
Setelah membagikan semua minuman pada teman-temannya yang duduk di meja, Karmila kini memegang satu kotak minuman di tangannya lalu dia melihat Gabriel yang tampak melayani semua tamu yang datang dengan pria itu sesekali berbincang-bincang dengan orang-orang yang ada di tempat itu.
Karmila tiba-tiba teringat akan percakapannya dengan Sherina tentang alasan pria itu tidak pergi ke luar negeri sehingga membuatnya tersenyum tipis sebelum berjalan ke belakang untuk menyimpan kembali minuman yang disiapkan oleh ibunya untuk diberikan pada Gabriel.
Setelah itu, Karmila hendak berbicara dengan Gabriel ketika Gabriel tiba-tiba saja terlihat pergi bersama dengan ayah Karmila meninggalkan rumah duka dengan menaiki sebuah mobil.
"Kemana Mereka pergi?" Ucap Karmila yang kebingungan.
"Mereka pergi membeli sesuatu," ucap adik Karmila yang saat itu berada di samping Karmila.
Karmila hanya menganggukkan kepalanya lalu dia kembali menemui teman-temannya dan berbincang-bincang dengan mereka sampai akhirnya teman-teman Karmila pamit untuk kembali.
__ADS_1
Karmila mengantar semua teman-temannya sampai menaiki mobil, lalu dia kembali ke dalam rumah duka dan membantu keluarganya membereskan bekas-bekas makanan yang ada di atas meja.
Karena saat itu sudah menjelang malam, maka sudah banyak tamu yang pulang, Oleh sebab itu, Karmila Hanya duduk dengan tenang dan dia cukup gelisah memikirkan Gabriel yang belum juga kembali bersama-sama dengan ayahnya.
Tetapi, setelah beberapa saat terus khawatir, akhirnya mobil yang ditunggu-tunggu Karmila kini telah datang juga.
Dua orang yang ada di dalam mobil itu segera keluar dan melihat ke arah Karmila.
"Kalian dari mana saja?" Tanya Karmila sembari menghampiri dua orang itu dan dia mengikuti ayahnya dan Gabriel yang berjalan ke arah belakang mobil dan membuka bagasi mobil.
Karmila mengambil kotak itu, dan melihat Gabriel juga mengambil kotak yang lain yang terlihat cukup lebih berat, tetapi Kamila tidak mengatakan apapun dan dia hanya melangkah meninggalkan ayahnya.
__ADS_1
Saat tiba di tempat penyimpanan, Karmila meletakkan barangnya dan melihat Gabriel juga memasuki tempat itu lalu dia berkata, "sudah cukup, Kau boleh pulang sekarang."
Tetapi Gabriel menghentikan langkahnya sembari menatap Karmila, "aku akan pulang nanti, karena aku membawa mobil kemari. Ah, Apa kau cemas padaku?" Tanya Gabriel langsung membuat Karmila tersentak diam di tempatnya dan jantungnya yang berdegup kencang semakin berdegup lebih kencang lagi hingga Dia merasakan panas di area wajahnya.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tiba-tiba tanya ayah Karmila yang saat itu ikut masuk membawa barang-barang hingga membuat Karmila menatap ayahnya dengan rasa canggungnya, sementara Gabriel melanggar pergi meletakkan barang yang ia bawa.
"Ahh,, Aku hanya takut dia kemalaman. Lagi pula cukup jauh dari sini untuk kembali ke ibukota," ucap Karmila.
"Ahh,, kalau begitu daripada pulang sebaiknya kau menginap saja di sini, lagi pula ini sudah larut malam, kalau kau kembali sekarang, takutnya terjadi apa-apa di jalan," ucap Ayah Karmila langsung membuat Gabriel menganggukkan kepalanya hingga Karmila yang melihat itu kini ternganga di tempatnya.
Tetapi kemudian perempuan itu tersadar dan segera meninggalkan dua orang itu dengan perasaan canggung.
__ADS_1
Namun sebelum melangkah terlalu jauh, terdengar suara ayah Karmila dari belakang, "siapkan selimut untuk Gabriel."
Karmila tidak mengatakan apapun dan dia hanya bergegas pergi meninggalkan tempat itu untuk menyiapkan selimut bagi Gabriel.