
“Wangye, bagaimana ini?”
Putri Duanmu memintal lengan bajunya di hadapan Lin Zian. Wajahnya terlihat sangat khawatir dan takut.
“Wangfei jie-jie belum kembali, aku tidak ingin melangkahinya!”
Lin Zian sama bingungnya denga Putri Duanmu. Keputusan kerajaan begitu mendadak hingga membuat dua orang itu panik. Saat Putri Duanmu mendengar keputusan mendadak tersebut, dia langsung bergegas ke istana untuk meminta penjelasan pada Putra Mahkota Lin Yang. Sayang, Sang Putra Mahkota sedang membahas urusan lain bersama Perdana Menteri dan tidak dapat diganggu.
Wanita itu langsung pergi mencari Lin Zian untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Putri Duanmu berkeliling hampir setengah hari untuk menemukan keberadaan Lin Zian. Keduanya baru bertemu di gerbang keluar saat hari mulai sore. Melihat Putri Duanmu, Lin Zian langsung membawanya pulang ke kediaman Qin.
“Ini tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Wangye, aku akan meminta para utusan untuk membatalkannya.”
“Tidak. Itu hanya akan memperumit masalah ini.”
Dua orang itu tidak tahu harus berbuat apa. Mereka ingin menolak, tapi mereka tidak berada di posisi yang pas. Mereka sama sekali tidak punya hak dan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
Putri Duanmu tidak ingin menikah dengan Lin Zian. Sejak dia datang ke negara ini, hanya Lin Zian dan Shen Yanzhia-lah yang menyambutnya dengan baik. Dua orang itu memperlakukan dirinya seperti seorang teman dan mengabaikan status yang sangat jauh berbeda. Putri Duanmu sudah menganggap keluarga Qin sebagai keluarganya sendiri. Lin Zian adalah kakaknya, Shen Yanzhia adalah kakaknya. Bagaimana bisa dia mengkhianati mereka?
Apalagi, Putri Duanmu juga sadar akan perasaannya pada Detektif Muda Tang Yin. Dia menyukai pria itu. Putri Duanmu mengagumi kepandaian dan sikap tegas pria muda itu. Dia setuju mengabaikan perasaannya karena awalnya orang yang akan dinikahinya adalah Putra Mahkota negeri Ling, yang nantinya akan menjadi Kaisar dan memimpin negara sekaligus memimpin perdamaian. Tapi, jika keputusan itu tiba-tiba berubah, maka Putri Duanmu tidak bisa mengabaikan perasaannya lagi. Dua hal tersebut sudah sangat jauh berbeda.
“Jika perdamaian tidak terjadi, maka dua negara akan berperang lagi. Korban jiwa pasti akan sangat banyak jika peperangan terjadi kali ini.”
“Putri, apa kau tidak bisa meminta Kaisar Xiaxi menentukan orang yang akan menikah denganmu?”
Mendengar pertanyaan itu, raut wajah Putri Duanmu menjadi suram.
“Ayahku sudah membuangku. Dia tidak peduli pada prosesnya, tapi hanya peduli pada hasilnya.”
Baru kali ini Lin Zian merasa tidak berdaya. Dia benar-benar merasa seperti orang bodoh yang tidak bisa berbuat apa-apa. Sebelumnya, semua permasalahan yang datang padanya selalu berhasil ia temukan jalan keluarnya, sesulit dan serumit apapun itu. Tapi kali ini, otaknya tidak bisa memikirkan cara untuk melepaskan diri dari permasalahan yang ada.
__ADS_1
Suara teriakan Xu Chi memecah keheningan yang terjadi antara Lin Zian dan Putri Duanmu. Pelayan pribadinya itu mengatakan bahwa Tang Yin datang untuk melaporkan sesuatu. Lin Zian segera mempersilahkan Tang Yin masuk, tanpa berpikir bahwa Putri Duanmu masih ada di ruangan tersebut. Saat Tang Yin dan Putri Duanmu berpapasan, atmosfer ruangan Paviliun Timur menjadi canggung.
“Ada apa?”
“Ah, wangye.”
Tang Yin mengabaikan keberadaan Putri Duanmu. Mata mereka sempat bertatapan sebentar, lalu saling membuang pandangan saat suara Lin Zian menggema. Tang Yin segera duduk di hadapan Lin Zian.
“Aku sudah mendapat petunjuk mengenai orang bernama Situ Ting Yue.”
“Benarkah?”
Tang Yin mengangguk.
“Delapan belas tahun lalu, dia adalah seorang prajurit yang ikut berperang bersama mendiang Kaisar dan Putra Mahkota.”
Dahi Lin Zian mengernyit. Sudut matanya berkedut. Orang yang membunuh Xiao Yanzhi dan ayahnya adalah seorang prajurit? Tidak, itu tidak mungkin. Seorang prajurit biasa tidak akan mempu menumbangkan dua singa jantan yang perkasa. Situ Ting Yue ini pasti bukan prajurit biasa. Identitasnya pasti palsu.
