hal itu membuat Sya menganga lebar dengan apa yang baru aja Kevin lakukan.
"apa mas tidak punya pikiran lain selain hal itu heh? kenapa otak mas jadi kotor sih? " gerutu Sya.
Kevin terkekeh, "entahlah..! aku suka melakukannya denganmu"
"hhmm.. dalang yang membongkar masa lalu wiwin itu adalah Bola" ujar Kevin tiba-tiba mengalihkan.
"Bola siapa mas? " tanya Sya kebingungan.
"perempuan jal*ng tadi lah siapa lagi? "
Sya mengingat siapa perempuan yang ia temui tadi dan matanya terbelalak.
"maksud mas Bola itu Bela? " tanya Sya seakan tak percaya.
"hmm. " jawab Kevin
"astagah.. ! dasar perempuan Ulat bulu.. ada masalah apa coba Wiwin sama dia? apa cuma karna merasa saingan aja? dari dulu tu dia tidak pernah bersyukur! apa yang harus aku lakukan supaya dia itu sadar diri ya? "
"dengan mengembalikannya ke posisi semula". jawab Kevin
"maksud mas? " tanya Sya.
"aku akan membongkar kebusukan kedua sampah itu hingga kembali jatuh miskin dan akan jadi pengemis nantinya.. "
"tapi Bela tidak mungkin mas..! dia bisa saja mencari Daddy sugar".
"aku bisa menutup akses ke sana" seringai Kevin
"ya udah.. aku setuju apa saja yang akan mas lakukan pada Bola itu, aku tidak suka bola itu selalu mencari masalah denganku dan Wiwin".
.
.
dalam mobil
"sayang? "
"hmm? " Sya menoleh ke Kevin.
"berikan pada Bayu nomor HP Wiwin" pinta Kevin
"buat apa mas? " tanya Sya tidak mengerti.
"kamu tau Chiki-chiki itu kan? " tanya Kevin
"Siapa lagi sih Chiki mas? tidak bisa mas sebut aja namanya? " gerutu Sya.
"pokoknya model Chiki-chiki itu menawarkan diri jadi model kami tanpa dibayar tapi aku tidak mau dan lebih memilih sahabatmu Eh.. Wiwin itu saja jadi model kami".
"hah? Chika itu ya mas? mau apa dia nawarin diri jadi model perusahaan kalian? " tanya Sya tak senang.
"entahlah..! kamu mau aku pakai dia jadi model perusahaanku? " tanya Kevin menggoda
Sya melototi Kevin,
"maka nya kirimkan nomor Wiwin sama Bayu! "
Sya mengeluarkan ponselnya dan langsung mengotak-ngatik HP nya mengirimkan nomornya Wiwin ke Bayu.
.
__ADS_1
.
.