RAHASIA ISTANA BUNGA

RAHASIA ISTANA BUNGA
Bab 23: Serangan Dingin


__ADS_3

Ru Xiaolan mendesah dengan napas lelah. Ia memasukkan seluruh peralatan medisnya ke dalam sebuah kotak kayu yang selalu ia bawa ketika ia pergi meninggalkan rumah. Kotak itu hanya berisi puluhan jarum akupuntur yang digulung di dalam sebuah kain tebal yang warnanya sudah pucat, serta beberapa botol obat herba yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit atau luka ringan.


Ia mendapatkan kotak itu sejak umurnya sepuluh tahun, hingga kotak itu lebih berharga karena kotak itu adalah sebuah kotak kenangan peninggalan ayahnya. Laki-laki yang membuatnya lahir ke dunia ini telah mati bertahun-tahun yang lalu akibat dibunuh seorang prajurit ketika berada di medan perang, mengobati luka seseorang yang sangat ia cintai dan ia hormati.


Lengan baju tabib wanita itu tergulung hingga ke siku. Telapak tangannya ia tempelkan di dahi Lin Zian. Ada sensasi dingin yang langsung menjalar begitu kulit telapak tangannya bersentuhan dengan kulit dahi Lin Zian yang putih seperti tepung.


“Bagaimana?” tanya Shen Yanzhia yang kebetulan sedang duduk di pinggir ranjang yang sama, berada di belakang tabib wanita itu.


“Serangan dinginnya sudah hampir menjalari otak. Aku tidak punya kepercayaan diri untuk mengatakan kapan Tuan Muda akan bangun.”


Nada suara itu terdengar putus asa. Ru Xiaolan tiba-tiba merasa bersalah karena ia tak mampu menyembuhkan seseorang yang terkena serangan dingin seperti ini.


“Lalu bagaimana? Aku tidak ingin orang ini tidur selamanya seperti itu!”


Ru Xiaolan kembali mendesah.


“Kita hanya bisa menjaga agar suhu udara di ruangan ini tetap hangat dan menunggu hingga seluruh peredaran darahnya kembali normal seperti sedia kala.”


Shen Yanhzia tak kalah putus asanya. Sudah hampir satu hari pria ini memejamkan mata. Selimut yang dipakainya bahkan sudah bertambah lagi dua lapis. Jika orang normal yang menggunakannya, mereka akan mandi keringat meskipun cuaca sedang dingin.


Xu Chi, setelah menyelesaikan hukuman pukulnya, kembali melayani dan menemani majikannya yang sedang sakit. Sesekali ia melihat dan pergi ke Paviliun Timur untuk menanyakan keperluan apa yang dibutuhkan Shen Yanzhia, karena istri Pangeran Qin itu tidak pernah melangkahkan kakinya ke luar, dan tetap berada di sisi Lin Zian untuk memantau perkembangan kesadaran pria itu.


“Sebelumnya, apa Tuan Muda pernah tidak tidur selama sehari semalam?” Ru Xiaolan bertanya.


Shen Yanzhia bingung harus menjawab apa, karena selama itu ia selalu sibuk di ruang percobaan obat. Shen Yanzhia tidak tahu kegiatan apa yang dilakukan Lin Zian dalam rentang waktu selama itu.


“Tuan Muda selalu terjaga sejak kepulangannya dari istana. Bahkan dia melarang pelayan untuk datang,” Xu Chi segera menjawab pertanyaan Ru Xiaolan. Shen Yanzhia menggeram kesal.


Benar, pasti ada yang salah dengan keberadaannya saat di istana!


“Xu Chi, saat keadaan Zian seperti itu, kau berani tidak memberitahuku?”


Tubuh Xu Chi kembali bergetar. Shen Yanzhia menatapnya tajam seperti beberapa waktu lalu.


“Maaf, wangfei. Anda terlalu sibuk di ruang percobaan, aku tidak berani mengganggumu.”

__ADS_1


Ru Xiaolan beralih menatap Shen Yanzhia. Sejak kepindahannya ke istana kediaman Pangeran Yun, dia belum pernah bertemu kembali dengan Shen Yanzhia karena saat itu hanya Lin Zian yang mengantarnya seorang diri.


Perkataan Xu Chi membuatnya penasaran, apa yang dilakukan Shen Yanzhia di ruang percobaan selama itu? Apakah wanita ini sedang bermain-main ataukah ia sedang membuat sesuatu yang penting?


Shen Yanzhia berdiri dari tempatnya. Ia lantas membalas tatapan Ru Xiaolan yang menyiratkan banyak tanya. Ia kemudian menyuruh Xu Chi keluar dari Paviliun Timur. Setelah mengunci pintu dan memastikan tidak ada seorang pun yang dapat mendengar percakapan mereka, Shen Yanzhia mengeluarkan sebuah botol obat kecil dari dalam lengan bajunya.


“Apa ini?”


Shen Yanzhia memberikan botol obat itu kepada Ru Xiaolan.


“Aku berhasil menemukan penawar racun Rumput Biru.”


Ru Xiaolan benar-benar terkejut. Wajahnya menyiratkan sebuah ketidakpercayaan.


“Nona, bagaimana bisa?”


“Memangnya apa yang tidak bisa kulakukan?”


“Tidak, maksudku, bagaimana caramu menemukan ini?”


Mendengar Ru Xiaolan yang terus menerus bertanya, Shen Yanzhia akhirnya menjelaskan semuanya. Untuk membuat penawar itu, ia telah membunuh lima puluh ekor tikus putih yang digunakan sebagai bahan percobaan. Shen Yanzhia juga menghabiskan waktu selama sehari semalam untuk bisa menemukan penawar itu.