Petunjuknya terputus lagi. Masalah kian menjadi rumit. Isi kepala Lin Zian serasa ingin keluar semua, memuntahkan segala macam pelik yang membebani pikirannya. Perasaan yang belum sembuh, kehilangan, kebingungan, kecewa, semuanya beraduk menjadi satu. Lin Zian akan menjadi gila jika dia tidak segera menemukan jalan untuk mengatasi semua situasi menjengkelkan ini.
Putri Duanmu masih berdiri di belakang Tang Yin. Dia dengan jelas mendengar semua pembicaraan Lin Zian dan detektifnya. Dia ingin berpartisipasi, tapi dia tidak punya hak untuk ikut campur dalam masalah internal keluarga kerajaan Ling. Ditambah lagi, Putri Duanmu sama sekali tidak mengetahui jenis kasus apa yang sedang diselidiki dua orang di depannya itu.
“Wangye.”
Suara Putri Duanmu menyadarkan Lin Zian. Mau tak mau, suara itu juga membuat Tang Yin sedikit terusik.
“Ah, Putri Duanmu. Kau boleh pergi.”
“Terima kasih.”
__ADS_1
Sepeninggal Putri Duanmu, Lin Zian kembali memfokuskan perhatiannya pada laporan Tang Yin. Detektif itu mengatakan bahwa Situ Ting Yue sebenarnya adalah seorang anak angkat pejabat di Kementrian Ritus. Orang itu adalah anak seorang pelacur di rumah bordil yang kehilangan nyawanya saat melahirkannya. Asal-usulnya tidak jelas dan orangnya begitu misterius.
Tang Yin juga melaporkan bahwa beberapa hari yang lalu, bawahannya mengatakan bahwa dia melihat seseorang yang mirip dengan Shen Yanzhia di perbatasan luar kota Rouwu. Hanya saja, bawahannya itu tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena wanita itu menutupnya dengan cadar. Wanita yang mirip Shen Yanzhia menaiki kereta sederhana milik pada penduduk kota.
Ada secercah harapan berpendar di dalam hati Lin Zian. Besar kemungkinan Shen Yanzhia masih ada di sekitar ibukota. Jika hal seperti itu memang ada, maka Lin Zian akan lebih mudah mencarinya. Dia bisa mengerahkan pasukan elit rahasianya untuk membantu mencari keberadaan Shen Yanzhia.
“Wangye, mengapa wangfei ada di luar kota? Apa yang sebenarnya terjadi?”
“Dia menukar dirinya dengan informasi racun mendiang Putra Mahkota dan Kaisar dari Selir Duanmu.”
“Apa Pangeran Yun mengetahuinya?”
“Aku tidak yakin.”
Tang Yin menebak bahwa hilangnya Shen Yanzhia juga menjadi penyebab Ibu Suri jatuh sakit. wanita tua itu pasti sangat sakit hatinya saat tahu putri kesayangannya diam-diam diusir pergi oleh menantunya sendiri. Meskipun politik istana sangat kejam, tapi Shen Yanzhia adalah satu-satunya putri yang disayanginya lebih dari siapapun. Mengusir Shen Yanzhia pergi pasti meninggalkan bekas luka yang sama dengan kehilangan Kaisar dan Putra Mahkota.
Detektif itu hanya belum mengetahui hubungan yang sebenarnya antara Ibu Suri dan Shen Yanzhia. Dia sama tidak tahu kalau Shen Yanzhia adalah putri dari Han Yuanniang dan Xiao Yanzhi. Status Shen Yanzhia yang sebenarnya adalah cucu kandung Ibu Suri. Shen Yanzhia adalah darah suci keturunan murni keluarga kerajaan, sama seperti Lin Zian. Jika identitas sebenarnya dari Shen Yanzhia terungkap ke publik, Shen Yanzhia bisa diangkat menjadi seorang Putri Agung karena dia adalah putri dari anumerta Putra Mahkota.
Lin Zian tidak berencana melakukan itu. Biarlah identitas aslinya menjadi rahasia dia dan Shen Yanzhia, serta rahasia Ibu Suri dan Pangeran Yun. Jika langit sudah menakdirkan, lambat laun akan terbongkar juga dengan sendirinya.
“Aku yakin wangfei akan kembali.”
“Kuharap juga begitu.”
“Bagaimana dengan… Pernikahanmu dengan Putri Duanmu.”
“Aku… Tidak tahu. Kau punya cara?”
Tang Yin menggeleng. Dirinya hanyalah seorang pria kecil yang bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Memikirkan cara untuk membatalkan pernikahan penting itu, sungguh sebuah kemustahilan yang tidak pernah terlintas di pikirannya. Meskipun dia menyukai Putri Duanmu, rasa itu tidak akan pernah mekar seutuhnya. Bahkan mungkin layu dan mati di musim dingin. Putri Duanmu terlalu tinggi untuk dirinya yang rendah
__ADS_1
Lin Zian memang hanya perlu menunggu. Hanya saja, dia tidak tahu apakah waktu yang akan datang itu akan membuatnya kembali atau membuatnya pergi menjadi milik orang lain.
...***...