“Aku mengorbankan banyak hal dan bekerja sangat keras untuk membuat penawar ini.”


“Bahan-bahan yang Nona sebutkan umumnya memang digunakan sebagai bahan obat. Tapi, bagaimana itu mungkin? Aku yakin kau menambahkan sesuatu yang lain, benar?”


“Ya, daya analisismu memang sangat luar biasa. Aku menambahkan sedikit serbuk bunga kertas.”


“Bunga kertas?”


“Ibu Suri pernah memberitahuku bahwa semua serbuk bunga memiliki fungsi. Aku sudah membaca banyak buku teknik pengobatan dan bahan herba. Aku pikir, serbuk bunga kertas adalah pilihan paling tepat karena tumbuhan itu bisa tumbuh sepanjang musim.”


Ru Xiaolan mengangguk mengerti. Tidak disangka, kemampuan pengobatan seorang putri seperti Shen Yanzhia ternyata begitu luar biasa. Ia bahkan tidak pernah berpikir bahwa wanita muda itu memiliki pengetahuan tentang bahan-bahan herba. Ru Xiaolan menyangka bahwa putri yang satu ini hanya bisa bersenang-senang dengan berkeliaran di jalan dan bertindak sesuka hatinya.


Sebagai seseorang yang sudah berkecimpung di dunia pengobatan selama lebih dari lima tahun, Ru Xiaolan pertama kalinya merasa malu pada seseorang awam yang bahkan jauh di luar perkiraannya. Keturunan kekaisaran yang satu ini sepertinya benar-benar berbeda.

__ADS_1


“Kau mengira aku tidak bisa melakukan apa-apa karena aku seorang putri?”


“Kau tahu isi pikiranku?” tanya Ru Xiaolan penasaran.


Shen Yanzhia mendesah pelan. Ia memang sudah mengira ini akan terjadi.


“Banyak orang yang berpikiran sama sepertimu. Aku tahu, aku memang luar biasa! Aku bahkan bisa melampaui kemampuanmu jika aku menginginkannya.”


“Nona, apa lagi yang belum kuketahui perihal dirimu?”


“Kau tidak akan mengerti. Aku mungkin hanya seorang putri dari pangeran kecil yang tidak memiliki pengaruh besar dan sering ditindas saudara-saudaraku. Tapi, kau tidak boleh lupa bahwa Ibu Suri selalu berada di belakangku dan menyayangiku lebih dari putri-putri kekaisaran yang lain. Aku belajar banyak hal dari dirinya yang mulia itu. Ibu Suri adalah guruku, ibuku, nenekku, bibiku, dan seseorang yang sangat berarti untukku.”


Shen Yanzhia duduk kembali di tepian ranjang Lin Zian. Dia menatap pria itu sekilas, mencari sesuatu yang selama ini belum ia temukan selama mereka bersama. Shen Yanzhia masih belum mengetahui apa yang terjadi dan apa yang sedang disembunyikan pria ini dengan susah payah hingga dirinya menjadi seperti ini.


“Orang ini, meskipun aku dan dia tidak terlalu dekat saat kecil, adalah orang-orang yang penting di mata Ibu Suri. Aku pasti akan melakukan segala cara agar Ibu Suri tidak kehilangan orang-orang yang sangat ia hargai dan sangat ia sayangi.”


Suasana menjadi begitu penuh dengan keharuan. Udara dingin dari luar mulai merangsek masuk kembali. Shen Yanzhia menyalakan kembali perapian yang sempat padam hingga suhu ruangan menjadi hangat kembali. Ia kembali pada kesadarannya setelah berbicara begitu banyak kata pada Ru Xiaolan.


“Omong kosong apa yang sebenarnya kukatakan tadi?”


Shen Yanzhia hampir saja menitikkan air mata. Tangannya sibuk mengorek-ngorek arang dan meniupnya agar menyala. Debu-debu yang beterbangan dari sisa pembakaran itu mengenai wajah dan rambutnya yang indah. Ada guratan hitam melengkung di dahi dan pipinya.


Tawa Ru Xiaolan pecah. Wanita ini benar-benar tidak bisa berada di situasi yang serius!


“Kenapa kau tertawa?”


“Nona, apa kau ini seekor harimau betina?”


“Apa kau bilang? Ru Xiaolan, kau begitu berani! Kemari kau, akan kubuat kau mengetahui seberapa mengerikan harimau betina yang kau maksud!”


Kedua wanita itu tertawa bersama. Dada mereka terasa lebih lapang dan hati mereka sedikit lebih tenang. Shen Yanzhia menatap Lin Zian yang berbaring seperti orang mati. Setidaknya, Lin Zian masih aman untuk sekarang ini.


“Aku harap kau segera bangun agar aku bisa segera membawamu ke kediaman Yun dan melihat betapa ajaibnya penawar racun yang kubuat. Zian, kau tidak boleh melewatkan ini!”


Ru Xiaolan menepuk pelan bahu Shen Yanzhia, memintanya untuk bersabar dan berusaha untuk tetap tegar karena serangan dingin seperti ini memang sudah umum terjadi pada orang-orang di musim dingin. Hanya saja, tingkat kesembuhan dan kecepatan kesadaran setiap orang berbeda-beda.

__ADS_1


“Lanlan, kau boleh pergi. Aku akan menjaganya di sini.”


***


__ADS_2